1. Paragraf adalah rangkaian kalimat yang mengadung satu pikiran pokok dan beberapa pikiran penjelas.
2. adalah suatu tingkatan yang ada dalam proses terbentuknya bahasa (manusia)
2.1. Wacana adalah rangkaian paragraf yang mengandung satu topik tertentu yang terdiri atas beberapa pikiran pokok.
2.2. Kalimat adalah rangkaian kata yang mengandung satu pengertian dan diakhiri dengan intonasi selesai.
2.3. Klausa adalah kelompok kata yang mempunyai dua jabatan ( subjek dan predikat)
3. KALIMAT adalah satuan bahasa terkecil yang dapat mengungkapkan pikiran yang utuh atau setiap tuturan yang dapat mengungkapkan suatu informasi secara lengkap. Satuan bahasa ini secara relatif berdiri sendiri, mempunyai intonasi akhir, dan secara aktual dan potensial terdiri atas klausa. Kalimat memiliki fungsi subjek dan fungsi predikat. Dalam bentuk lisan, kalimat ditandai dengan alunan titinada, keras lembutnya suara, dan disela jeda, serta diakhiri dengan nada selesai. Dalam bentuk tulis, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik, tanda seru, atau tanda tanya. Sementara itu, di dalamnya dapat disertai tanda baca lainnya seperti tanda koma, tanda titik koma, tanda hubung, dan/atau tanda kurung.
4. Macam-macam Kalimat
4.1. Menurut fungsinya, kalimat dapat dibedakan menjadi: Kalimat pernyataan/deklaratif: digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain, misalnya Ruangan ini panas sekali. Kalimat pertanyaan/interogatif: digunakan untuk meminta jawaban atau untuk memperoleh informasi, misalnya Siapa yang akan berangkat malam ini? Kalimat perintah/imperatif: digunakan untuk menyuruh atau melarang orang melakukan sesuatu atau berbuat sesuatu, misalnya Bukakan pintu itu! Kalimat seruan/emfatik: digunakan untuk mengungkapkan perasaan yang kuat dari seseorang. Kadangkala, ungkapan perasaan itu dinyatakan secara mendadak, misalnya Aduh, betapa sulitnya soal itu.
5. KELAS KATA
5.1. 1.Verba (kata kerja) 2.Adjektiva (kata sifat) 3.Nomina (kata benda) 4.Pronomina 5.Numeralia (kata bilangan) 6.Adverbia (kata keterangan) 7.Interigativa (kata tanya)
5.2. 8.Demonstrativa 9.Artikula 10.Preposisi (kata depan) 11.Konjungsi (kata hubung) 12.Interjeksi 13.Fatis
6. Unsur-Unsur Kalimat
6.1. Unsur-unsur pembangun kalimat terdiri dari subjek, predikat, objek, pelengkap, dan keterangan.
6.1.1. a. Subjek: dapat berupa kata benda (nomina), kelompok kata (frasa nomina). dapat pula berupa verba, frasa verba, adjektiva, atau frasa adjektiva. letaknya tidak selalu di depan predikat. Adakalanya, subjek itu terletak di belakang predikat, terutama pada kalimat pasif.
6.1.2. Predikat: Predikat diidentifikasi dengan: menjawab pertanyaan bagaimana atau mengapa, misalnya mencari kata adalah atau ialah (pada kalimat nominal), misalnya Jumlah korban gempa adalah sekitar seribu orang. menegasikannya: a) Predikat kalimat yang berupa kata kerja dan kata sifat dinegasikan dengan kata tidak, misalnya Di Kampus itu tidak dikenal lagi kecurangan yang berupa penyontekan
6.1.3. Objek Objek memiliki ciri-ciri: hadir bila predikat kalimat tersebut merupakan verba/kata kerja yang sifatnya aktif transitif, lazimnya berawalan me-. hadir langsung di belakang predikat transitif, misalnya Kevin mendapatkan penghargaan besar itu. dapat menjadi subjek (subjek sasaran) di dalam kalimat pasif, misalnya Penghargaan besar itu didapatkan oleh Kevin.
6.1.4. Pelengkap Pelengkap adalah unsur kalimat yang kehadirannya juga bergantung pada predikat. Pemahaman tentang pelengkap sering dikacaukan dengan objek. Perbedaan antara pelengkap dan objek: objek dapat menempati fungsi subjek dalam kalimat pasif; pelengkap tidak dapat menempatinya. menempati posisi di belakang kalimat.
6.1.5. Keterangan Keterangan adalah unsur kalimat yang sifatnya tidak wajib hadir (mana suka); merupakan unsur luaran/periferal. Beberapa hal terkait dengan keterangan: 1) fungsinya untuk menambahkan informasi pada kalimat: keterangan waktu, tempat, cara, syarat, sebab, tujuan, pewatas, tambahan, aposisi, dan sebagainya. 2) dapat berupa nomina (frasa nominal), frasa numeral, frasa preposisional, dan adverbia. 3) didahului/diawali oleh preposisi/kata depan. 3) tidak terikat posisi: dapat berada di depan, akhir, atau tengah kalimat.