APLIKASI PSIKODIAGNOSTIKA DALAM BERBAGAI BIDANG PSIKOLOG

Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
APLIKASI PSIKODIAGNOSTIKA DALAM BERBAGAI BIDANG PSIKOLOG por Mind Map: APLIKASI PSIKODIAGNOSTIKA   DALAM BERBAGAI BIDANG   PSIKOLOG

1. Psikologi Pendidikan

1.1. Cognito (Lembaga Non-Pemerintah)

1.1.1. Metode dalam Pemberian Layanan Psikologi

1.1.1.1. Asesmen

1.1.1.2. Konseling

1.1.1.3. c

1.1.1.4. Psikoterapi

1.1.2. Jenis-jenis Klien

1.1.2.1. Asesmen

1.1.2.1.1. Tes Kesiapan Sekolah

1.1.2.1.2. Tes Bakat & Minat

1.1.2.1.3. Tes Potensi

1.1.2.2. Asesmen-Intervensi

1.1.2.2.1. Gangguan Konsentrasi

1.1.2.2.2. Hambatan Perkembangan (motorik, bahasa & bicara)

1.1.2.2.3. Self-regulated Learning

1.1.2.2.4. Stres Akademik

1.1.2.2.5. Konflik Keluarga

1.1.2.2.6. Self Harm

1.1.2.2.7. Bullying

1.1.2.2.8. Kecenderungan Adiksi (game online, pornografi, narkoba)

1.1.3. Metode Pengukuran

1.1.3.1. Observasi

1.1.3.2. Wawancara

1.1.3.3. Alat Tes

1.1.3.3.1. Tes Intelegensi

1.1.3.3.2. Sikap Belajar

1.1.3.3.3. Sikap Kerja

1.1.3.3.4. Kepribadian

1.1.3.3.5. Tes Kesiapan Sekolah

1.1.3.3.6. Tes Bakat & Minat

1.1.3.4. Data Tambahan

1.1.3.4.1. Skala

1.1.3.4.2. Form Data Diri Pendidikan

1.1.4. Isu Terkini

1.1.4.1. Beberapa alat tes yang digunakan sudah tersebar bahkan dikalnagan non-psikologi

1.1.4.2. Beberapa bahsa yang ada dalam alat tes kurang dipahami anak. Misalnya, kata amplop, intan, ketip, dll.

1.1.4.3. Beberapa tes bakat & minat dipandang sebagai tes yang bias gender. Laki-laki cenderung memiliki skor yang lebih tinggi daripada perempuan dalam kemampuan hitungan. Perempuan memiliki skor rata-rata yang lebih tinggi daripada kemampuan verbal. Walaupun tidak ada perbedaan signifikan antara skor laki-laki dan perempuan pada tes intelengensi

1.1.5. Tantangan

1.1.5.1. Beberapa klien rujukan dari guru di sekolah yang biasanya orangtua kurang koooperatif

1.1.5.2. Beberapa klien ramaja yang datang bukan dengan kesadaran sendiri

1.1.5.3. Untuk klien anak, waktu asesmen bisa lebih lama dari jadwal yang sudah ditentukan

1.1.5.4. Terkadang beberapa klien (orangtua & remaja) yang datang sudah melakukan self-diagnose lebih dulu

1.1.5.5. Kurangnya konsisten antara penerpan intervensi di biro, sekolah dan di rumah

2. Psikologi Perkembangan

2.1. Dwipayana (Biro)

2.1.1. Jenis-jenis Klien

2.1.1.1. Anak

2.1.1.1.1. Tes Masuk SD

2.1.1.1.2. Tes Bakat & Minat

2.1.1.1.3. Tes Bakat & Minat

2.1.1.1.4. Terapi Gerak

2.1.1.2. Remaja

2.1.1.2.1. Tes Bakat & Minat

2.1.1.2.2. Tes Penjurusan

2.1.1.2.3. Tes Kesulitan Belajar

2.1.1.2.4. Konseling

2.1.1.3. Dewasa

2.1.1.3.1. Asesmen

2.1.1.3.2. Psikotes Karyawan

2.1.1.3.3. Konseling Keluarga

2.1.1.3.4. Konseling Pribadi

2.1.1.4. Lansia

2.1.1.4.1. Psikoedukasi

2.1.1.4.2. Konseling

2.1.2. Penerapan & Alat Tes

2.1.2.1. Observasi & Wawancara

2.1.2.2. Tes Intelegensi

2.1.2.2.1. WISC

2.1.2.2.2. WPPSI

2.1.2.2.3. IST

2.1.2.2.4. TIKI

2.1.2.2.5. WB

2.1.2.2.6. CFIT

2.1.2.3. Tes Proyektif

2.1.2.3.1. Grafis

2.1.2.3.2. EPPS

2.1.2.3.3. PAPI

2.1.2.3.4. DISC

2.1.2.4. Tes Non-proyektif

2.1.2.5. Paull & Kraeplin

2.1.2.6. Data Diri (Riwayat Hidup)

2.1.2.7. Anamnesa

2.1.3. Masalah yang Dihadapi saat Praktek

2.1.3.1. Masalah Internal Psikolog

2.1.3.2. Lingkungan Kerja

2.1.3.3. Berbagai Masalah dari Klien

2.1.4. Isu-isu/Pelanggaran dalam Penerapan Alat Tes

2.1.4.1. Butuh kehati-hatian dalam operasional dan interpretasi terhadap alat tes online yang sangat berkembang

2.1.4.2. Perlu memahami dasar dari penentuan berbagai aspek dan item-item soal

2.1.4.3. Kurang tepat dalam menggunakan alat tes tanpa tahu kebutuhan dan kegunaannya

2.1.4.4. Kelebihan dalam memberikan tools alat tes untuk mengukur aspek tertentu

2.1.4.5. Kesalahan administrasi tes dapat mempengaruhi skor maupun interpretasi hasil tes

2.1.4.6. Update tentang penguasaan alat tes cukup mempengaruhi ketepatan dalam dignosa

3. Pusat Layanan Psikologi Fak. Psikologi UNM

3.1. Divisi

3.1.1. Industri & Organisasi

3.1.1.1. Memberikan pengukuran potensi psikologis dan komptensi dalam rangka seleksi, evaluasi, promosi, mutasi, maupun pengembangan SDM

3.1.2. Pendidikan & Perkembangan

3.1.2.1. Memberikan pengukuran potensi psikologis dan komptensi dalam pendidikan dan perkembangan

3.1.3. Konseling

3.1.3.1. Layanan yang diberikan untuk membantu klien mengatasi masalah psikologis yang di alami dan membantu pengembangan diri pribadi

3.1.4. Klinik Tumbuh Kembang Anak & Remaja

3.1.4.1. Layanan yang diberikan kepada anak dan remaja maupun keluarga yang memiliki hambatan. gangguan dan penyimpangan perilaku

3.2. Jenis-jenis Pelayanan

3.2.1. Psikotest

3.2.1.1. Bidang PIO: Seleksi, rekruitmen, assesment center, job fit

3.2.1.2. Bidang Pendidikan & Perkembangan: Tes intelegensi (tes IQ), tes bakat & minat, tes kesiapan sekolah, tes beasiswa, kesulitan belajar.

3.2.2. Assesment Center

3.2.3. Konseling/Coaching

3.2.3.1. Individu & kelompok, anak, remaja, keluarga

3.2.4. Penelitian

3.2.5. Terapi

3.2.5.1. Perilaku, CBT, ABA, speech delay, forgiveness

3.2.6. Pelatihan

3.2.6.1. Bidang Organisasai

3.2.6.1.1. Stres manajemen

3.2.6.1.2. Keterampilan konseling bagi para manajemen

3.2.6.1.3. Kepemimpinan efektif

3.2.6.1.4. Pelayanan Prima

3.2.6.1.5. Komunikasi efektif

3.2.6.1.6. Interpersonal Skill

3.2.6.1.7. Team building

3.2.6.1.8. Team Work

3.2.6.1.9. Keterampilan Prestasi

3.2.6.2. Bidang Pendidikan

3.2.6.2.1. Belajar efektif

3.2.6.2.2. Pengelolaan kelas

3.2.6.2.3. Pendampingan ABK

3.2.6.2.4. Pengembangan diri

3.2.6.2.5. Pengembangan AUD bagi guru PAUD

3.2.6.2.6. Positive Parenting

3.2.6.2.7. Pelatihan calon pelatih

3.3. Metode dalam Pemeberian Layanan Psikologi

3.3.1. Tes Psikologi

3.3.1.1. Paper & pencil test

3.3.2. Wawancara

3.3.3. Simulasi

3.3.3.1. Role play

3.3.3.2. FGD/LGD

3.3.3.3. Presentasi

3.3.3.4. Analisis kasus

3.3.3.5. Menulis Proposal

3.4. Peran PLP Bagi Kemahasiswaan

3.4.1. Wadah untuk belajar berkaitan dengan layanan jasa psikologi

3.4.2. Wadah untuk magang, kerja profesional, menambah skill. serta pengalaman

3.4.3. Melibatkan mahasiswa dalam kegiatan kemahasiswaan

3.4.4. Mendukung penelitian mahasiswa antar intuisi

3.4.5. Memberikan konseling pada mahasiswa dan masyarakat terdampak pandemic

3.4.6. Psikoedukasi masyarakat

3.4.7. Mendukung program Fak. Psikologi UNM dalam upaya menjalin kerjasama dengan berbagai instansi dan intuisi, pemerintah maupun swasta

3.5. Penerapan Alat Tes dan Tujuannya

3.5.1. Untuk mengungkap aspek-aspek psikologis

3.5.2. Terdapat beragam alat tes psikologi untuk mengungkap/mengukur suatu aspek psikologi, maka diperlukan kejelian dan kecermatan dalam penggunaannya dengan melihat situasi dan kondisi yang ada

3.5.3. Perlu memastika bahwa tester menguasai cara menyajikan tes sesuai dengan prosedur penyajian tes, men-score dan melkukan penormaan

3.5.4. Penting untuk melakukan observasi selama alat tes digunakan untuk menghindari terjadinya kecurangan, penyalahgunaan alat tes serta melihat respon klien terhadap tes

3.5.5. Kerahasiaan alat tes sangat penting untuk di jaga

3.6. Isu-isu Terkini Tentang Alat Tes

3.6.1. Penggunaan tes psikologi secara online

3.6.2. Kebocoran tes psikologi di media sosial

3.6.3. Etika dalam penerapan alat tes

4. Psikologi Klinis

4.1. General health, Mental health, Patologi/abnormalitas

4.2. Tujuan Intervensi Klinis

4.2.1. Mengenali abnormalitas/psikopatologi, gangguan, akar dari gangguan

4.2.2. Meningkatkan kesehatan mental, menyembuhkan gangguan mental, mengoptimalkan keberfungsian dan kesehatan mental pasien/klien

4.3. Alur Penanganan Klinis

4.3.1. Asesmen --> Diagnosis --> Intervensi

4.4. Asesmen

4.4.1. Observasi & Wawancara

4.4.1.1. Pesan eksplisit

4.4.1.2. Pesan implisit

4.4.1.3. Ide --> Emosi --> Perilaku overt

4.4.2. Psikotes Proyektif

4.4.2.1. Grafis & WZT

4.4.2.2. SandTray

4.4.2.3. Doodle

4.4.2.4. Rorschach

4.4.2.5. TAT

4.4.3. Psikotes Non-proyektif

4.4.3.1. EPPS

4.4.3.2. SPM/CPM

4.4.3.3. IST

4.4.3.4. WAIS/WISC