Bagian II. Penyebab dan Definisi Masalah

Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
Bagian II. Penyebab dan Definisi Masalah por Mind Map: Bagian II. Penyebab dan Definisi Masalah

1. Empat Model Penyebab dalam Rancangan Kebijakan Anti Korupsi

1.1. Model 1: Kausalitas Sebagai Regularitas pada Kebijakan Anti Korupsi

1.2. Model 2: Kausalitas Sebagai Kebutuhan dalam Kebijakan Anti Korupsi

1.3. Model 3: Kausalitas Sebagai Kontijensi Historis dalam Kebijakan Anti Korupsi

1.4. Model 4: Kausalitas Sebagai Konstruksi Sosial pada Kebijakan Anti Korupsi

1.5. Kesimpulan: Paradoks Penyesuaian Ontologis dalam Kerangka Desain Kebijakan

2. Mengatasi Masalah Jahat dalam Desain Kebijakan

2.1. Pendahuluan

2.2. Fitur Masalah Jahat

2.3. Framing Politik dari Masalah Jahat

2.4. Pendekatan Desain Kebijakan

2.5. Kapasitas Coping: Berbagai Jenis Krisis

2.6. Mencari Solusi: Ilmu?

2.7. Mencari Solusi: Kolaborasi dan Kreativitas?

2.8. Mencari Solusi: Mengatasi dan Pencegahan?

2.9. Kesimpulan

3. Menyimak Ilmu Pengetahuan dalam Rancangan Kebijakan: Kasus Kontras antara Quebec dan Swedia di Masa Awal Pandemi Covid-19

3.1. Pendahuluan

3.2. Pemilihan dan Pengolahan Informasi pada Desain Kebijakan

3.3. Merancang Kebijakan Berdasarkan Ilmiah Informasi

3.4. Pemilihan Informasi

3.4.1. Pendekatan Berbasis Bukti di Swedia

3.4.2. Meniru Negara Lain di Quebec

3.4.3. Jaringan Swedia dengan Pakar WHO

3.4.4. Koneksi Quebec ke Imperial College London

3.4.5. Memproses Informasi

3.4.5.1. Swedia: Kepastian sebagai Pendorong Rancangan Kebijakan

3.4.5.2. Quebec: Dalam Ketidakpastian, Terlalu Berisiko untuk Tidak Bertindak

3.4.6. Kesimpulan

4. Revolusi Industri dan Algoritma Keempat: Tantangan Baru dalam Rancangan Kebijakan

4.1. Pendahuluan

4.2. Teknologi Berbasis Algoritma di Keempat Revolusi Industri

4.3. Teknologi Berbasis Algoritma untuk Kebijakan Publik Alat: Desain Bersama

4.4. Teknologi Berbasis Algoritma Untuk Publik Proses Desain Kebijakan: Lab Kebijakan, Kolaborasi, Belajar

4.5. Teknologi Berbasis Algoritma Untuk Publik Hasil Desain Kebijakan: Kepercayaan Dan Nilai Publik

4.6. Kesimpulan

5. Masalah Baik di Akademi: Menemukan Studi Kasus yang Berfokus pada Desain tentang Manajemen Publik sebagai Pola Dasar Penelitian Desain Kebijakan

5.1. Studi Kasus Berfokus Desain Klasik dalam Retrospek

5.2. Silsilah Arketipe Studi Kasus yang Berfokus pada Desain

5.2.1. 2a. “Dialog” yang tidak menyenangkan

5.2.2. 2b. Esensi Pola Dasar

5.2.3. 2c. Evolusi Pola Dasar

5.3. Menghadapi Dissonansi Ilmu Sosial/Desain

5.4. Implikasi bagi Penelitian terhadap Perancangan Kebijakan