LINGKAR BELAJAR GURU (LBG)
por Syaiful Rahman
1. Learning Community
1.1. Apa yang dilakukan komunitas belajar?
1.1.1. 1. Komunitas pembelajaran mengumpulkan agen perubahan lintas sektor, disiplin ilmu, dan geografi untuk terhubung, berbagi ide dan hasil, dan belajar dari satu sama lain. Komunitas dapat bekerja sama secara langsung dan virtual.
1.1.2. 2. Menetapkan tujuan dan mengukur kemajuan kolektif. Komunitas menyelaraskan tujuan bersama
1.1.3. 3. Mendukung kepemimpinan terdistribusi. Komunitas berbagi pembelajaran dari pengalaman sukses dan gagal untuk memperdalam pengetahuan kolektif.
1.1.4. 4. komunitas belajar memungkinkannya untuk menawarkan berbagai peran kepemimpinan dan peluang pengembangan keterampilan.
1.1.5. 5. Mempercepat kemajuan menuju dampak dalam skala besar . Komunitas ini memfasilitasi pembelajaran siklus cepat, mengukur hasil untuk memahami apa yang berhasil untuk siapa, dan menyatukan pemangku kepentingan utama yang dapat mencapai perubahan tingkat sistem.
2. Apa itu LBG
2.1. Forum diskusi anggota PGRI di tingkat Cabang
2.2. Menampung, merumuskan, menyelesaikan, dan menyalurkan aspirasi anggota berdasarkan perkembangan isu mutakhir yang berkembang dan berkaitan langsung dengan kepentingan anggota
2.3. Keorganisasian, keprofesian, perjuangan, atau keserikat-pekerjaan sesuai hak dan kewajiban anggota sebagaimana diatur dalam AD/ART PGRI
2.4. Merumuskan rekomendasi untuk penyelesaian persoalan.
3. Tujuan LBG
3.1. 1. Memberdayakan dan meningkatkan partisipasi dan kapabilitas anggota PGRI. 2. Melatih dan meningkatkan kapasitas kepemimpinan dan kaderisasi anggota.
3.2. Selain bertujuan untuk menampung, merumuskan, menyelesaikan, dan menyalurkan aspirasi anggota, LBG bertujuan untuk : 1. Meningkatkan intensitas dan kualitas komunikasi antar anggota, proses kaderisasi. 2. Meningkatkan kinerja pemantauan berkaitan dengan program kerja oganisasi. 3. Legalisasi forum anggota untuk mendukung perkuatan posisi tawar menawar dalam rangka negosiasi dengan pihak-pihak berkepentingaan. 4. Memudahkan perolehan informasi secara lengkap, cepat, dan akurat dalam rangka pemantauan dan pengendalian organisasi dan pengurus. 5. Pengendalian aktifitas forum keanggotaan.
4. Mengapa harus ada LBG
4.1. 1. PGRI telah tumbuh menjadi organisasi yang besar dengan rentang kendali yang sangat panjang dengan struktur organisasinya meliputi seluruh tanah air Indonesia dengan anggota sampai ke pelosok desa bahkan memiliki perwakilan di Manca Negara.
4.2. 2. Studi yang dilakukan oleh evaluator eksternal Abu Mufakhir dan Fahmi Panimbang pada tahun 2016, menyimpulkan bahwa PGRI telah berkontribusi banyak dalam memajukan pendidikan dan merealisasikan hak-hak guru berdasarkan UndangUndang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.
4.3. 3. Dalam berbagai forum organisasi muncul dinamika dan situasi yang menunjukkan bahwa belum semua kader memahami secara persis program, garis perjuangan, dan aturan-aturan organisasi yang standar sert hasil-hasil perjuangan PGRI.
4.4. 4. Manfaat PGRI sebagai organisasi yang mewadahi profesi, ketenagakerjaan, dan perjuangan belum sepenuhnya dirasakan oleh anggota.
5. Sasaran LBG
5.1. Peserta ; Pengurus dan anggota PGRI di Tingkat Cabang dan Tingkat Ranting di seluruh Indonesia
5.2. Pelaksana : 1. Kepengurusan LBG / Pokja LBG bisa merupakan gabungan antara pengurus cabang dan ranting atau anggota yang aktif dengan memperhatikan keterlibatan berimbang dari tingkat usia, gender, tingkat sekolah, dan status kepegawaian. 2. Pemimpin Diskusi tiap pertemuan dan tiap langkah dalam satu pertemuan dipilih secara bergantian. Tdak didominasi oleh satu orang.
5.3. Peserta LBG setiap pertemuan yang diselenggarakan juga agar memperhatikan heterogenitas dalam keterwakilan unsur-unsur, sehingga aspirasi anggota semua komponen dapat di dengar dan diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tidak ada dominasi unsur maupun budaya atau tradisi kegiatan dengan alasan struktural.
6. Monitoring dan Evaluasi
6.1. Monitoring dan evaluasi kegiatan LBG dilaksanakan oleh Pengurus Kab/Kot dan Lead Organizer (LO).
6.2. Tujuan : 1. Untuk mengetahui serta memberikan balikan lebih jauh tentang pelaksanaan kegiatan LBG. 2. Mendorong agar anggota PGRI lebih bersemangat dalam melaksanakan kegiatan LBG. 3. Meningkatkan rasa tanggung jawab bersama dalam melaksanakan program LBG. 4. menjamin akuntabilitas program LBG.