Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
SOSIOLOGI por Mind Map: SOSIOLOGI

1. TEORI-TEORI PERKEMBANGAN SOSIOLOGI

1.1. Menurut Peter L. Berger, sosiologi terjadi karena adanya ancaman terhadap tatanan masyarakat yang selama ini ada (Threats to the Taken-for-Granted-World).

1.2. Menurut L. Laeyendecker, sosiologi lahir karena adanya perubahan jangka panjang yaitu: 1. Revolusi Industri dan Revolusi Prancis 2. Tumbuhnya Kapitalisme 3. Reformasi Marthin Luther 4. Meningkatnya Individualisme 5. Berkembangnya kepercayaan kepada diri sendiri

1.3. Menurut George Ritzer, melihat perkembangan sosiologi terkait dengan: 1. Revolusi Politik 2. Revolusi Industri dan Kapitalisme 3. Munculnya Sosialisme 4. Urbanisasi 5. Perubahan Keagamaan 6. Lahirnya Ilmu Modern

2. SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI DUNIA

2.1. Istilah Sosiologi sebagai cabang Ilmu Sosial dicetuskan pertama kali oleh ilmuan asal Perancis, Auguste Comte pada tahun 1842. Ia kemudian dikenal sebagai Bapak Sosiologi.

2.2. Sosiologi sebagai ilmu yang mempelajari tentang masyarakat lahir di Eropa karena ilmuwan Eropa pada abad ke-19 mulai menyadari perlunya secara khusus mempelajari kondisi dan perubahan sosial.

3. SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI DI INDONESIA

3.1. Sosiologi di Indonesia sebenarnya telah berkembang sejak zaman dahulu. Meskipun belum dianggap sebagai ilmu pengetahuan, para tokoh bangsa Indonesia telah banyak memasukkan unsur sosiologi dalam ajaran-ajaran mereka.

3.2. Ki Hadjar Dewantara (Peletak Dasar Pendidikan Nasional Indonesia) banyak mempraktikkan konsep penting sosiologi seperti kepemimpinan dan kekeluargaan dalam proses pendidikan.

3.3. Dapat diselidiki juga melalui karya tentang Indonesia yang ditulis oleh beberapa orang Belanda (Snouck Hurgronje dan Van Volenhaven) pada abad ke 19.

3.3.1. Mereka menggunakan unsur sosiologi sebagai kerangkan berpikir untuk memahami masyarakat Indonesia.

3.3.2. Snouck Hurgronje menggunakan pendekatan sosiologis untuk memahami masyarakat Aceh yang hasilnya dipergunakan oleh pemerintah Belanda untuk menguasai daerah tersebut.

3.4. Sebelum Perang Dunia II, Sosiologi hanya dianggap sebagai ilmu pembantu bagi ilmu-ilmu pengetahuan lainnya.

3.4.1. Secara formal, Sekolah Tinggi Hukum (Rechtsshogeschool) di Jakarta pada waktu itu menjadi satu-satunya lembaga perguruan tinggi yang mengajarkan mata kuliah sosiologi di Indonesia.

3.5. Setelah Proklamasi Kemerdekaan (17 Agustus 1945), Sosiologi mengalami perkembangan yang cukup signifikan.

3.6. Kuliah Sosiologi dalam Bahasa Indonesia pertama kali diberikan oleh Soenario Kolopaking (1948) di Akademi Ilmu Politik Yogyakarta (sekarang menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik UGM). Sehingga sosiologi mulai mendapat tempat dalam insam akademisi di Indonesia.

3.7. Semenjak terbukanya kesempatan bagi pelajar Indonesia untuk menuntut ilmu di luar negeri sejak tahun 1950, banyak pelajar Indonesia yang memperdalam ilmu sosiologi di luar negeri dan kemudian mengajarkannya kembali di indonesia.

3.8. Bermunculan buku-buku Sosiologi yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia dari bahasa asing.

3.8.1. BUKU-BUKU TENTANG SOSIOLOGI (BUATAN ORANG INDONESIA)

3.8.1.1. M.R Djody Gondokusumo: Sosiologi Indonesia

3.8.1.2. Hasan Shadily: Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia

3.8.1.3. Selo Soemardjan: Social Changes in Yogyakarta (diterjemahkan dalam bahasa Inggris)

4. PANDANGAN TOKOH SOSIOLOGI

4.1. AUGUSTE COMTE

4.1.1. Suatu ilmu yang bertujuan untuk mengetahui masyarakat sehingga dengan pengetahuan tersebut seseorang dapat mengontrol masyarakat.

4.2. PETER L. BERGER

4.2.1. Studi ilmiah mengenai hubungan antara masyarakat dan individu.

4.3. SELO SUMARDJAN & SOELAEMAN SOEMARDI

4.3.1. Ilmu yang mempelajari struktur, proses, dan perubahan sosial.

5. CIRI SOSIOLOGI SEBAGAI ILMU

5.1. EMPIRIS

5.1.1. Disusun berdasarkan observasi, sesuai kenyataan, dan akal sehat, serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.

5.2. TEORETIS

5.2.1. Menyusun abstraksi dari hasil observasi.

5.3. NON ETIS

5.3.1. Tidak mempersoalkan baik/buruknya, tapi tujuannya menjelaskan fakta secara analitis.

5.4. KUMULATIF

5.4.1. Disusun dari teori yang sudah ada lalu diperbaiki, dikembangkan, dan diperbaharui.

6. PENGERTIAN

6.1. Berasal dari kata Soclus (Latin) yang artinya Kawan, dan Logos (Yunani) yang berarti Berbicara. (Auguste Comte)