Sistem Filsafat pada Pancasila

Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
Sistem Filsafat pada Pancasila por Mind Map: Sistem Filsafat pada Pancasila

1. Mengapa Pancasila dikatakan sebagai sistem filsafat?

1.1. Pertama

1.1.1. Pertama, bangsa Indonesia sebagai asal mula bahan (causa materialis) terdapat dalam adat kebiasaan, kebudayaan dan dalam agama-agamanya

1.2. Kedua

1.2.1. kedua, seorang anggota Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), yaitu Bung Karno yang kemudian bersama-sama Bung Hatta menjadi Pembentuk Negara, sebagai asal mula bentuk atau bangun (causa formalis) dan asal mula tujuan (causa finalis) dari Pancasila sebagai calon dasar filsafat Negara

2. Landasan Epistemologis Filsafat Pancasila

2.1. Epistemologi adalah cabang filsafat pengetahuan yang membahas tentang sifat dasar pengetahuan, kemungkinan, lingkup, dan dasar umum pengetahuan.

2.2. Kaelan (2002: 96) mengemukakan bahwa Pancasila merupakan pedoman atau dasar bagi bangsa Indonesia dalam memandang realitas alam semesta, manusia, masyarakat, bangsa dan negara tentang makna hidup serta sebagai dasar bagi manusia dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi dalam hidup dan kehidupan.

3. Landasan Aksiologis Pancasila

3.1. Landasan aksiologis Pancasila artinya nilai atau kualitas yang terkandung dalam sila-sila Pancasila. Sila pertama mengandung kualitas monoteis, spiritual, kekudusan, dan sakral. Sila kemanusiaan mengandung nilai martabat, harga diri, kebebasan, dan tanggung jawab. Sila persatuan mengandung nilai solidaritas dan kesetiakawanan. Sila keempat mengandung nilai demokrasi, musyawarah, mufakat, dan berjiwa besar. Sila keadilan mengandung nilai kepedulian dan gotong royong.

4. Sumber Pancasila sebagai Sistem Filsafat

4.1. Sumber Historis

4.1.1. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa

4.1.2. Sila Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab

4.1.3. Sila Persatuan Indonesia

4.1.4. Sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan

4.1.5. Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia

5. Pengertian Filsafat

5.1. Philosophy is a set of attitudes and beliefs towards life and nature that are usually accepted uncritically. (informal meaning)

5.2. Philosophy is a process of criticism or thought towards beliefs and attitudes that are highly valued. (formal meaning)

5.3. Philosophy is an attempt to get the whole picture. (comprehensive meaning).

5.4. Philosophy is a logical analysis of language and an explanation of the meaning of words and concepts. (meaning of linguistic analysis).

5.5. Philosophy is a set of problems that immediately get human attention and answer it by philosophers. (actual-fundamental meaning)