Começar. É Gratuito
ou inscrever-se com seu endereço de e-mail
The Life-Span Perspective por Mind Map: The Life-Span Perspective

1. Introduction

1.1. The Life-Span Perspective

1.1.1. The Importance Of Studying Life-Span Development

1.1.1.1. Pentingnya mempelajari tentang rentang hidup adalah untuk mengetahui perkembangan diri kita sendiri mulai dari bayi hingga dewasa.

1.1.1.2. Selain itu mendapat informasi siapa kita? bagaimana kita menjadi seperti ini? kemana masa depan membawa kita

1.1.1.3. Perkembangan melibatkan pertumbuhan dan pernurunan.

1.1.1.4. Kita bisa melihat diri kita sebagai bayi, anak-anak, remaja, dewasa muda dan seterusnya karena pengalaman & motivasi kita lewat pembelajaran ini mempengaruhi perkembangan kita di sisa masa dewasa

1.1.2. Characteristics of the Life-Span Perspective

1.1.2.1. Komponen

1.1.2.1.1. Development is lifelong

1.1.2.1.2. Development is multidimensional

1.1.2.1.3. Development is multidirectional

1.1.2.1.4. Development is plastic

1.1.2.1.5. Developmental Science is multidisciplinary

1.1.2.1.6. Development is contextual

1.1.2.1.7. Perkembangan melibatkan pertumbuhan, pemeliharaan, dan pengaturan kehilangan

1.1.2.1.8. Development Is a Co-construction of Biology, Culture, and the Individual

1.1.3. Some Contemporary Concerns

1.1.3.1. Peran yang Berpengaruh

1.1.3.1.1. Kesehatan & Kesejahteraan

1.1.3.1.2. Orang Tua & Pendidikan

1.1.3.1.3. Konteks Sosiokultural & Keberagaman

1.1.3.1.4. Kebijakan Sosial

1.1.3.1.5. Teknologi

1.2. The Nature Of Development

1.2.1. Biological, Cognitive, and Socioemotional Processes

1.2.1.1. Proses Biologis

1.2.1.1.1. Perubahan

1.2.1.1.2. Yang Mempengaruhi

1.2.1.2. Proses Kognitif

1.2.1.2.1. Perubahan

1.2.1.3. Proses Sosioemosional

1.2.1.3.1. Perubahan

1.2.1.4. Keterhubungan 3 Proses Tersebut

1.2.1.4.1. Developmental Cognitive Neuroscience

1.2.1.4.2. Developmental Social Neuroscience

1.2.2. Periods of Development

1.2.2.1. Periode Perkembangan

1.2.2.1.1. Prenatal

1.2.2.1.2. Infancy

1.2.2.1.3. Early Childhood

1.2.2.1.4. Middle & Late Childhood

1.2.2.1.5. Adolescence

1.2.2.1.6. Early Adulthood

1.2.2.1.7. Middle Adulthood

1.2.2.1.8. Late Adulthood

1.2.2.2. Four Age

1.2.2.2.1. First Age

1.2.2.2.2. Second Age

1.2.2.2.3. Third Age

1.2.2.2.4. Fourth Age

1.2.2.3. Perkembangan Penuaan

1.2.2.3.1. Normal Aging

1.2.2.3.2. Pathological Aging

1.2.2.3.3. Successful Aging

1.2.2.4. hubungan Lintas Periode Perkembangan

1.2.2.4.1. Elemen Kunci

1.2.3. The Significance of Age

1.2.3.1. Umur dan Kebahagiaan

1.2.3.1.1. Menurut penelitian orang dewasa tua lebih bahagia/puas dibanding orang muda (Carstensen, 2015)

1.2.3.1.2. Tingkat kepuasan terendah saat usia paruh baya, 45-54 tahun (OECD, 2014)

1.2.3.2. Konsepsi Usia

1.2.3.2.1. Usia Kronologis

1.2.3.2.2. Usia Biologis

1.2.3.2.3. Usia Psikologis

1.2.3.2.4. Usia Sosial

1.2.4. Developmental Issues

1.2.4.1. Nature and Nurture

1.2.4.1.1. Nature

1.2.4.1.2. Nurture

1.2.4.2. Stability and Change

1.2.4.2.1. Stabilitas

1.2.4.2.2. Perubahan

1.2.4.3. Continuity and Discontinuity

1.2.4.3.1. Kontuinitas

1.2.4.3.2. Diskontuinitas

1.2.4.4. Evaluasi Masalah Perkembangan

1.2.4.4.1. Para Ahli

1.3. Theories Of Development

1.3.1. Psychoanalytic Theories

1.3.1.1. Teori Freud's

1.3.1.1.1. Oral Stage

1.3.1.1.2. Anal Stage

1.3.1.1.3. Phallic Stage

1.3.1.1.4. Latency Stage

1.3.1.1.5. Genital Stage

1.3.1.2. Teori Erikson's

1.3.1.2.1. Trust vs Mistrust

1.3.1.2.2. Autonomy vs Shame & Doubt

1.3.1.2.3. Initiative vs Guilt

1.3.1.2.4. Industry vs Infentiory

1.3.1.2.5. Indentity vs Indentity Confusion

1.3.1.2.6. Intimacy vs Isolation

1.3.1.2.7. Generativy vs Stagnation

1.3.1.2.8. Intergrity vs Despair

1.3.2. Cognitive Theories

1.3.2.1. Teori Perkembangan Kognitif Piaget's

1.3.2.1.1. Sensorimotor Stage

1.3.2.1.2. Preoperational Stage

1.3.2.1.3. Concrete Operational Stage

1.3.2.1.4. Formal Operational Stage

1.3.2.2. Teori Kognitif Sosiokultural Vygotsky's

1.3.2.2.1. Cara

1.3.2.2.2. Penekanan

1.3.2.2.3. Melibatkan Penemuan Sosial

1.3.2.3. Teori Information-Processing

1.3.2.3.1. Berpikir

1.3.3. Behavioral and Social Cognitive Theories

1.3.3.1. Skinner's Operant Conditioning

1.3.3.1.1. Behavioral

1.3.3.2. Teori Kognitif Sosial Bandura's

1.3.3.2.1. Social Cognitive

1.3.4. Ethological Theory

1.3.4.1. Konrad Lorenz

1.3.4.1.1. Yang pertama dilihat dianggap sebagai induknya

1.3.4.2. John Bowlby

1.3.4.2.1. Keterikatan pada pengasuh di tahun pertama kehidupan memilki konsekuensi penting sepanjang rentang kehidupan

1.3.5. Ecological Theory

1.3.5.1. Mikrosistem

1.3.5.1.1. Pengaturan dimana manusia hidup

1.3.5.2. Mesosistem

1.3.5.2.1. Hubungan antar mikrosistem

1.3.5.3. Eksosistem

1.3.5.3.1. Hubungan antar setting sosial dimana individu tidak memilki peran aktif dan konteks langsung

1.3.5.4. Makrosistem

1.3.5.4.1. Melibatkan budaya

1.3.5.5. Kronosistem

1.3.5.5.1. Pola peristiwa lingkungan

1.3.5.5.2. Transisi selama perjalanan hidup

1.3.5.5.3. Keadaan sosiohistoris

1.3.6. An Eclectic Theoretical Orientation

1.3.6.1. Mengandalkan satu teori dalam menjelaskan perkembangan adalah suatu yang salah

1.4. Research on Life-Span Development

1.4.1. Methods for Collecting Data

1.4.1.1. Observasi

1.4.1.1.1. Keterampilan

1.4.1.1.2. Tempat

1.4.1.1.3. Kelemahan

1.4.1.1.4. Pengalaman Naturalistik

1.4.1.2. Survei & Wawancara

1.4.1.2.1. Cara Terbaik & Tercepat

1.4.1.2.2. Masalah

1.4.1.3. Tes Standart

1.4.1.3.1. Prosedur

1.4.1.3.2. Contoh

1.4.1.3.3. Kritik

1.4.1.4. Studi Kasus

1.4.1.4.1. Definisi

1.4.1.4.2. Subjek

1.4.1.5. Tindakan Fisiologis

1.4.1.5.1. Kortisol

1.4.1.5.2. functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI)

1.4.1.5.3. Electroencephalography (EEG)

1.4.2. Research Designs

1.4.2.1. Penelitian Deskriptif

1.4.2.1.1. Tujuan

1.4.2.2. Penelitian Korelasional

1.4.2.2.1. Koefisien (-1,00 sampai +1,00)

1.4.2.3. Penelitian Experimental

1.4.2.3.1. Variabel

1.4.2.3.2. Kelompok

1.4.3. Time Span of Research

1.4.3.1. Cross-Sectional Approach

1.4.3.1.1. Definisi

1.4.3.1.2. Keuntungan

1.4.3.1.3. Kelemahan

1.4.3.2. Longitudinal Approach

1.4.3.2.1. Definisi

1.4.3.2.2. Keuntungan

1.4.3.2.3. Kelemahan

1.4.3.3. Cohort Effects

1.4.3.3.1. Penelitian pada sebuah kelompok atau generasi yang lahir pada satu titik sejarah yang sama

1.4.4. Conducting Ethical Research

1.4.4.1. Informed Consent

1.4.4.1.1. Lembar persetujuan, semua peserta harus tau segala resiko dan manfaat dari penelitiian yang mereka ikuti

1.4.4.2. Kerahasiann

1.4.4.2.1. Peneliti bertaanggung jawab atas kerahasiaan data peserta dan hanya digunakan untuk keperluan penelitian (Jika memungkinkan sebaiknya anonim)

1.4.4.3. Debriefing

1.4.4.3.1. Memberi tahu peserta tentang tujuan dari penelitian dan metode yang digunakan sebelum mulai penelitian

1.4.4.4. Deception

1.4.4.4.1. Psikolog memastikan bahwa dalam kasus penipuan tidak akan merugikan peserta

1.4.5. Minimizing Bias

1.4.5.1. Bias Gender

1.4.5.1.1. Pandangan yang ada dimasyarakat yang lebih mengutamakan sebuah gender

1.4.5.2. Bias Budaya dan Etnis

1.4.5.2.1. Bentuk etnosentrisme