1. Dasar Ilmu
1.1. Pariwisata dan Kepariwisataan
1.1.1. Pariwisata adalah berbagai macam kegiatan wisata dan didukung berbagai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, dan pemerintah (UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Kepariwisataan)
1.1.2. Kepariwisataan yakni keseluruhan kegiatan yang terkait dengan pariwisata dan bersifat multidimensi serta multidisiplin yang muncul sebagai wujud kebutuhan setiap orang dan negara serta interaksi antara wisatawan dan masyarakat setempat, sesama wisatawan, pemerintah, dan pengusaha (UU Nomor 9 Tahun 2010 tentang Kepariwisataan)
1.2. Mengapa Pariwisata Perlu Dipelajari dan Direncanakan
1.2.1. Pariwisata perlu dipelajari untuk menggali pendekatan, metode, prinsip, serta model dalam rangka pengembangan dan pengelolaannya untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dengan mengindahkan kelestarian lingkungan alam
1.2.2. Pariwisata perlu direncanakan karena sifatnya yang multidimensi, multidisiplin, dan multiaktor sehingga memerlukan perencanaan yang komprehensif untuk menjembatani berbagai kepentingan melalui koridor perencanaan yang sesuai dengan kaidah yang berlaku
1.3. Keterkaitan Pariwisata dengan Bidang Ilmu Lainnya
1.3.1. Pariwisata dengan Planologi berkaitan dengan pengaturan ruang dimana pariwisata itu berada
1.3.2. Pariwisata dengan Ilmu Komunikasi berkaitan dengan pentingnya komunikasi untuk mengakomodir sekaligus mengarahkan kepentingan dari masing-masing stakeholder dalam tiap proses mulai dari perencanaan, pemanfaatan, dan pengawasan
1.3.3. Pariwisata dengan Ilmu Sosial berkaitan dengan interaksi antar institusi atau aktor dalam keberlangsungan pariwisata. Interaksi tersebut kemudian menghasilkan hubungan sebab akibat maupun saling ketergantungan, sehingga perlu menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata
1.3.4. Pariwisata dengan Ilmu Geografi berhubungan dengan kondisi fisik alam yang dimanfaatkan sebagai atraksi wisata maupun wilayah tempat asal wisatawan berada
1.3.5. Pariwisata dengan Ilmu Ekonomi berkaitan dengan aktivitas pariwisata yang mendatangkan keuntungan ekonomi
1.3.6. Pariwisata dengan Ilmu Transportasi berkaitan dengan akses transportasi dari, menuju, dan di dalam destinasi wisata
2. Materi Inti
2.1. Elemen Kepariwisataan
2.1.1. Wisatawan, yaitu orang yang melakukan kegiatan wisata, menikmati berbagai layanan dalam perjalanan wisatanya
2.1.2. Elemen Geografi, meliputi daerah asal wisatawan, tempat atau rute transit menuju daerah tujuan wisata, dan daerah tujuan wisata
2.1.3. Industri Pariwisata, yaitu bisnis dan organisasi yang membantu mempromosikan dan memasarkan produk wisata
2.2. Sistem Kepariwisataan
2.2.1. Permintaan Pariwisata (Demand)
2.2.1.1. Karakteristik Wisatawan
2.2.1.1.1. Usia wisatawan yang berpengaruh terhadap pemilihan destinasi berdasarkan jenis aktivitasnya, misalnya wisatawan remaja menyenangi aktivitas mendaki gunung sementara wisatawan lansia memilih menikmati keasrian alam atau tempat bersejarah tanpa mengeluarkan tenaga yang berlebih
2.2.1.1.2. Daerah asal wisatawan yang berpengaruh terhadap pemilihan destinasi wisata yang dituju. Seperti misalnya masyakarat perkotaan yang umumnya memilih berwisata ke daerah perdesaan
2.2.1.1.3. Pendapatan wisatawan akan menentukan pemilihan destinasi dan fasilitas akomodasi yang dipilih, sementara status pernikahan juga mempengaruhi pemilihan destinasi dari segi kelengkapan fasilitasnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga (apabila berwisata dengan keluarga)
2.2.1.2. Motivasi Wisatawan
2.2.1.2.1. Alasan pendidikan dan kebudayaan
2.2.1.2.2. Alasan santai, kesenangan, dan petualangan
2.2.1.2.3. Alasan kesehatan, olahraga, dan rekreasi
2.2.1.2.4. Alasan keluarga, negeri asal, dan tempat bermukim
2.2.1.2.5. Alasan bisnis, politik, sosial, dan konferensi
2.2.1.2.6. Alasan persaingan dan hadiah
2.2.2. Perantara (Intermediaries)
2.2.2.1. Aksesibilitas
2.2.2.1.1. Aksesibilitas fisik berupa aksesibilitas pada bangunan umum, jalan umum, sarana transportasi
2.2.2.1.2. Aksesibilitas non fisik berupa kemudahan arus informasi dan pelayanan umum
2.2.2.2. Paket Wisata yang Disediakan Agen Perjalanan Wisata maupun Operator Perjalanan
2.2.3. Produk Wisata dan Penyediaan
2.2.3.1. Jenis Wisata
2.2.3.1.1. Wisata Bahari atau maritim
2.2.3.1.2. Wisata Buru
2.2.3.1.3. Wisata Konvensi
2.2.3.1.4. Wisata Kelas Atas/Deluxe Tourism
2.2.3.1.5. Wisata Tragedi/Dark Tourism
2.2.3.1.6. Wisata Primitif
2.2.3.1.7. Wisata Massal
2.2.3.1.8. Wisata Pendidikan
2.2.3.1.9. Wisata Budaya
2.2.3.1.10. Wisata Leisure
2.2.3.2. Infrastruktur Pariwisata di Destinasi
2.2.3.2.1. Akomodasi yaitu tempat wisatawan tinggal sementara untuk menginap
2.2.3.2.2. Amenitas yeitu terkait dengan kebutuhan makan dan minum wisatawan, serta hiburan lainnya
2.2.3.2.3. Atraksi yaitu daya tarik wisata yang berasal dari alam, buatan manusia, warisan budaya, maupun berupa event atau perayaan
2.2.3.2.4. Aktivitas yaitu kegiatan yang dapat dilakukan wisatawan selama berkunjung di destinasi
2.2.3.2.5. Pelayanan Umum yaitu layanan publik yang dibutuhkan wisatawan selama berada di destinasi seperti bank, telekomunikasi, rumah sakit
2.3. Siklus Daerah Tujuan Wisata
2.3.1. Eksplorasi yaitu tahap dimana kunjungan wisatawan masih terbatas dengan kondisi destinasi belum berkembang dan penyediaan fasilitas masih bergantung pada fasilitas yang ada pada permukiman sekitar
2.3.2. Keterlibatan, yaitu tahap dimana masyarakat dan aktor lain mulai tertarik untuk mengembangkan pariwisata secara sederhana
2.3.3. Pengembangan, yaitu tahap dimana kunjungan wisatawan semakin meningkat. Investor mulai berdatangan untuk mengembangkan wisata lebih masif
2.3.4. Konsolidasi, yaitu tahap yang terjadi bersamaan dengan fase pengembangan dimana kegiatan pemasaran secara massal dan masif dilakukan untuk menarik wisatawan
2.3.5. Stagnasi, yaitu tahap dimana pengembangan pariwisata telah mencapai fase puncak tertinggi dan mulai menuju ambang kapasitas
2.3.6. Penurunan terjadi apabila pengelola wisata tidak bisa mengatasi fase stagnasi dengan baik sehingga destinasi wisata kehilangan citra menariknya di mata wisatawan
2.3.7. Pengembangan kembali merupakan fase dimana destinasi wisata berhasil beradaptasi dari fase stagnasi, melalui penggalian sumber daya yang belum dimanfaatkan dan inovasi dalam pemasaran produk
3. Isu Kontemporer
3.1. Pariwisata Selama Pandemi Covid-19
3.1.1. Terbatasnya akses lintas negara karena adanya negara yang menutup perbatasannya sehingga menyebabkan penurunan jumlah wisatawan mancanegara
3.1.2. Pendapatan daerah dari sektor pariwisata menurun drastis, pelaku usaha merugi hingga mengurangi jumlah karyawannya
3.1.3. Penutupan objek wisata dalam beberapa waktu, sementara infrastruktur pendukung seperti sarana akomodasi dan gastronomi tetap beroperasi untuk bertahan di masa pandemi
3.1.4. Penerapan protokol kesehatan saat menuju dan berada di destinasi wisata, termasuk memenuhi persyaratan kesehatan berupa hasil uji PCR negatif
3.1.5. Perlunya merefleksikan diri untuk menyusun strategi ekonomi yang berkelanjutan dan tangguh, khususnya di sektor pariwisata, sehingga masyarakat masih dapat bertahan apabila menghadapi krisis serupa di masa depan
3.1.6. Pandemi yang akan mengubah wajah dan tren pariwisata di masa depan, sehingga perlu diantisipasi dan diadaptasi oleh para pemangku kepentingan
3.2. Dampak Pariwisata terhadap Ekonomi
3.2.1. Dampak langsung, yaitu dampak yang dapat dilihat dari pendapatan domestik bruto yang dihasilkan dari kegiatan yang secara langsung terkait dengan pariwisata seperti hotel, agen perjalanan, maskapai penerbangan, restoran, tur operator, dan kegiatan lainnya yang berfungsi untuk memfasilitasi wisatawan dalam berwisata
3.2.2. Dampak tidak langsung, yaitu dampak yang timbul karena kegiatan yang dilakukan oleh industri di sektor pariwisata
3.2.2.1. Modal investasi pariwisata, termasuk investasi modal dalam semua sektor yang terlibat langsung dalam industri pariwisata serta pengeluaran oleh bisnis di sektor lain pada aset pariwisata seperti transportasi atau akomodasi
3.2.2.2. Pengeluaran pemerintah untuk pariwisata, yaitu pengeluaran untuk mendukung sektor pariwisata yang dapat mencakup belanja nasional dan lokal, meliputi pengeluaran untuk promosi wisata, layanan pengunjung, administrasi, dll
3.2.2.3. Efek rantai pasokan, mewakili pembelian barang dan jasa domestik sebagai input untuk produksi output akhir oleh bisnis dalam sektor pariwisata
3.2.3. Induced, mewakili kontribusi pariwisata yang lebih luas melalui pengeluaran-pengeluaran yang secara langsung atau tidak langsung dipekerjakan oleh sektor pariwisata, seperti pengeluaran atau belanja karyawan restoran, karyawan hotel, dll
3.3. Dampak Pariwisata terhadap Sosial Budaya
3.3.1. Dampak terhadap keterkaitan dan keterlibatan antara masyarakat setempat dengan masyarakat yang lebih luas, termasuk tingkat otonomi dan ketergantungannya
3.3.2. Dampak terhadap hubungan interpersonal antara anggota masyarakat
3.3.3. Dampak terhadap dasar-dasar organisasi/kelembagaan sosial
3.3.4. Dampak terhadap migrasi dari dan ke destinasi pariwisata
3.3.5. Dampak terhadap ritme kehidupan sosial masyarakat
3.3.6. Dampak terhadap pola pembagian kerja
3.3.7. Dampak terhadap stratifikasi dan mobilitas sosial
3.3.8. Dampak terhadap distribusi pengaruh dan kekuasaan
3.3.9. Dampak terhadap meningkatnya penyimpangan-penyimpangan sosial
3.3.10. Dampak terhadap kesenian dan adat istiadat
3.4. Dampak Ekonomi terhadap Lingkungan
3.4.1. Dampak terhadap eksploitasi alam untuk aktivitas pariwisata
3.4.2. Dampak terhadap kondisi alam yang tercemar oleh polusi akibat aktivitas pariwisata
3.4.3. Dampak terhadap meningkatnya awareness masyarakat dalam pelestarian lingkungan sehingga memunculkan konsep pembangunan berkelanjutan