GLOBALISASI DAN PERUBAHAN KOMUNITAS LOKAL
par 13. Khairrul luthfi_XIS1
1. Globalisasi dan Dampaknya terhadap Perubahan Sosial di Tingkat Lokal atau Komunitas
1.1. Pengertian
1.1.1. Globalisasi adalah suatu proses tatanan yang mendunia dan tidak mengenal batas wilayah. Secara hakikat, globalisasi adalah suatu proses dari gagasan yang dimunculkan oleh seseorang atau sekelompok orang di sebuah wilayah, kemudian ditawarkan untuk diikuti bangsa lain.
1.2. Karakteristik
1.2.1. Perubahan Konsep Ruang dan Waktu
1.2.2. Pasar dan produksi ekonomi di semua negara saling ketergantungan
1.2.3. Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa
1.2.4. Meningkatnya permasalahan bersama
1.3. Proses
1.3.1. a. Globalisasi Era Pra-Modern
1.3.2. b. Globalisasi Era Modern Awal
1.3.3. c. Modern Globalisasi Era Modern
1.3.4. d. Globalisasi Era Kontemporer
1.4. Faktor Pendorong
1.4.1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
1.4.2. Terbukanya Sistem Perekonomian Negara-negara di Dunia
1.4.3. mengglobalnya Pasar Uang
1.5. Teori
1.5.1. Cochrane dan Pain
1.5.1.1. pertanda globalisasi sebagai munculnya sebuah sistem ekonomi dan budaya global yang membuat manusia di seluruh dunia menjadi sebuah masyarakat tunggal yang global.
1.5.2. George Ritzer
1.5.2.1. era globalisasi ditandai dengan adanya sebuah perkembangan dalam bidang komunikasi.
1.5.3. Thomas Friedman
1.5.3.1. Dimensi Ideologi ini memiliki arti sebuah kapitalisme dan pasar bebas, sedangkan maksud dari dimensi teknologi adalah teknologi informasi yang sudah mempersatukan dunia
1.5.4. Roland Robertson
1.5.4.1. munculnya bentuk interpretasi terhadap berbagai produk global dalam konteks perilaku yang dilakukan oleh masyarakat dalam berbagai wilayah budaya.
1.5.5. Thomas Meyer
1.5.5.1. masyarakat di berbagai negara di dunia menjadi makin mirip dalam hal pemerintahan dan kebijakan, hal ini disebut isomorphism.
1.5.6. William Robinson
1.5.6.1. telah terjadi perubahan besar dari ekonomi dunia menjadi ekonomi global.
1.6. Gejala
1.6.1. Bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
1.6.2. Bidang Ekonomi
1.6.3. Bidang Politik
1.6.4. BIdang Agama
2. Strategi dan Berbagai Pendekatan Pemberdayaan untuk mengatasi Ketimpangan Sosial Akibat Globalisasi
2.1. Reaksi Komunitas Lokal Terhadap Globalisasi 1) Roland Robertson mencatat bahwa sebenarnya hal yang kita pilih dari bersifat global hanyalah hal yang menyenangkan bagi kita kemudian mengubahnya sehingga hal tersebut beradaptasi dan sesuai dengan budaya dan kebutuhan komunitas lokal (glokalisasi). 2) Kita dapat mencampur unsur global untuk menghasilkan penemuan baru dari hasil penggabungan itu misalnya mencampurkan bear tarian barat dengan gaya tradisional asia. 3) Pengetahuan kita tentang hal global dapat meninggikan kesadaran dan kesetiaan kita terhadap hal hal penting bagi komunitas lokal. 4) Beberapa kelompok religius dan etnis berusaha mencegah terjadinya globalisasi karena mengartikan gal tersebut sebagai sebuah bentuk penjajahan.
2.2. Sikap Selektif Terhadap Globalisasi Sikap selektif dibutuhkan sebagai sikap berhati-hati dalam memilah dan memilih pengaruh-pengaruh yang akan datang dari luar. Sikap arif dan bijaksana juga tidak kalah pentingnya karena pengaruh globalisasi dapat menjadi negatif yang mengakibatkan memudar nilai solidaritas dan cinta tanah air. Perlu adanya pembangunan moral bangsa yang mengedepankan nilai kejujuran, amanah, disiplin, gotong royong, tanggung jawab. Untuk memperkokokh ketahanan budaya nasional dan pengutamaan nilai budaya juga perlu untuk menangkal penetrasi budaya asing yang akan masuk.
2.3. Menghadapi Tantangan Globalisasi Menurut Selo soemardjan untuk menghadapi tantangan global, bangsa Indonesia membutuhkan unsur kepribadian ini : 1) Setiap individu harus mempunyai pengetahuan yang luas 2) Harus mempunyai keahlian 3) Mempunyai cita cita hidup 4) Memiliki kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara 5) Berperilaku sesuai nilai sosial dan kaidah hukum 6) Berperilaku sesuai nilai sosial dan kaidah hukum 7) Mempunyai kemampuan dan kebiasaan berpikir secara rasional
2.4. Pemberdayaan Masyarakat Pembedayaan masyarakat adalah upaya meningkatkan harkat dan martabat masyarakat yang mengalami kondisi miskin sehingga mereka dapat melepaskan diri. Pemberdauaan ini memiliki hubungan erat dengan dua konsep yaitu power (daya) dan disadvantaged (ketimpangan)
3. Globalisasi dan Dampak Ketimpangan Sosial di Masyarakat
3.1. Kesenjangan penguasaan IPTEK Contohnya: masih banyak sekolah-sekolah di daerah terpencil yang masih belum bisa mengakses teknologi seperti komputer dan internet, berbeda dengan sekolah di kota yang sudah terbiasa hal tersebut.
3.2. Kesenjangan Ekonomi Contohnya kelompok kaya dan kelompok miskin. Kelompok kaya memiliki gaya hidup serba mewah. Sedangkan kelompok miskin hidup serba kekurangan
3.3. Kesenjangan di BIdang Politik Contohnya Dominasi negara maju terhadap negara berkembang dan miskin.
3.4. Kesenjangan Sosial Budaya Contohnya Westernisasi yang menggerus budaya lokal.
4. Permasalahan Sosial Akibat Perubahan Sosial di Tingkat Lokal atau Komunitas Disebabkan Globalisasi
4.1. Kondisi ketidaksiapan atau ketidaksanggupan masyarakat dalam melakukan perubahan sosial (cultural shock)
4.2. Kondisi tidak seimbangnya unsur kebudayaan yang berkembang di dalam masyarakat (cultural leg)
4.3. Timbulnya Konsumerisme dalam masyarakat akibat mudahnya akses disegala bidang dalam kehidupan oleh globalisasi
4.4. Munculnya ketimpangan sosial dalam masyarakat, yaitu suatu kondisi yang tidak seimbang atau tidak dengan sebagaimana mestinya