Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
Unsur Intrinsik por Mind Map: Unsur Intrinsik

1. Alur

1.1. Alur maju

1.1.1. Pada novel ini terbagai menjadi tahapan alur seperti; tahap situation, tahap generating circumstances, tahap situation, tahap rising action atau peningkatan konflik, tahap klimaks, dan tahap denounment atau penyelesaian.

2. Sudut Pandang

2.1. Sudut pandang yang digunakan yaitu sudut pandang persona ketiga “dia” serba tahu karena pengarang berada di luar cerita.

3. Amanat

3.1. Bahwa kita harus selalu menerima dan menyukuri nikmat tuhan. Sesungguhnya bukan melupakan yang menjadi masalahnya. Tapi bagaimana cara agar kita bisa menerima.

4. Nilai Moral

4.1. Peduli sosial.

4.1.1. Dalam novel, tokoh-tokoh seperti marinir, petugas kesehatan, Esok, Lail, dan Maryam menunjukkan peduli sosial dengan memberikan pertolongan, bantuan, dan perhatian kepada sesama, terutama korban bencana alam.

4.2. Bertanggung jawab.

4.2.1. Tokoh-tokoh dalam novel ini menunjukkan sikap bertanggung jawab dalam menjalankan tugas dan kewajiban mereka, baik dalam membantu korban bencana, menyelesaikan pendidikan, maupun dalam pekerjaan mereka.

4.3. Kerja keras.

4.3.1. Nilai kerja keras tercermin dari upaya para petugas dalam memperoleh air untuk masyarakat pengungsian, serta dari kesungguhan Lail, Maryam, dan Esok dalam menyelesaikan tugas-tugas mereka.

4.4. Gemar membaca.

4.4.1. Kegemaran membaca, yang menunjukkan minat terhadap literasi dan pengetahuan, tercermin dari tokoh Maryam dan Lail dalam novel ini.

4.5. Disiplin.

4.5.1. Sikap disiplin tercermin dari patuhnya tokoh-tokoh terhadap aturan yang berlaku, baik dalam mengantre maupun dalam mematuhi tata tertib di tempat pengungsian atau panti sosial.

4.6. Bersahabat atau komunikatif.

4.6.1. Tokoh-tokoh dalam novel ini menunjukkan sikap bersahabat dan komunikatif melalui percakapan, interaksi, dan dukungan antar sesama, yang membangun hubungan yang baik dan mempererat ikatan sosial.

4.7. Jujur.

4.7.1. Kejujuran tercermin dari sikap terbuka dan mengungkapkan kebenaran yang ada dalam percakapan dan interaksi antar tokoh dalam novel.

4.8. Kreatif.

4.8.1. Sikap kreatif tercermin dari kemampuan tokoh Esok dalam menemukan solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi, serta dari kegiatan membaca yang merangsang imajinasi dan kreativitas tokoh Maryam dan Lail.

4.9. Mandiri

4.9.1. Tokoh-tokoh dalam novel ini menunjukkan sikap mandiri dalam menghadapi dan menyelesaikan masalah, serta dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka.

4.10. Cinta tanah air.

4.10.1. Cinta tanah air tercermin dari sikap kepemimpinan yang bertujuan untuk kepentingan masyarakat dan bangsa, serta dari kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan kelestarian alam.

4.11. Peduli lingkungan.

4.11.1. Sikap peduli terhadap lingkungan tercermin dari kekhawatiran terhadap dampak kerusakan alam dan upaya untuk mencari solusi untuk mengatasinya.

4.12. Menghargai prestasi.

4.12.1. Tokoh-tokoh dalam novel ini menunjukkan penghargaan terhadap prestasi dan jasa-jasa yang dilakukan oleh sesama, yang tercermin dari pemberian penghargaan dan apresiasi atas kontribusi yang mereka berikan.

5. Judul

5.1. Hujan

6. Tema

6.1. Pencarian makna hidup, pertumbuhan pribadi, percintaan tulus, penerimaan takdir, dan kekuatan penyembuhan.

7. Tokoh

7.1. Lail

7.2. Esok

7.3. Ayah Lail

7.4. Ibu Lail

7.5. Ibu Esok

7.6. Mariam

7.7. Walikota

7.8. Istri Walikota

7.9. Claudia

7.10. Ibu Suri

8. Penokohan

8.1. Lail

8.1.1. Memiliki jiwa sosial yang tinggi, pintar, bertanggung jawab, pekerja keras, jujur, dan disiplin.

8.1.1.1. Dibuktikan dengan Ia yang rela menjadi relawan muda yang membantu daerah-daerah yang terkena dampak besar dari bencana sampai mendapat penghargaan karena kerja kerasnya, dan cita-citanya menjadi seorang perawat.

8.2. Esok

8.2.1. Mandiri, memiliki karakter peduli sosial, kreatif, disiplin, dan bertanggung jawab.

8.2.1.1. Dibuktikan dengan kepeduliannya dengan Lail, dan dedikasinya menjadi seorang ilmuwan yang mencari solusi untuk menyelamatkan seluruh isi bumi.

8.3. Ayah Lail

8.3.1. Pekerja keras.

8.3.1.1. Dibuktikan dengan Ayah Lail yang rela bekerja keras sampai ke luar negri.

8.4. Ibu Lail

8.4.1. Wanita karir.

8.4.1.1. Dibuktikan di awal cerita, Ia adalah seorang wanita karir.

8.5. Ibu Esok

8.5.1. Mandiri, pekerja keras, tabah.

8.5.1.1. Dibuktikan dengan bagaimana Ia mengurus Esok dan saudaranya seorang diri, dan tabah menerima hal menyedihkan yang menimpanya.

8.6. Mariam

8.6.1. Gemar membaca, peduli sosial, bekerja keras, disiplin, jujur, bertanggung jawab dan komunikatif/bersahabat.

8.6.1.1. Dibuktikan dengan bagaimana Ia menjadi relawan muda bersama lail dan menjadi seorang perawat. Ia juga teman yang sangat baik bagi Lail.

8.7. Walikota

8.7.1. Pekerja keras dan peduli sosial.

8.7.1.1. Dibuktikan dengan seluruh hasil kerja kerasnya yaitu bantuan kepada seluruh warga kota, bagaimana Ia memastikan seluruh warga kota dapat hidup dengan baik.

8.8. Istri Walikota

8.8.1. Komunikatif dan bersahabat.

8.8.1.1. Dibuktikan dengan bagaimana Ia sangat bersahabat dengan seluruh warga kota, terutama Esok dan Lail.

8.9. Claudia

8.9.1. Komunikatif dan bersahabat.

8.9.1.1. Dibuktikan dengan bagaimana Ia sangat bersahabat dengan seluruh warga kota, terutama Esok dan Lail.

8.10. Ibu Suri

8.10.1. Disiplin

8.10.1.1. Dibuktikan dengan sikapnya yang selalu mengingatkan, dan mengatur Lail dan Maryam.

9. Latar

9.1. Tempat

9.1.1. Ruangan 4x4 m', tangga darurat, kolam air mancur central park, stadion, panti sosial, markas Organisasi Relawan, toko kue, sektor 4, sektor 2, sektor, 3, sektor 1, asrama sekolah, kantin sekolah, bus rute 7, bus rute 12.

9.2. Waktu

9.2.1. Tahun 2042-2050 setelah era millenum baru.

9.3. Suasana

9.3.1. Dalam suasana pasca-bencana gunung meletus yang diikuti dengan kemajuan teknologi, atmosfernya mungkin terasa kontras antara keadaan yang memburuk akibat bencana alam dengan kemudahan yang diperoleh melalui teknologi. Di satu sisi, masyarakat mungkin masih merasakan dampak traumatis dari bencana, dengan pemandangan yang hancur dan perubahan iklim yang mengkhawatirkan. Namun, di sisi lain, keberadaan teknologi membawa harapan dan bantuan dalam memulihkan kehidupan sehari-hari, menciptakan suasana campuran antara krisis dan kemajuan.