1. Sumber dari gereja adalah roh kudus.
2. Rutin berdoa untuk menyembah Tuhan
3. BAB 2: SIFAT-SIFAT GEREJA
3.1. Satu
3.1.1. Paguyuban orang-orang yang percaya dengan 1 Allah yaitu Yesus
3.1.1.1. Mengapa?
3.1.1.1.1. Gereja mempunyai 1 iman yang didasari pembabtisan dan kepercayaan dengan 1 Allah yaitu Yesus
3.1.1.1.2. Memiliki kesatuan dalam kehidupan kebaktian dan sacramental dimana seluruh umat mempunyai kesemptan untuk berkumpul dan bersatu dalam perayaan sakramen
3.1.1.1.3. Gereja mempunyai 1 pimpinan - mempunyai 1 struktur pimpinan hierarki
3.1.1.2. Bentuk nyata
3.1.1.2.1. Mendasari semua tindakan dan perkataan berdasarkan ajaran Tuhan
3.1.1.2.2. Rutin beribadah untuk menyembah Tuhan
3.2. Kudus
3.2.1. Dekat dengan Allah
3.2.1.1. Mengapa?
3.2.1.1.1. Tujuan dari gereja adalah kudus, untuk menyelamatkan umat manusia
3.2.1.1.2. Roh kudus menjadi jiwa dari gereja, roh kudus yang berkerja menggerakan gereja
3.2.1.2. Bentuk nyata
3.2.1.2.1. Jika saya melihat teman yang kesulitan, saya merasa tergerak hatinya untuk menolong karena didorong oleh roh kudus
3.2.1.2.2. Saat bermain basket bersama teman-teman dan ada yang cedera, saya merasa tergerak untuk cepat-cepat membantu teman saya yang cedera.
3.3. Apostolik
3.3.1. Meneruskan karya para rasul
3.3.1.1. Mengapa?
3.3.1.1.1. Gereja dibangun atas dasar iman Para Rasul
3.3.1.1.2. Didasari tradisi-tradisi sakramen
3.3.1.1.3. Struktur hierarkinya: Romo dan Uskup sebagai pengganti para rasul
3.3.1.2. Bentuk nyata
3.3.1.2.1. Bersikap jujur
3.3.1.2.2. Toleransi dengan agama-agama lain
3.4. Katholik
3.4.1. Terbuka bagi semua
3.4.1.1. Mengapa?
3.4.1.1.1. Gereja terbuka bagi semua orang
3.4.1.1.2. Ajarannya bersifat umum ditujukan untuk semua orang
3.4.1.1.3. Pelayanan gereja ditujukan untuk semua orang bukan hanya orang katholik
3.4.1.2. Bentuk nyata
3.4.1.2.1. Terlibat acara baksos untuk membantu sesama
3.4.1.2.2. Mau berteman dan berbuat baik kepada semua orang tanpa memandang agama
3.4.1.2.3. Toleransi dengan agama-agama lain
4. BAB 3: PERWUJUDAN SIFAT GEREJA
4.1. Awam
4.1.1. Orang-orang yang belum memiliki jabatan suci dalam gereja dan menerima tahbisan
4.1.1.1. Contoh: Umat, Prodiakon, Putra Altar
4.2. Hierarki
4.2.1. Orang-orang yang memiliki jabatan suci dalam gereja dan menerima tahbisan
4.2.1.1. Memiliki kuasa untuk memimpin gereja dan menerima Sakramen
4.2.1.2. Mendapat kuasa untuk menerima Sakramen
4.2.1.3. Contoh: Romo, Diakon, Uskup, Paus
4.3. Tugas
4.3.1. Hierarki dan awam bekerja sama untuk mewujudkan tujuan gereja
4.4. Bukti
4.4.1. Kaum awam dan hierarki adalah partner yang saling berkerja sama utnuk memuliakan Allah
4.4.1.1. Kaum awam bertugas untuk membantu pelaksanaan misa dengan menjadi putra altar, lektor, kolektan, koor, prodiakon dan umat
4.4.1.2. Pada sebuah perayaan ekaristi, Romo bertugas untuk memimpin misa dan mengarahkan umatnya
4.4.2. Kaum awam bertugas untuk membantu pelaksanaan misa dengan menjadi putra altar, lektor, kolektan, koor, prodiakon dan umat
5. Bagi Anggota: Aktif dalam berjemaat dan bertanggung jawab dalam hidup dan misi gereja
6. Gereja sebagai persekutuan terbuka
6.1. Semua anggota mempunyai martabat yang sama, fungsi yang berbeda, serta semakin terbuka mewarnai dunia
6.2. Terdiri atas orang-orang yang dipersatikan di dalam Kristus, dibimbing oleh Roh Kudus dalam perziarahan menuju Allah Bapa
6.3. Menampakan karya keselamatan Allah
6.4. Rela berdialog dengan pihak manapun sebab gereja yakin bahwa di luar gereja katholik terdapa pula keselamatan
7. BAB 1: GEREJA
7.1. Apa itu Gereja?
7.1.1. Umat Allah
7.1.1.1. Sekelompok orang yang menyembah Allah
7.1.2. Tubuh Kristus dan mempelai Kristus
7.1.2.1. Teladan dan mengikuti Kristus
7.1.2.2. Dipimpin oleh Kristus
7.1.2.3. Yesus mengasihi gereja dan gereja mencintai Yesus
7.1.3. Garam dan Terang Dunia
7.1.3.1. Suatu yang memberi kontribusi bagi dunia
7.1.3.2. Menerangi dunia dengan kebaikan
7.1.4. Bait Roh Kudus
7.1.4.1. Roh Kudus membimbing gereja
7.1.4.2. Ros Kudus menjadi jiwa dari gereja
7.2. Bentuk Gereja
7.2.1. gereja
7.2.1.1. Sebuah tempat pertemuan untuk melakukan ibadah bagi umat pengikut Allah
7.2.2. Gerja
7.2.2.1. Komunitas orang yang menyembah Tuhan
7.3. Cara Hidup Jemaat Perdana
7.3.1. Membiarkan diri dibabtis
7.3.2. Bertekun dalam pengajaran para rasul
7.3.3. Berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa
7.3.4. Menjual barang miliknya dan membagikannya kepada sesama
7.4. Konsekuensi gereja sebagai umat allah
7.4.1. Bagi Pemimpin: Pemimpin bukan di atas umat melainkan di tengah umat
7.4.2. Bagi hubungan awam dan hierarki: kaum awam bukan lagi pelengkap melainkan partner yang memiliki martabat yang sama
7.5. Hakikat Gereja
7.5.1. Hakikat gereja adalah persaudaraan cinta kasih dan hidup menjemaat