STRUKTUR & FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN

Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
STRUKTUR & FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN por Mind Map: STRUKTUR & FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN

1. Jaringan Meristem

1.1. Berdasarkan Asal Pembentukan

1.1.1. PROMERISTEM Jaringan promeristem atau jaringan primordial merupakan jaringan muda yang terletak di ujung akar maupun batang dan terbentuk sejak fase embrio (radikula, kotiledon dan kaulikulus).

1.1.1.1. Tersusun Atas Sel-sel Initial Yang Berkembang Menjadi

1.1.1.1.1. Protoderm

1.1.1.1.2. Prokambium

1.1.1.1.3. Meristem Dasar

1.1.2. Meristem Primer Merupakan jaringan meristem pada tumbuhan dewasa hasil deferensiasi promeristem. Meristem primer banyak terdapat pada titik tumbuh apikal baik ujung batang (pucuk) maupun ujung akar.

1.1.3. Meristem Sekunder Jaringan meristem sekunder merupakan jaringan meristem dewasa yang selselnya telah berdeferensiasi namun kembali bersifat embrionik.

1.1.3.1. Peran

1.1.3.1.1. Pertumbuhan batang secara lateral (menebal dan melebar)

1.1.3.1.2. Pembentukan lingkaran tahun

1.2. Berdasarkan Letak

1.2.1. Meristem Apikal Merupakan jaringan yang terletak pada titik tumbuh (ujung batang dan ujung akar).

1.2.1.1. Peran

1.2.1.1.1. Melakukan pertumbuhan primer yakni pertumbuhan yang menyebabkan batang bertambah tinggi dan akar bertambah panjang menembus ke dalam tanah

1.2.2. Meristem Interkalar (Meristem Aksilar) Disebut juga sebagai jaringan meristem antara. Hal tersebut dikarenakan jaringan meristem interkalar terletak antara jaringan dewasa yang sudah terdeferensiasi dan ruas-ruas batang (nodus).

1.2.3. Meristem Lateral Disebut juga sebagai meristem samping, merupakan jaringan yang terletak memanjang sejajar dengan permukaan organ baik akar maupun batang.

1.2.3.1. Contoh

1.2.3.1.1. Kambium Vaskuler

1.2.3.1.2. Kambium Gabus (Felogen)

2. Jaringan Permanen

2.1. Jaringan Epidermis

2.1.1. Definisi

2.1.1.1. Lapisan terluar dengan satu lapis sel

2.1.2. Fungsi

2.1.2.1. Melindungi bagian dalam organ

2.1.3. Ciri-ciri

2.1.3.1. Terdiri dari sel-sel hidup

2.1.3.2. Berbentuk persegi panjang

2.1.3.3. Sel-selnya rapat tanpa ruang antarsel

2.1.3.4. Tidak memiliki klorofil

2.1.3.5. Mampu membentuk modifikasi jaringan epidermis

2.1.4. Modifikasi

2.1.4.1. Stomata

2.1.4.2. Spina (Duri)

2.1.4.3. Sel Kipas

2.1.4.4. Sel Kersik

2.1.4.5. Trikomata (rambut-rambut)

2.2. Jaringan Dasar (Parenkim)

2.2.1. Definisi

2.2.1.1. Disebut jaringan dasar karena jaringan ini menyusun sebagian besar jaringan baik pada akar, batang, daun, maupun buah

2.2.2. Ciri-ciri

2.2.2.1. Sel-selnya hidup

2.2.2.2. Berukuran besar dan tipis

2.2.2.3. Umumnya berbentuk segi enam

2.2.2.4. Memiliki banyak vakuola

2.2.2.5. Letak inti sel mendekati dasar sel

2.2.2.6. Mampu bersifat meristematik

2.2.2.7. Memiliki ruang antar sel yang banyak

2.2.3. Spesifikasi

2.2.3.1. Klorenkim

2.2.3.2. Aerenkim

2.2.3.3. Endodermis

2.2.3.4. Parenkim Penyimpanan

2.3. Jaringan Penunjang

2.3.1. Definisi

2.3.1.1. Dikenal dengan nama jaringan mekanik, jaringan penyokong, atau jaringan penguat

2.3.2. Fungsi

2.3.2.1. Menunjang bentuk tumbuhan hingga dapat berdiri dengan kokoh

2.3.2.2. Melindungi biji dan embrio

2.3.2.3. melindungi berkas pengangkut

2.3.3. Ciri-ciri

2.3.3.1. Memiliki sel-sel dengan dinding sel yang tebal dan kuat

2.3.4. Jenis

2.3.4.1. Jaringan Kolenkim

2.3.4.1.1. Sifat Utama

2.3.4.1.2. Lokasi

2.3.4.2. Jaringan Sklerenkim

2.3.4.2.1. Merupakan jaringan penunjang pada organ tumbuhan yang telah dewasa

2.3.4.2.2. Sel-sel dewasa jaringan sklerenkim telah mati dan memiliki dinding sel yang tebal, biasanya berlignin (mempunyai zat kayu)

2.3.4.2.3. Jenis

2.4. Jaringan Pengangkut (Berkas Vaskular)

2.4.1. Dibagi menjadi 2

2.4.1.1. Xilem

2.4.1.1.1. Berfungsi untuk menyalurkan air dan unsur hara dari akar ke daun

2.4.1.1.2. Tersusun dari parenkim dan serabut, serta trakeid dan komponen pembuluh (trakea)

2.4.1.2. Floem

2.4.1.2.1. Berfungsi untuk mengangkut lalu mengedarkan zat-zat makanan hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tumbuhan

2.4.1.2.2. Komponen floem

2.5. Jaringan Gabus

2.5.1. Fungsi

2.5.1.1. Menggantikan epidermis ketika lapisannya rusak

2.5.2. Tersusun oleh

2.5.2.1. Feloderm

2.5.2.1.1. aringan parenkim hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam

2.5.2.2. Felem

2.5.2.2.1. Jaringan pelindung yang dibentuk ke arah luar oleh felogen

2.5.2.2.2. Impermeable (tidak tembus air) karena sel-sel nya mengalami penebalan oleh suberin