1. Plasma Nutfah untuk Breeding
1.1. Variasi: Jenis, Asal, Skala
1.1.1. Klasifikasi Tanaman
1.1.2. Jenis Variasi Antartanaman
1.1.2.1. Variasi Lingkungan
1.1.2.2. Variabilitas Genetik
1.1.2.2.1. Asal
1.1.2.2.2. Bioteknologi
1.1.3. Skala
1.1.3.1. Kualitatif
1.1.3.2. Kuantitatif
1.2. Domestikasi Tanaman
1.2.1. Proses memilih tanaman yang dikehendaki dari populasi tanaman yang tumbuh liar untuk dibudidayakan secara menetap dan berlanjut
1.2.2. Genetik Bottleneck
1.2.2.1. Hilangnya keragaman / variabilitas genetik selama domestikasi tanaman berlangsung
1.2.3. Model Domestikasi
1.2.3.1. Model 1 (Model Roti Gandum)
1.2.3.1.1. Poliploidisasi merupakan mekanisme paling signifikan dalam proses domestikasi
1.2.3.2. Model 2 (Model Katun)
1.2.3.2.1. Poliploidisasi terjadi sebelum domestikasi
1.2.3.3. Model 3 (Model Kedelai)
1.2.3.3.1. Drift adalah faktor terpenting dalam model ini.
1.2.3.4. Model 4 (Model Cabai)
1.2.3.4.1. Seleksi, penyimpangan dan hibridisasi merupakan faktor penting dalam model ini.
1.3. Sumber Daya Genetik Tanaman
1.3.1. Sumber plasma nutfah untuk pemuliaan tanaman
1.3.1.1. Domesticated Plants
1.3.1.1.1. Kultivar Komersial
1.3.1.1.2. Breeding materials
1.3.1.1.3. Landrace
1.3.1.1.4. Introduksi
1.3.1.1.5. Stok Genetik
1.3.1.2. Undomesticared Plants
1.3.1.3. Spesies dan Genera lainnya
1.3.2. Konsep Gene Pool Tanaman Budidaya
1.3.2.1. Primary Gene Pool (GP1)
1.3.2.2. Secondary Gene Pool (GP2)
1.3.2.3. Tertiary Gene Pool (GP3)
1.3.3. Mengatasi Kerentanan Tanaman
1.3.3.1. Penyechekan Kenyataan
1.3.3.2. Menggunakan Plasma Nutfah Liar
1.3.3.3. Pergeseran Paradigma
1.3.3.4. Penggunaan Bioteknologi
1.3.3.5. Piramida Gen
1.3.4. Konservasi Sumber Daya Genetik Tanaman
1.3.4.1. Erosi Genetik
1.3.4.1.1. Faktor Alam
1.3.4.1.2. Tindakan Produsen Tanaman
1.3.4.1.3. Tindakan Breeders
1.3.4.1.4. Permasalahan Konservasi Plasma Nutfah
1.3.4.1.5. Tindakan Umum
1.3.5. Pendekatan Konservasi Plasma Nuftah
1.3.5.1. Konservasi In-Situ
1.3.5.2. Konservasi Ex-Situ
1.3.6. Jenis Koleksi Plasma Nutfah Tanaman
1.3.6.1. Base Collection
1.3.6.2. Backup Collection
1.3.6.3. Active Collection
1.3.6.4. Breeders Collection
1.3.7. Teknologi Penyimpanan Plasma Nutfah
1.3.7.1. Seed Storage
1.3.7.2. Field Growing
1.3.7.3. Cryopreservation
1.3.7.4. In Vitro Storage
1.3.7.5. Molecular
2. Generatif (Seksual)
2.1. Pembuahan
2.1.1. Self-Fertilization (Gymnospermae)
2.1.2. Cross-Fertilization (Angiospermae)
2.2. Bagian-Bagian Bunga
2.2.1. Perhiasan Bunga
2.2.1.1. Bunga Lengkap (Petal, Sepal, Stamen, Pistil)
2.2.1.2. Bunga Tidak Lengkap
2.2.2. Alat Perkembangbiakan
2.2.2.1. Bunga Sempurna (Jantan dan Betina)
2.2.2.2. Bunga Tidak Sempurna
2.3. Penyerbukan
2.3.1. Berdasarkan Faktor Penyebab
2.3.1.1. Anemogami (Angin)
2.3.1.2. Hidrogami (Air)
2.3.1.3. Zodiogami (Hewan)
2.3.1.4. Antropogami (Manusia)
2.3.2. Berdasarkan Asal Serbuk Sari
2.3.2.1. Autogami (Penyerbukan sendiri = serbuk sari dari satu bunga)
2.3.2.2. Geitonogami (Penyerbukan tetangga = serbuk sari dari bunga berbeda, tetapi satu tanaman)
2.3.2.3. Allogami (Penyerbukan silang = serbuk sari dari bunga dan tanaman yang berbeda, tetapi sejenis)
2.3.2.4. Bastar (Serbuk sari dari bunga, tanaman, dan jenis yang berbeda)
3. Vegetatif (Aseksual)
3.1. Vegetatif Alami
3.1.1. Spora (Paku-pakuan, lumut, jamur)
3.1.2. Tunas (Pisang, bambu, tebu) Tunas Adventif/daun (cocor bebek, cemara)
3.1.3. Umbi lapis (bawang merah, tulip)
3.1.4. Umbi batang (kentang, ubi jalar)
3.1.5. Umbi akar (wortel, lobak)
3.1.6. Rhizoma/akar tinggal (jahe, kunyit)
3.1.7. Geragih / Stolon (strawberry, rumput teki)
3.2. Vegetatif Buatan
3.2.1. Stek (mawar, singkong)
3.2.2. Cangkok (mangga, jambu)
3.2.3. Okulasi (menempel tunas)
3.2.4. Mengenten (menyambung tanaman)
3.2.5. Merunduk (apel, melati)
3.2.6. Bioteknologi
3.2.6.1. Konvensional
3.2.6.2. Modern
3.2.6.2.1. Hibridisasi
3.2.6.2.2. Kultur Jaringan (Tissue Culture)
3.2.6.2.3. Kloning