Lancez-Vous. C'est gratuit
ou s'inscrire avec votre adresse e-mail
Nabi Nuh par Mind Map: Nabi Nuh

1. Subtansi Dakwah

1.1. 1). Mereformasi aqidah, 2). Membebaskan manusia dari perilaku ras diskriminasi 3). Membebaskan manusia dari pengaruh gaya hidup sekuler dan hedonisme

2. Kepribadian Yang Dapat Dijadikan Hikmah

2.1. Sabar

2.1.1. Di zaman Nabi Nuh, banyak kaumnya yang menyembah berhala. Nabi Nuh sudah berusaha mati- matian mengingatkan kaumnya agar kembali pada Allah. Ratusan tahun Nabi Nuh berdakwah. Hanya 80 orang yang mengikuti seruan dakwah Nabi Nuh.

2.2. Bijaksana

2.2.1. Selalu bersikap bijaksana dalam memberikan sebuah pengajaran atau arahan pada para pengikutnya, agar mereka semakin memahami jalan kebenaran dan ketauhidan.

2.3. Tidak Sombong

2.3.1. Nabi Nuh a.s. dikarunai berbagai macam ilmu oleh Allah Swt. namun tidak pernah timbul rasa sombong dalam dirinya. Sebab, Nabi Nuh a.s. adalah orang yang selalu menginstropeksi diri dengan melihat kekurangan yang ada pada diri Beliau sehingga beliau selalu mengingat semua itu hanyalah milik Allah Swt

3. Lokasi Dakwah

3.1. Nabi Nuh AS diutus oleh Allah untuk kaumnya di kawasan Sungai Eufrat dan Tigris.

4. Perjalanan Hidup

4.1. Nabi Nuh AS lahir seratus dua puluh enam tahun setelah wafatnya Nabi Adam AS. Dilihat dari silsilah keturunannya, bahwa beliau merupakan keturunan kesembilan dari Nabi Adam AS. Jarak antara Nabi Adam AS dan Nabi Nuh AS terdapat rentang sepuluh generasi. Allah SWT mengangkat Nabi Nuh As menjadi rasul saat berusia empat ratus delapan puluh tahun. Beliau merupakan salah seorang nabi yang pertama diutus oleh Allah SWT untuk menjadi rasul bagi kaumnya.

4.2. Metode Dakwah

4.2.1. 1. Berdakwah Secara Sembunyi-sembunyi. Metode ini dilakukan oleh Nabi Nuh AS pada tahap permulaan berdakwahnya. Substansi dakwah kepada mereka melalui pemahaman tentang hakikat ketuhanan, alam semesta dan hari kebangkitan.

4.2.2. 2. Berdakwah Secara Terang-terangan. Pada tahap kedua ini beliau memberanikan diri untuk berdakwah secara terang-terangan kepada segenap lapisan masyarakat kaum bani Rasib. Adapun sasaran lokasi yang pertama ditujunya itu adalah pasar,

4.2.3. 3. Berdakwah Secara Sembunyi-sembunyi dan Terang-terangan. Metode ini dilakukan Nabi Nuh AS pada tahap ketiga dalam berdakwah. Adapun yang sasarannya adalah segenap lapisan masyarakat kaum bani Rasib baik yang berada di pasar maupun berada di sekitar wilayah domisilinya.

5. Mukjizat

5.1. Bahtera yang menyelamatkan diri serta umatnya dalam banjir bandang

5.1.1. Nabi Nuh beserta pengikut setianya bergotong-royong membuat sebuah bahtera atau kapal besar dari kayu karena percaya sebuah azab akan datang. Sampailah harinya tiba, banjir dahsyat datang. Nabi Nuh beserta pengikut setianya yang berada di atas kapal selamat dari azab tersebut. Kisah Nabi Nuh tertera dalam Al-Quran, yang berbunyi:

5.1.2. "Maka Kami selamatkan Nuh dan orang-orang yang besertanya di dalam kapal yang penuh muatan. Kemudian sesudah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal,"(Asy-Syu'ara ayat 119-120).

5.1.3. Kapal Nabi Nuh kemudian menepi di pegunungan Arafat. Setelah banjir surut, Allah perintahkan Nabi Nuh untuk memulai kehidupan yang baru.

6. Dalil

6.1. AlQuran

6.1.1. QS. Hud: 37

6.1.1.1. وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِاَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَاطِبْنِيْ فِى الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا ۚاِنَّهُمْ مُّغْرَقُوْنَ Dan buatlah kapal itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah engkau bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim. Sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.”

6.1.2. QS. Al-A’raf: 64

6.1.2.1. فَكَذَّبُوْهُ فَاَنْجَيْنٰهُ وَالَّذِيْنَ مَعَهٗ فِى الْفُلْكِ وَاَغْرَقْنَا الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَاۗ اِنَّهُمْ كَانُوْا قَوْمًا عَمِيْنَ ࣖ Maka mereka mendustakannya (Nuh). Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).

6.2. Hadist

6.2.1. HR. Bukhari

6.2.1.1. يَا نُوحُ إِنَّكَ أَنْتَ أَوَّلُ الرُّسُلِ إِلَى أَهْلِ الْأَرْضِ وَقَدْ سَمَّاكَ اللَّهُ عَبْدًا شَكُورًا اشْفَعْ لَنَا إِلَى رَبِّكَ أَلاَ تَرَى إِلَى مَا نَحْنُ فِيهِ “Wahai Nuh, engkau adalah rasul pertama yang diutus kepada penduduk bumi, dan Allah telah menamakanmu hamba yang bersyukur. Maka mintalah syafaat untuk kami kepada Tuhanmu. Tidakkah engkau melihat keadaan kami?”