1. 3. Identifikasi Jenis - Jenis Penelitian
1.1. Penelitian Eksperimen
1.1.1. Penelitian ini termasuk dalam metode penelitian kuantitatif, yang digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
1.2. Penelitian Deskriptif
1.2.1. Penelitian deskripti yang menggunakan metode penelitian dengan proses datanya memungkinkan peneliti untuk menghasilkan deskripsi tentang fenomena sosial yang diteliti.
1.3. Penelitian Korelasional
1.3.1. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif yang berupaya mendeteksi ada atau tidaknya korelasi antar variabel.
1.4. Penelitian Studi Kasus
1.4.1. Penelitian atau strategi dalam penelitian untuk mengungkapkan kasus tertentu.
1.5. Penelitian Etnografi
1.5.1. Penelitian etnografi bermula dari penelitian antropologi yang berusaha mengamati budaya di suatu tempat.
2. 4. Langkah - Langkah Melakukan Penelitian
2.1. Merumuskan Masalah
2.1.1. Sebelum membuat sebuah penelitian ilmiah, Sahabat Fimela harus menentukan rumusan masalah terlebih dahulu, dan juga mengidentifikasikan masalah tersebut.
2.2. Melakukan Studi Pendahuluan
2.2.1. Setelah merumuskan masalah, peneliti bisa melakukan studi pendahuluan terlebih dahulu.
2.3. Merumuskan Hipotesis
2.3.1. Saat melakukan penelitian ilmiah, peneliti harus merumuskan sebuah hipotesis, yang bisa membantu peneliti lebih fokus dalam menjawab rumusan masalah.
2.4. Menetukan Variabel
2.4.1. Membantu peneliti untuk fokus dalam melakukan penelitian, dan lebih jelas serta sesuai dengan maksud dari penelitian tersebut.
2.5. Menentukan Rancangan Penelitian
2.5.1. Rancangan penelitian bisa dijadikan sebuah acuan dalam menjalankan penelitian ilmiah.
2.6. Menentukan Instrumen Penelitian
2.6.1. Menentukan instrumen penelitian merupakan sebuah langkah, yang harus dilakukan saat penelitian ilmiah.
2.7. Menentukan Subyek Penelitian
2.7.1. Berfungsi untuk mengetahui tentang populasi dan sampel penelitian.
2.8. Melaksanakan Penelitian
2.8.1. Saat melakukan atau melaksanakan penelitian, peneliti harus meneliti sesuai dengan rumusan masalah dan langkah-langkah awal, yang sudah tersusun dengan jelas dan rapi.
2.9. Menentukan Instrumen Penelitian
2.9.1. Merupakan sebuah alat, yang digunakan untuk mengumpulkan data yang sedang diteliti.
2.10. Melakukan Analisis Data
2.10.1. Karena data yang banyak saat melaksanakan penelitian, maka peneliti harus menggunakan alat yang tepat untuk menganalisis data.
2.11. Merumuskan Hasil Penelitian
2.11.1. Peneliti harus mendiskusikan jawaban dari penelitian, untuk menuliskan kesimpulan dari hasil penelitian tersebut.
2.12. Menyusun Laporan Penelitian
2.12.1. Langkah yang terakhir untuk membuat penelitian ilmiah, yaitu menyusun laporan penelitian.
3. 1. Konsep Berfikir Ilmiah
3.1. Sarana berfikir ilmiah pada dasarnya ada tiga, yaitu :
3.1.1. Bahasa Ilmiah
3.1.2. Logika dan Matematika
3.1.3. Logika dan statistika
3.2. Tujuan mempelajari sarana berpikir ilmiah
3.2.1. Untuk memungkinkan kita untuk menelaah ilmu secara baik
3.3. Fungsi berfikir ilmiah
3.3.1. Sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan dalam kaitan kegiatan ilmiah secara keseluruhan
3.4. 1. Konsep Berfikir Ilmiah
3.4.1. Sarana berfikir ilmiah pada dasarnya ada tiga, yaitu :
3.4.1.1. Bahasa Ilmiah
3.4.1.2. Logika dan Matematika
3.4.1.3. Logika dan statistika
3.4.2. Tujuan mempelajari sarana berpikir ilmiah
3.4.2.1. Untuk memungkinkan kita untuk menelaah ilmu secara baik
3.4.3. Fungsi berfikir ilmiah
3.4.3.1. Sebagai alat bantu untuk mencapai tujuan dalam kaitan kegiatan ilmiah secara keseluruhan
4. 2. Prosedur Ilmiah Dalam Kegiatan Penelitian
4.1. Observasi Awal
4.1.1. Peneliti mengamati keadaan awal dari objek penelitian. Pada kegiatan ini dilakukan karakterisasi objek dan analisis terhadap sifat-sifatnya.
4.2. Identifikasi Masalah
4.2.1. Menemukan permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian.
4.3. Perumusan hipotesis
4.3.1. Membuat rumusan awal yang menjelaskan permasalahan yang ingin diangkat.
4.4. Eksperimen
4.4.1. Percobaan-percobaan yang dilakukan untuk menganalisis permasalahan yang ingin diidentifikasi.
4.5. Analisis Hasil
4.5.1. Peneliti melakukan analisis terhadap hasil eksperimen. Analisis ini dikembangkan dari rumusan hipotesis yang telah dibuat sebelumnya, terutama apakah hipotesis yang dibuat dapat menjelaskan fenomena permasalahan yang terjadi atau tidak.