1.1. Bertuhan, beragama dan menempatkan hukum tuhan sebagai landasan
1.2. Damai, masing-masing elemen menghormati pihak lain secara adil
1.3. Tolong menolong dalam urusan sosial, tanpa mencampuri urusan internal.
1.4. Toleran, tidak mencampuri urusan pribadi pihak lain yang telah diberikan oleh Allah sebagai kebebasan manusia.
1.5. Keseimbangan antara hak dan kewajiban, setiap anggota masyarakat memiliki hak dan kewajiban yang seimbang untuk menciptakan kedamaian, kesejahteraan dan keutuhan masyarakat sesuai dengan kondisinya masing-masing.
1.6. Berperadaban tinggi, cinta iptek dan memanfaatkannya untuk kemaslahatan
1.7. Berakhlak mulia, substansi dan aplikasinya tidak menyimpang dari nilai-nilai ketuhanan.
2. PILAR PENEGAK
2.1. a. Kualitas Sumber Daya Umat Islam
2.2. Sebenarnya Allah menyatakan bahwa umat Islam adalah sebagai umat yang terbaik (khoiro ummah)
2.3. Namun demikian keunggulan Umat Islam tersebut adalah bersifat normatif potensial, bukan riil pasti.
2.4. Dalam sejarah Islam keunggulan pernah terjadi pada masa Bani Abbasyiyah, kemudian pada pertengahan abad 13 mengalami kemunduran lagi, dan sampai sekarang masih tertinggal, sehingga sangat memerlukan kesadaran dan semangat umat Islam untuk bangkit dan maju kembali
2.5. b. Posisi Umat Islam
2.6. Saat ini masih belum menunjukkan kualitasnya yang unggul/masih rendah padahal jumlah dan potensi alamnya sangat mendukung.
2.7. Eksploitasi alamnya banyak dilakukan oleh kalangan non Islam, sehingga keuntungan besar diperoleh mereka
2.8. Sistem sosial, politik, budaya, ekonominya masih belum dijiwai oleh nilai-nilai Islam, bahkan sebagian tokoh-tokohnya belum mencerminkan akhlak Islam
3. DEFINISI
3.1. Madani merupakan penyifatan terhadap kondisi dan sistem kehidupan di kota madinah, kata madany sendiri berkaitan dengan kata madinah yang berarti kota.
3.2. Masyarakat madani adalah masyarakat yang beradab, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, yang maju dalam pengusaan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam hal ini juga disebut dengan Masyarakat Mutamaddin
3.3. Dalam Al-Quran Allah memberikan ilustrasi masyarakat ideal sebagai gambaran masyarakat madani dengan sebutan Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur
3.4. Munculnya istilah Masyarakat Madani sebenarnya adalah berkaitan dengan munculnya istilah civil society
4. DASAR DAN SYARAT
4.1. Lahir dari landasan, motivasi dan etos keagamaan.
4.2. Menekankan pada aspek etika.
4.3. Masyarakat Madani vis a vis Masyarakat Badawi/terbelakang.
4.4. Bersifat menjunjung tinggi peradaban, budaya.