1.1. AL-KINDI Menurut Al-Kindi Filsafat adalah ilmu tentang hakikat sesuatu dalam batas kesanggupan manusia yang meliputi ilmu ketuhanan, ilmu keesaan (wahdaniyyah), ilmu keutamaan (fadhilah) dan kajian apapun yang berguna bagi kehidupan manusia.
1.2. AL-RAZI Filsafat al-Razi yang paling terkenal dengan ajarannya yang dinamakan Lima yang Kekal, yakni: Tuhan, Jiwa Universal, Materi Pertama Ruang Absolut dan Zaman Absolut, dalam bahasa Arab : البا رى تعا لى والنفسول الكلية والهيلولا للاولى والمكن المطلق والزمن المطلق Mengenai yang terakhir ia membuat perbedaan antara zaman mutlak dan zaman terbatas yaitu antara al-dahr (duration) dan al-waqt (time). Yang pertama kekal dalam arti tidak bermula dan tak berakhir, dan kedua disifati oleh angka.
1.3. AL-FARABI -farabi memiliki sejumlah pemikiran di berbagai bidang. Antara lain tentang asal-usul negara dan warga Negara. Menurutnya, manusia merupakan warga negara yang merupakan salah satu syarat terbentuknya negara. Oleh karena itu manusia tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan bantuan orang lain.
1.4. IKHWAN AL-SHOFA Ikhwan al-Shofa berpendapat bahwa Agama dan Ilmu rasional atau sains merupakan dua aspek Ketuhanan yang memiliki kesamaan dalam tujuan tertinggi. Keduanya hanya memiliki perbebedaan dalam hal furu' atau cabang, karena tujuan yang paling tinggi dari ilmu rasional atau filsafat ini yaitu Tuhan
1.5. IBNU MASKAWAIH Ibnu Miskawaih menganut paham Neo-Platonisme tentang penciptaan alam oleh Tuhan. Ibnu Miskawaih menjelaskan bahwa entitas pertama yang memancar dari Tuhan adalah 'aql fa'al (akal aktif). Akal aktif ini bersifat kekal, sempurna, dan tidak berubah.
2. Biografi filusuf
2.1. AL-KINDI Al-Kindi dilahirkan di Kufah, ayahnya adalah seorang pejabat pemerintahan pada masa Khalifah Harun Ar-Rasyid. Dia dipanggil dengan Al-Kindi karena dihubungkan dengan kabilahnya, yaitu kabilah Arab Kindah. Dia dijuluki filsuf Arab karena dialah filsuf muslim pertama. Barangkali juga karena dialah satu-satunya diantara sekian banyak filsuf muslim yang tidak diragukan kearabannya. Perlu disebutkan bahwa berbagai literatur Barat telah menyelewengkan namanya menjadi Alchendius, sekalipun literatur Barat saat ini menulis dengan namanya yang benar, yaitu Al-Kindi. Abu Yusuf Ya’qub Ibnu Ishaq Al-Sabah Al-Kindi (801-873M. Nama lengkapnya Abu Yusuf Ya’qub bin Ishak bin Sabah bin Imran bin Ismail bin Muhammad bin Al-Asy’as bin Qais Al-Kindi. Nama al-Kindi berasal dari nama salah satu suku Arab yang besar sebelum Islam, yaitu suku Kindah. Al-Kindi lahir di Kufah pada tahun 185 H /801 M pada masa kekhalifahan Harun Ar-Rasyid. Ayahnya bernama Ibnu As-Sabah pernah menjadi Gubernur Kufah pada masa kekhalifahan Al-Mahdi (775 M – 785 M) dan Harun Ar-Rasyid (786 M - 809 M). Kakeknya, Asy’ats bin Qais.
2.2. AL-RAZI Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 - 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan
2.3. IKHWAN AL-SHOFA Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran yang hidup antara tahun 864 - 930. Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan
2.4. AL-FARABI Al-Farabi lahir di Farab, Kazakhstan, pada 872 dari seorang ayah keturunan Persia dan ibu berdarah Turki. Nama lengkap Al-Farabi adalah Abu Nasir Muhammad bin al-Farakh al-Farabi. Sejak kecil, ia sudah menampakkan kecerdasan istimewa dan bakat besar pada hampir setiap subjek yang dipelajari. Pada masa awal pendidikannya, Al-Farabi belajar Al Quran, tata bahasa, kesusastraan, ilmu-ilmu agama (fikih, tafsir, dan hadis), aritmetika dasar, hingga musik. Setelah itu, ia pergi ke Bagdad untuk menuntut ilmu selama 20 tahun. Pada 920, Al-Farabi mengembara ke Kota Harran, yang terletak di utara Suriah, yang saat itu menjadi pusat kebudayaan Yunani di Asia kecil.
2.5. IBNU MASKAWAIH Ibnu Miskawaih lahir di Iran pada tahun 330 H/932 M dan meninggal tahun 421 H/1030 M. Nama lengkapnya adalah Abu Ali Ahmad Ibnu Muhammad Ibnu Maskawaih. Ibnu Miskawaih melewatkan seluruh masa hidupnya pada masa kekhalifahan Abassiyyah yang berlangsung selama 524 tahun, yaitu dari tahun 132 sampai 654 H /750-1258 M.
3. Karya-karya intelektual
3.1. AL-KINDI Karya karya Al-Kindi diantaranya: 1.Kitab Al-Kindi ila Al-Mu’tashim Billah fi al-Falsafah al-Ula (tentang filsafat pertama), 2.Kitab al-Falsafah al-Dakhilat wa al-Masa’il al-Manthiqiyyah wa al Muqtashah wa ma fawqa al-Thabi’iyyah (tentang filsafat yang diperkenalkan dan masalah-masalah logika dan muskil, serta metafisika), 3 Kitab fi Annahu la Tanalu al-Falsafah illa bi ‘ilm al-Riyadhiyyah (tentang filsafat tidak dapat dicapai kecuali dengan ilmu pengetahuan dan matematika), 4.Kitab fi Qashd Aristhathalis fi al-Maqulat (tentang maksud-maksud Aristoteles dalam kategori-kategorinya), 5.Kitab fi Ma’iyyah al-‘ilm wa Aqsamihi (tentang sifat ilmu pengetahuan dan klasifikasinya)
3.2. AL-RAZI Karya paling terkenal dari Ar-Razi adalah Al-Hawi (buku komprehensif), yang merupakan ensiklopedi kedokteran sebanyak 20 jilid dan selama berabad-abad dipelajari oleh dunia kedokteran barat. Buku ini dianggap sebagai intisari ilmu kedokteran Arab, Yunani dan Persia
3.3. AL-FARABI 1. Al-Jam’u baina Ra’yay Al-Hakimain Aflathun wa Aristhu; 2. Tahqiq Ghardh Aristhu fi Kitab ma Ba’da Al-Thabi’ah; 3. Syarh Risalah Zainun Al-Kabir Al-Yunani; 4. Al-Ta’liqat; 5. Risalah fima Yajibu Ma’rifat Qabla Ta’allum Al-Falsafah; 6. Kitab Tashil Al-Sa’adah; 7. Risalah fi Isbat Al-Mufaraqah; 8. ‘Uyun Al-Masa’il; 9. Ara’ Ahl Al-Madinah Al-Fadhilah; 10. Ihsa Al-Ulum wa Al-Ta’rif bi Aghradiha; 11. Maqalat fi Ma’ani Al-Aql; 12. Fushus Al-Hikam; 13. Fushul Al-Hukm; 14. Risalat Al-‘Aql; 15. As-Siyasah Al-Madaniyah; 16. Al-Masa’il Al-Falsafiyah wa Al-Ajwibah Anha; 17. Risalah Shudira Biha Al-Kitab; 18. Risalah fi Jawab Masa’il Su’ila ‘Anha; 19. Syarh Kitab Al-Sama’ Al-Tabi’i li Aristutalis; 20. Syarh Kitab Al-Sama’ wa Al-A’lam li Aristutalis 21. Kitab fi Al-Wahid wa Al-Wahdah; 22. Kitab Al-Millat Al-Fadhilah; 23. Mausiqi Al-Kabir;
3.4. IKHWAN AL-SHOFA Kitab kumpulan pemikiran Ikhwan, yakni Rasa'il sangat berpengaruh bagi gerakan filsafat dan etika Islam sepanjang abad pertengahan. Terdapat sebanyak 52 risalah yang terbagi dalam empat bagian. Bagian pertama, berupa 14 risalah matematis mengenai angka. Bagian kedua, mengangkat aspek fisik materiil sebanyak 17 risalah. Bagian ketiga, terdapat 10 risalah yang berisi tema prinsip intelektual. Dan, bagian terakhir menjelaskan cara mendekatkan diri kepada Tuhan. Beberapa bagian risalah, urai Philip K Hitti, menjadi rangkuman sebuah pengetahuan. Tulisan dan pemikiran ilmiah Ikhwan sangat memengaruhi karya sejumlah ilmuwan terkemuka, di antaranya al-Ghazali.
3.5. IBNU MASKAWAIH Ia telah menyusun kitab Tahdzibul achlaq wa tathhirul a'raaq. Kemudian karyanya yang lain adalah Tartib as Sa'adah, buku ini berisi tentang akhlak dan politik. Ada juga Al Musthafa (syair pilihan), Jawidan Khirad (kumpulan ungkapan bijak), As Syaribah (tentang minuman).
4. Filsafat hasil pemikiran
4.1. Al-kindi Menurut Al-Kindi Filsafat adalah ilmu tentang hakikat sesuatu dalam batas kesanggupan manusia yang meliputi ilmu ketuhanan, ilmu keesaan (wahdaniyyah), ilmu keutamaan (fadhilah) dan kajian apapun yang berguna bagi kehidupan manusia
4.2. Al-farabi Pemikiran al-Farabi dalam bidang politik seperti negara utama menyerupai konsep negara idealnya Plato. Pemimpin adalah penggerak pertama masyarakat untuk mendapat kebahagiaan, sebagaimana kedudukan hati dalam jasad, sedangkan anggota tubuh lainnya adalah pembantu untuk menghasilkan kebahagiaan yang dicita-citakan
4.3. Al-razi Prinsip lima yang kekal (five co-eternal principles/ al-mabadi' al-Qadimah al- Khamsah) menurut al-Razi adalah: (1) Sang Pencipta, (2) jiwa universal, (3) materi pertama, (4) ruang absolut, dan (5) waktu absolut.
4.4. Ikhwan al-shofa Ikhwan al-Safa berpendapat bahwa Agama dan Ilmu rasional atau sains merupakan dua aspek Ketuhanan yang memiliki kesamaan dalam tujuan tertinggi. Keduanya hanya memiliki perbebedaan dalam hal furu' atau cabang, karena tujuan yang paling tinggi dari ilmu rasional atau filsafat ini yaitu Tuhan.
4.5. Ibnu maskawaih Ibnu Miskawaih menganut paham Neo-Platonisme tentang penciptaan alam oleh Tuhan. Ibnu Miskawaih menjelaskan bahwa entitas pertama yang memancar dari Tuhan adalah 'aql fa'al (akal aktif). Akal aktif ini bersifat kekal, sempurna, dan tidak berubah
5. Manfaat mempelajari filsafat islam
5.1. 1. Dapat menolong, mendidik, membangun diri sendiri untuk berpikir lebih mendalam dan menyadari bahwa ia adalah makhluk Tuhan. 2. Dapat memberikan kebiasaan dan kepandaian untuk melihat dan memecahkan persoalan-persoalan dalam hidup sehari-hari