1. Pemahaman Bahasa
1.1. Pengertian Bahasa Secara umum, pengertian bahasa dapat diartikan sebagai sarana menyampaikan informasi. Bahasa juga dapat dimaknai sebagai sarana untuk menyampaikan atau mengungkapkanpikiran, ide, aspirasi, gagasan, pendapat, inspirasi, kreasi seni, religi dan teknologi kepada orang lain.
1.1.1. Fungsi dan pentingnya Bahasa 1) Fungsi bahasa sebagai pemersatu. Khususnya di Indonesia, sebagai Negara kepulauan, ada banyak potensi pemicu konflik sosial. Baik itu yang disebabkan oleh perbedaan bahasa, budaya, dan budaya masyarakat. 2) Sebagai Sarana Mengungkapkan Emosi Hakikat bahasa fungsi bahasa dapat dijadikan sebagai sarana mengungkapkan emosi seseorang. Berbicara emosi, tidak melulu emosi negatif berupa amarah, kekerasan dan semacamnya. Namun termasuk emosi positif Seperti semangat dan optimis 3) Sebagai Sarana Komunikasi Hakikat bahasa berfungsi sebagai sarana komunikasi. Coba bayangkan jika kita bertemu saudara atau anggota keluarga tidak saling berkomunikasi? Hasilnya akan “krik krik” terasa membosankan dan tidak menarik. Bisa jadi kita menjadi seperti zombie. Dan ada banyak lagi fungsi dan pentingnya bahasa
1.1.1.1. Sifat Bahasa 1) Bahasa sebagai sistem Karena bahasa memiliki susunan yang berpola Secara teratur yang terbentuk oleh unsur atau komponen yang saling berhubungan secara fungsional 2) Bahasa sebagai perlambang Bahasa sebagai lambang atau simbol, dalam berinteraksi sosial, Orang lebih sering menggunakan Simbol atau lambang. 3) Bahasa sebagai makna Jadi dalam berkomunikasi dengan orang lai, setiap kalimat, Pesan atau kata mereka ucapan Merupakan makna. Dan ada banyak lagi sifat bahasa.
1.1.1.1.1. Hakikat Bahasa 1. Ejaan Republik Ejaan yang dikembangkan di tahun 1947 2. Ejaan pembaharuan Ejaan kedua ini masuk di tahun 1957 yang merupakan update ejaan republik menjadi pembaharuan ejaan.
2. Pemahaman sejarah Bahasa Indonesia Dari bahasa Melayu hingga bahasa Indonesia
2.1. Sejarah bahasa Melayu digunakan di Indonesia. Bahasa Melayu mulai dipakai di kawasan Asia tenggara sejak abad ke-7. Bukti yang menyatakan itu ialah dengan ditemukannya prasasti di kedukan bukit berangka tahun 683M(Palembang), Talang Tuwo berangka tahun 684M(Jambi). Prasasti itu bertuliskan huruf pranagari berbahasa Melayu kuno. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan. Bahasa Melayu menyebar ke plosok Nusantara dengan menyebarnya agama Islam di wilayah Nusantara. Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau.
2.1.1. Alasan bahasa Melayu diterima masyarakat pada saat itu 1. Karena bahasa Melayu sebagai lungua Franca, istilah linguistik yang berarti bahasa pengantar atau bahasa pergaulan di suatu tempat dimana terdapat penutur yang berbeda-beda, jadi sejak zaman Sriwijaya bahasa Melayu ini telah digunakan sebagai bahasa perdagangangan hingga bahasa Melayu ini dapat dipahami oleh digunakan oleh berbagai suku yang memiliki latar bahasa ibu yang berbeda-beda. 2. Sistem bahasa Melayu praktis dan juga sederhana Dari segi struktur bahasa Melayu berbeda dengan bahasa lainnya di Indonesia, dapat dilihat dalam cara penggunaan misal pada bahasa suku perbedaan bahasa antara orabgtua dengan anak-anak. 3. Kebutuhan politik Karena di Indonesia terdapat berbagai macam bahasa Dan tidak mungkin memilih satu bahasa dari suku-suku lain karena akan memicu konflik oleh karena itu memilih bahasa Melayu yang dipahami oleh banyak suku.