High Scope

Konsep High scope Pendidikan Anak Usia Dini

Lancez-Vous. C'est gratuit
ou s'inscrire avec votre adresse e-mail
High Scope par Mind Map: High Scope

1. Metode Belajar Aktif

1.1. Anak-anak dilibatkan untuk merasakan secara langsung berhadapan dengan orang, benda, ide dan kejadian. Pengalaman proses belajar aktif ini akan membantu anak-anak untuk membentuk pengetahuan mereka seperti belajar tentang konsep, membentuk ide, menciptakan simbol dan abstraksi mereka sendiri. Sebagai fasilitator yang akan mengobservasi dan berpartisipasi dalam kegiatan anak-anak, para guru dipandu dengan pengalaman pokok sebagai bagian dari perkembangan intelektual, fisik, sosial dan emosional mereka.

2. Pendekatan High/scope merupakan pendekatan yang berusaha menciptakan teknik dan strategi pembelajaran dalam berinteraksi dengan anak sehingga menjadikan anak dapat berpikir mandiri dan dapat memecahkan masalahnya sendiri.

3. Metode Pembelajaran yang terdapat dalam High scope

3.1. - Pendekatan belajar

3.2. - Perkembangan sosial dan emosional

3.3. - Perkembangan fisik dan kesehatan

3.4. - Bahasa, literasi dan komunikasi

3.5. - Seni

3.6. - Musik

3.7. - Olahraga

4. TUJUAN

4.1. Pendekatan High scope memiliki beberapa tujuan, salah satunya adalah berusaha untuk membantu anak berkembang disemua bidan.

5. MANFAAT

5.1. Membantu anak-anak prasekolah menjadi lebih bebas dan mandiri (independen), bertanggung jawab dan menjadi pembelajar yang mandiri dan percaya diri. High scope juga membantu anak untuk menerapkan kemampuan pemerolehan pemikiran baru dalam jangkauan yang luas dan natural berdasarkan situasi yang ada disekitar anak.

6. PRINSIP HIGH SCOPE

6.1. - Mmemberikan lingkungan yang nyaman

6.2. - Memberikan dukungan kepada tingkah laku dan bahasa anak

6.3. - Membantu anak dalam menentukan pilihan dan keputusan

6.4. - Membantu anak dalam menyelesaikan masalahnya sendiri dengan melakukannya sendiri

7. KONSEP

7.1. Anak sebagai pembelajar aktif yang menggunakan sebagian waktunya di dalam sentra pembelajaran yang bervariasi. Di dalam sentra pembelajaran yang bervariasi anak dapat melibatkan manusia, benda, peristiwa, dan idenya secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Guru membantu anak untuk memilih apa yang akan mereka lakukan setiap hari, melaksanakan rencana mereka, dan mengulang kembali yang telah mereka pelajari.

8. KURIKULUM

8.1. Kurikulum High scope adalah kurikulum yang memiliki filosofi besar untuk anak bangsa, bahwa "Sekolah

8.1.1. Kurikulum tersebut melatih kemandirian dan rasa percaya diri. Salah satu metode-nya yaitu anak dibiasakan merencanakan kegiatan mereka sendiri dan orang dewasa adalah fasilitator yang mengarahkan dan mengingatkan, bukan sesosok tokoh yang "otoriter".

9. Penilaian perkembangan anak dalam model pembelajaran High scope

9.1. Para guru High scope secara teratur mencatat perilaku, pengalaman dan minat anak-anak. Mereka menggunakan catatan ini untuk menilai perkembangan setiap anak dan untuk merencanakan aktifitas yang akan memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan mereka.

10. Penilaian merupakan kunci bagi pelaku, yang memungkinkan untuk:

10.1. - Memahami tingkat perkembangan aak-anak.

10.2. - Mengidentifikasi minat yang ditunjukkan.

10.3. - Mengobservasi pengalaman pokok dimana setiap anak terlibat.

11. Proses ini memerlukan:

11.1. - Perencanaan tim

11.2. - Pencatatan observasi harian

11.3. - Kumpulan catatan triwulan.

12. Kurikulum Finlandia

12.1. Salah satu prinsip kurikulum di Finlandia adalah Non-discrimination and equal treatment yang berarti tidak ada diskriminasi dan mendapat perlakuan yang sama.

12.1.1. Di Finlandia semua anak mempunyai hak sama dalam pendidikan, tidak dibedakan antara si aya dan si miskin. Jadi siswa bisa masuk ke sekolah mana saja karena semua sekolah sama. Hal lain yang membuat sistem pendidikan di Finlandia berbeda yaitu, mereka tidak ada assessment atau penilaian.

13. 7 Kebijakan tentang pendidikan terbaik di Finlandia

13.1. 1. Seleksi guru ketat (Di negara Finlandia guru merupakan profesi terhormat dan membanggakan. Calon guru dengan ijazah S1 hanya 5% yang diterima dan calon guru dengan ijazah S2 20%. Dengan adanya seleksi guru yang ketat ini, maka terbentuklah guru-guru yang berkualitas. Dengan guru yang berkualitas maka akan tercipta juga pendidikan yang berkualitas.)

13.2. 2. Gaji tinggi (Gaji guru di Finlandia adalah 40 juta pebulannya. Hal tersebut menganjadikan gaji guru tertinggi ke-5 di dunia. Sebelum menjadi guru tentunya mereka harus masuk pada fakultas keguruan terlebih dahulu. Di Finlandia untuk masuk ke fakultas keguruan lebih sulit dibandingkan dengan masuk ke fakultas kedokteran.)

13.3. 3. PAUD (Otoritas pendidikan di Finlandia memepercayai 90% pertumbuhan otak terjadi pada usia balita, sehingga masa ini menjadi strategis untuk mengoptimalkan kerja otak. Finlandia terus mempersiapkan pendidikan anak untuk lebih baik.)

13.4. 4. Kurikulum yang konsisten.

13.5. 5. Meminimalisir ujian.

13.6. 6. Tidak ada ranking.

13.7. 7. Biaya pendidikan ditanggung negara.

14. Anna Oktavia_2228190029 (University of Sultan Ageng Tirtayasa)