PRINSIP DASAR, CIRI – CIRI, TEKNIK, SERTA OBJEK EVALUASI HASIL BELAJAR

Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
PRINSIP DASAR, CIRI – CIRI, TEKNIK, SERTA OBJEK EVALUASI HASIL BELAJAR por Mind Map: PRINSIP DASAR, CIRI – CIRI, TEKNIK, SERTA  OBJEK EVALUASI HASIL BELAJAR

1. Prinsip Dasar Evaluasi Hasil Belajar

1.1. Prinsip Keseluruhan

1.1.1. Evaluasi hasil belajar dapat dikatakan terlaksana dengan baik apabila evaluasi tersebut dilaksanakan secara bulat, utuh atau menyeluruh.

1.2. Prinsip Kesinambungan

1.2.1. Evaluasi hasil belajar yang baik adalah evaluasi hasil belajar yang dilaksanakan secara teratur dan sambung-menyambung dari waktu ke waktu.

1.3. Prinsip Objektivitas

1.3.1. evaluasi hasil belajar dapat dinyatakan sebagai evaluasi yang baik apabila dapat terlepas dari factor–faktor yang sifatnya subyektif.

2. Ranah Kognitif, Ranah Afektif, dan Ranah Psikomotor sebagai Objek Evaluasi Hasil Belajar

2.1. Ranah Kognitif

2.1.1. Ranah kognitif adalah ranah yang mencakup kegiatan mental (otak).

2.1.2. 6 jenjang proses berpikir dalam ranah kognitif : > Pengetahuan/hafalan/ingatan (knowledge) > Pemahaman (comprehension) > Penerapan (application) > Analisis (analysis) > Sintesis (synthesis) > Penilaian (evaluation).

2.2. Ranah Afektif

2.2.1. Ranah afektif adalah ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai.

2.2.2. Ranah afektif ditaksonomi menjadi 5 Jenjang : 1. Receiving 2. Responding 3. Valuing 4. Organization 5. Characterization by a value or value complex.

2.3. Ranah Psikomotor

2.3.1. Ranah psikomotor adalah ranah yang berkaitan dengan keterampilan (skill) atau kemampuan bertindak setelah seseorang menerima pengalaman belajar tertentu.

2.3.2. Diantara hasil ranah psikomotor itu adalah: a) Peserta didik bertanya kepada guru pendidikan agama Islam b) Peserta didik mencari informasi dan pengetahuan mengenai kedisiplinan. c) Peserta didik dapat memberikan penjelasan kepada orang terdekatnya mengenai pentingnya kedisiplinan

3. Ciri–ciri Evaluasi Hasil Belajar

3.1. > Pengukuran dilakukan secara tidak langsung. > Pengukuran menggunakan ukuran–ukuran yang bersifat kuantitatif (menggunakan simbol angka). > Kegiatan evaluasi hasil belajar menggunakan satuan–satuan yang didasarkan pada teori menyatakan sifat heterogen. > Prestasi belajar yang dicapai peserta didik dari waktu ke waktu sifatnya relatif. > Dalam kegiatan evaluasi hasil belajar, sulit menghindari terjadinya kekeliruan pengukuran (error).

4. Teknik – teknik Evaluasi Hasil Belajar Di Sekolah.

4.1. Teknik Tes : Evaluasi hasil proses pembelajaran di sekolah itu dilakukan dengan menguji peserta didik.

4.2. Teknik Non–Tes : Evaluasi dilakukan tanpa menguji peserta didik.