Analisis Laporan Keuangan

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Analisis Laporan Keuangan by Mind Map: Analisis Laporan Keuangan

1. Pengenalan Analisis Bisnis

1.1. Merupakan analisis atas prospek dan resiko perusahaan untuk kepentingan pengambilan keputusan bisnis.

1.2. a. Analisis Kredit b. Analisis Ekuitas

1.3. Komponen

1.3.1. a. Analisis Lingkungan Bisnis Dan Strategi

1.3.2. b. Analisis Akuntansi

1.3.3. c. Analisis Keuangan

1.3.3.1. • Analisis Profitabilitas • Analisis Resiko • Analisis Sumber dan Pengunaan Dana

1.3.4. d. Analisis Prospektif

1.3.5. e. Penilaian

1.3.6. f. Analisis laporan keuangan dan analisis bisnis.

1.3.7. g. Analisis Laporan Keuangan Common-Size

1.3.8. h. Analisis Rasio

1.3.9. i. Analisis Arus Kas

1.3.10. j. Valuasi

1.3.10.1. • Valuasi Ekuitas • Valuasi Utang

2. Tinjauan Analisis Laporan Keuangan

2.1. Suatu proses penelitian laporan keuangan beserta unsure-unsurnya yang bertujuan untuk mengevaluasi dan memprediksi kondisi keuangan perusahaan atau badan usaha dan juga mengevaluasi hasil-hasil yang telah dicapai perusahaan atau badan usaha pada masa lalu dan sekarang.

2.2. Dasar Analisis

2.2.1. a. Aktivitas Bisnis

2.2.1.1. 1) Aktivitas Perencanaan

2.2.1.2. 2) Aktivitas Pendanaan

2.2.1.2.1. a) Investor ekuitas( pemegang saham) b) Kreditor (pemberi pinjaman) Terdapat dua jenis kreditor,yaitu • kreditor utang, yang secara langsung meminjamkan uang. • kreditor operasi, yang meminjamkan uang kepada perusahaan sebagai bagian dari operasinya.

2.2.1.3. 3) Aktivitas Investasi

2.2.1.4. 4) Aktivitas Operasi

2.2.2. Laporan Keuangan Mencerminkan Aktivitas Bisnis

2.2.2.1. 1) Neraca 2) Laporan Laba Rugi 3) Laporan Equitas Pemegang Saham 4) Laporan Arus kas 5) Hubungan antara Laporan-laporan Keuangan

2.2.3. Informasi Tambahan

2.2.3.1. 1) Management Disscussion and Analysis (MD&A) 2) Laporan Manajemen (Management Report) 3) Laporan Auditor (Auditor Report)

2.2.4. 4) Catatan Penjelas (Explanatory Notes)

2.2.4.1. a) prinsip dan metode akuntansi yang digunakan b) pengungkapan rinci atas tiap pos laporan keuangan c) komitmen dan kontinjensi d) kombinasi bisnis e) transaksi dengan pihak yang mempunyai hubungan istimewa f) rencana opsi saham g) kemajuan proses hukum h) pelanggan signifikan

2.2.5. 5) Informasi Tambahan (Supplementary Information)

2.2.5.1. a) Data segmen bisnis b) penjualan ekspor c) efek yang diperdagangkan d) akun penilaian e) pinjaman jangka pendek f) data keuangan kuartalan

2.2.6. 6) Laporan Proksi (Proxy Statement)

2.3. Pengantar Analisis

2.3.1. a. Alat Analisis

2.3.1.1. 1) Analisis Laporan Keuangan Komparatif

2.3.1.1.1. a) Analisis perubahan tahun ke tahun b) Analisis tren angka indeks

2.3.1.2. 2) Analisis Laporan Keuangan Common-Size

2.3.2. b. Analisis Rasio

2.3.2.1. Analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap satu dengan yang lainnya

2.3.2.2. a) Membantu penganalisis untuk mengetahui keadaan b) Perkembangan keuangan perusahaan yg bersangkutan.

2.3.2.3. a) Rasio Likuiditas b) Rasio Profitabilitas c) Rasio Solvabilitas d) Rasio Aktivitas e) Rasio Pasar

3. Pelaporan Keuangan Pokok Perusahaan

3.1. Laporan keuangan adalah merupakan hasil dari kegiatan operasi normal perusahaan akan memberikan informasi keuangan yang berguna bagi entitas-entitas di dalam perusahaan itu sendiri maupun entitas-entitas lain di luar perusahaan.

3.2. Pihak Yang Membutuhkan

3.2.1. Pemilik Perusahaan Manajer atau Pimpinan perusahaan Para Investor Kreditor Pemerintah

3.3. Fitur Umum

3.3.1. a. Dasar Aktual b. Kelangsungan Usaha

3.4. Karakteristik

3.4.1. a. Dapat Dipahami b. Relevan c. Dapat Dibandingkan d. Keandalan

3.5. Kendala

3.5.1. a. Tepat Waktu b. Keseimbangan antara Biaya dan Manfaat c. Keseimbangan di antara Karakteristik Kualitatif d. Penyajian Waja

3.6. Unsur

3.6.1. • Laporan Laba Rugi (komperhensip) • Laporan Perubahan Modal • Laporan Arus Kas • Catatan Atas Laporan Keuangan

3.7. Pengukuran Unsur

3.7.1. Aset/Aktiva

3.7.1.1. 1. Biaya historis. 2. Biaya kini (current cost) 3. Nilai realisasi/penyelesaian (realisable/settlement value). 4. Nilai sekarang (present value).

3.7.1.2. Golongan

3.7.1.2.1. Aktiva Lancar

3.7.1.2.2. Investasi Jangka Panjang

3.7.1.2.3. Aktiva Tetap

3.7.1.2.4. Aktiva Tidak Berwujud

3.7.1.2.5. Aktiva lain-lain

3.7.2. Kewajiban

3.7.2.1. Kewajiban jangka pendek

3.7.2.1.1. a) Utang usaha b) Wesel bayar c) Beban yang masih harus dibayar d) Pendapatan diterima di muka

3.7.2.2. Kewajiban jangka panjang

3.7.2.2.1. 1) Pinjaman obligasi 2) Utang hipotek

3.7.3. Ekuitas

3.7.4. Penghasilan (income)

3.7.5. Beban (expenses)

4. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan

4.1. Faktor

4.1.1. Likuiditas

4.1.1.1. a. Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan pihak luar perusahaan (kreditur) b. Kewajiban keuangan yang berhubungan dengan proses produksi (intern perusahaan)

4.1.2. Solvabilitas

4.1.2.1. a. Perusahaan yang likuid dan solvable b. Perusahaan yang likuid tetapi insolvable c. Perusahaan yang likuid dan insolvable d. Perusahaan yang likuid tetapi solvable

4.1.3. Rentabilitas atau profitability

4.1.4. Stabilitas usaha

4.2. Prosedur

4.2.1. a. Laporan tersebut disesuaikan dengan tekanan atau tujuan management atau maksud pengguna laporan tertentu. b. Perbedaan pendapat diantara mereka yang menyusun laporan tersebut. c. Perbedaan pengetahuan serta pengalaman daripada akuntan yang menyusun laporan d. Adannya kegagalan untuk mengetrapkan sebutan-sebutan (terminology) ataupun klasifikasi yang terbaru yang telah diterima umum atau lazim digunakan

4.3. Metode

4.3.1. Metode Analisa

4.3.1.1. 1) Analisa Horisontal / Analisa Dinamis 2) Analisa Vertikal / Analisa Statis

4.3.2. Teknik Analisa

4.3.2.1. 1) Analisa Perbandingan Laporan Keuangan 2) Trend atau tendensi posisi (trend percentage analysis), 3) Laporan dengan prosentase per komponen atau common size statement 4) Analisa sumber dan penggunan Modal kerja 5) Analisa sumber dan penggunaan kas (kas flow atatement analysis) 6) Analisa ratio 7) Analisa perubahan laba kotor (gross profit analysis) 8) Analisa Break-Event

4.4. Analisa Pembanding

4.4.1. Faktor yang Mempengaruhi

4.4.1.1. Likuiditas Solvabilitas Profitabilitas Stabilitas usaha

4.4.2. Perbandingan Laporan Keuangan

4.5. Trend

4.5.1. 1. Teknik analisa ini hanya praktis apabila digunakan jangka waktu lebih dari tiga tahun. 2. Dalam menganalisa mengunakan indeks yang dinyatakan dalam prosentase.

5. Analisa Laporan Keuangan

5.1. Komponen

5.1.1. Laporan Posisi Keuangan / Neraca (Balance Sheet).

5.1.2. Laporan Laba Rugi (Income Statement).

5.1.2.1. 1) Bentuk satu, laporan laba rugi komprehensif 2) Bentuk dua laporan : Laba rugi terpisah dan Laba rugi komprehensif 3) Single step model 4) Multistep model

5.1.3. Laporan perubahan ekuitas

5.1.3.1. a. Modal awal b. Laba (rugi) tahun berjalan c. Pembayaran dividen d. Pencadangan saldo laba untuk cadangan tujuan e. Modal akhir

5.1.4. Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement).

5.1.4.1. Aktivitas operasional (Operating). Aktivitas Investasi (Investing). Aktivitas pendanaan atau pembiayaan (Financing).

5.1.5. Laporan posisi keuangan pada awal periode sebelumnya

5.1.6. Catatan atas laporan keuangan

5.2. Teknik Analisis

5.2.1. Analisis Perbandingan Laporan Keuangan (Comparative Statement Analysis)

5.2.1.1. Perbandingan Pendapatan Analisis Laporan Keuangan (Comparative Income Statement Analysis) Perbandingan Posisi Analisis Laporan Keuangan (Comparative Position Statement Analysis)

5.2.2. Analisis Laporan Keuangan Sistem Trend (Trend Analysis)

5.2.3. Analisa Common size (Common Size Analysis)

5.2.4. Analisa Du Pont (Du Pont Analysis)

5.2.5. Analisa Aliran Dana (Fund Flow Statement)

5.2.6. Analisa Arus Kas (Cash Flow Statement)

5.2.7. Analisa Rasio (Ratio Analysis)

6. Analisis Aktivitas Pendanaan

6.1. Metode yang digunakan dalam perusahaan untuk mendapatkan uang guna membayar kebutuhan-kebutuhan perusahaan.

6.2. Kewajiban

6.2.1. Kewajiban Lancar Atau Jangka Pendek Kewajiban Tak Lancar atau Jangka Panjang Analisis Kewajiban.

6.3. Ekuitas Pemegang Saham Analisis ekuitas pemegang daham meliputi : • Mengklasifikasikan dan memisahkan sumber utama pendanaanekuitas • Mempelajari hak untuk kelompok-kelompok pemegang saham danpriosritas mereka dalam likuidasi • Mengevaluasi pembatasan hukum untuk distribusi ekuitas. • Menelaah kontrak, ketentuan hukum, dan pembatasan-pembatasanlainnya atas distribusi laba ditahan. • Menilai ketentuan dan provisi efek yang dapat di konversi,opsi saham,dan kesepakatan lainnya yang berpotensi menerbitkan saham.

7. Analisis Aktivitas Investasi

7.1. Aset merupakan manfaat ekonomi yang diperoleh oleh seseorang atau suatu perusahaan yang dapat digunakan masa mendatang dan merupakan hasil dari kejadian atau transaksi di masa lalu.

7.2. Aset Lancar

7.2.1. Kas dan setara kas

7.2.2. Piutang

7.2.2.1. Penilaian Piutang Analisis Piutang

7.2.3. Beban Dibayar Dimuka

7.2.4. Persediaan

7.2.4.1. Akuntansi Dan Penilaian Persediaan

7.2.4.2. Arus biaya persediaan

7.2.4.2.1. First- in, firs-out (FIFO). Last-in, first-out (LIFO), Average cost (Biaya persediaan rata-rata).

7.2.5. Analisis Persediaan

7.2.5.1. Dampak Biaya Persediaan Terhadap Profitabilitas Dampak Biaya Persedian Terhadap Neraca Dampak Biaya Persediaan Terhadap Arus Kas Masalah Penilaian Persediaan Lainnya Biaya Persediaan Perusahaan Manufaktur Dampak Peningkatan Produksi Biaya perolehan atau nilai pasar, mana yang lebih rendah

7.3. Aset Jangka Panjang

7.3.1. Kapitalisasi, Alokasi, dan Penurunan Nilai

7.3.2. Kapitalisasi Versus Pembebanan:

7.3.2.1. 1. Dampak terhadap Laporan Keuangan dan Rasio 2. Dampak Kapitalisai terhadap Laba 3. Dampak kapitalisasi terhadap Tingkat Pengembalian Investasi 4. Dampak Kapitalisasi terhadap Rasio Solvabilitas 5. Dampak Kapitalisasi terhadap arus Kas Operasi

7.4. Aset Tetap dan SDA

7.4.1. Menilai Properti, Pabrik, dan Peralatan.

7.4.2. Menilai Sumber Daya Alam

7.4.3. Penyusutan

7.4.4. Tingkat Penyusutan

7.4.4.1. Umur masa manfaat Metode Alokasi • Garis Lurus • Dipercepat • Khusus

7.4.5. Deplesi

7.4.6. Penurunan nilai

8. Analisis Aktivitas Investasi Antar Perusahaan

8.1. Aktivitas investasi adalah aktivitas penerimaan dan pengeluaran kas yang ditujukan untuk perolehan dan pelepasan aset tetap serta investasi lainnya yang tidak termasuk dalam setara kas.

8.2. Klasifikasi

8.2.1. Sekuritas Utang

8.2.1.1. Sekuritas yang Dimiliki hingga Jatuh Tempo. Sekuritas yang Diperdagangkan Sekuritas tersedia untuk dijual. Perubahan Kelompok Investasi

8.2.2. Sekuritas Ekuitas

8.2.2.1. Tidak Memiliki Pengaruh (Kepemilikan Kurang dari 20%) Pengaruh Signifikan (Kepemilikan anatara 20%-50%) Pihak yang Mengendalikan (Kepemilikan Lebih dari 50%)

8.3. Tujuan

8.3.1. 1 Memisahkan Kinerja Operasi dengan Kinerja Investasi Kinerja operasi dan investasi suatu perusahaan harus dianalisis secara terpisah, karenakinerja investasi perusahaan dapat mendistorsi kinerja operasi yang sesungguhnya 2 Menganalisis Distorsi Akuntansi dari Sekuritas Daftar distorsi potensial yang disebabkan oleh akuntansi untuk sekuritas investasiyang harus diwaspadai seorang analis: 1) Peluang untuk mengakui penjualan keuntungan. 2) Kewajiban yang diakui sebesar biaya. 3) Definisi sekuritas ekuitas yang tidak konsisten. 4) Klasifikasi berdasarkan niat.

8.4. Metode

8.4.1. Pengakuan Laba Perusahaan Investasi Investasi Modal yang Tidak Diakui Cadangan Pajak atas Laba Anak Perusahaan yang Tidak Dibagikan.

8.5. Pilihan Nilai Wajar

8.5.1. Ketentuan Pelaporan Nilai Wajar

8.5.1.1. Asset dan Kewajiban yang Sesuai untuk Piihan Nilai Wajar

8.5.1.1.1. a) Investasi pada anak perusahaan yang perlu dikonsolidasikan b) Asset (kewajiban) imbalan pasca pensiun c) Asset (kewajiban) sewa guna usaha d) Kontrak asuransi jenis tertentu e) Komuntmen pinjaman f) Investasi metode ekuitas dengan kondisi tertentu.

8.5.1.2. Aplikasi Tertentu

8.5.1.3. Ketentuan Pelaporan

8.5.1.3.1. a) Nilai yang tercatat dari asset (kewajiban) dalam neraca akan selalu pada nilai wajarnya pada saat tangga neraca. b) Semua perubahan dalam nilai wajar asset (kewajiban), termasuk keuntungan dan kerugian yang belum direalisasikan akan dimasukan dalam laba bersih. Dengan perkataan lain, asset dan kewajiban sehubungan dengan sekuritas perdagangan. c) Mengenai cara keuntungan dan kerugian yang belum diakui akan dimasukan belum dijelaskan. Perusahan dapat memilih untuk melaporkan porsi keuntungan dan kerugian yang belum direaisasi secara berbeda dengan komponen arus kas (seperti bunga, dividen, atau keuntungan dan kerugian yang belum diakui) atau bersama-sama.

8.5.2. Pengungkapkan Nilai Wajar Asset yang dijelaskan dalam SFAS 159 pada awalnya diukur pada nilai wajarnya, keuntungan dan kerugian dari pengukuran awal dan perubahan dalam nilai wajar yang mengikutinya. Diakui dalam laba.

8.5.3. Implikasi Analisis

8.5.3.1. 1) Keandalan pengukuran nilai wajar 2) Adopsi oportunistis dari SFAS 159

9. Analisis Aktivitas Operasi

9.1. Pengukuran Laba

9.1.1. Konsep Laba-Pengulangan

9.1.1.1. • komponen yang tetap atau berulang, • komponen sementara, dan • komponen yang tidak relevan terhadap nilai

9.1.2. Mengukur Laba Akuntasi

9.1.2.1. 1. Laba bersih, dianggap sebagai hasil ahkir pengukuran laba, meskipun pada kenyataannya tidaklah demikian 2. Pendapatan komprehensif, mencerminkan hampir seluruh perubahan pada ekuitas yang tidak berasal dari aktivitas pemilik. Mncerminkan keuntungan dan keruguian atas kepemilikan yang belum direalisasi, penyesuaian translasi valuta asing dan tambahan penyesuaian kewajiban pensiun minimum. 3. Laba dari operasi yang masih berlangsung, merupakan suatu pengukuran yang mengeluarkan pos luar biasa, dampak kumulatif perubahan akuntansi, dan dampak penghentian operasi.

9.1.3. Alternatif Klasifikasi dan Pengukuran Laba

9.2. Pos Yang Tidak Berulang

9.2.1. a. Pos Luar Biasa b. Operasi yang Dihentikan c. Perubahan Akuntansi d. Pos Khusus

9.3. Pengakuan Pendapatan

9.4. Beban Yang Ditangguhkan

9.4.1. a. Penelitian dan Pengembangan b. Beban Peranti Lunak Komputer c. Biaya Eksplorasi dan Pengembangan pada Industri Pertambangan

9.5. Kompensasi Tambahan

9.5.1. a. Tinjauan atas Kompensasi Karyawan b. Opsi Saham Karyawan

9.6. Biaya Bunga

9.6.1. a. Perhitungan Bunga b. Kapitalisasi Bunga c. Menganalisis Bunga

9.7. Pajak Penghasilan

9.7.1. a. Akuntansi Pajak Penghasilan Analisis Pajak Penghasilan b. Manajemen Laba dan Kualitas Laba

10. Analisis Arus Kas

10.1. Analisis arus kas masuk dan arus kas keluar perusahaan berikut sumber operasi, investasi, dan pendanaannya merupakan salah satu pekerjaan investigasi yang paling penting.

10.1.1. Motif-motif tersebut, antara lain: a. Motif Transaksi (Transaction Motive). b. Motif Berjaga-jaga (Safety Motive / Precautionary Motive). c. Motif Spekulatif (Speculative Motive). d. Motif Compensating Balance

10.2. Klasifikasi

10.2.1. a. Aktivitas Operasi. b. Aktivitas Investasi. c. Aktivitas Pendanaan.

10.3. Metode

10.3.1. a. Metode Langsung b. Metode Tidak Langsung

10.4. Laporan Arus Kas

10.4.1. a. Relevansi Kas b. Topik Khusus c. Metode Langsung d. Analisis Arus Kas e. Pengukuran Arus Kas Alternatif f. Perusahaan dan Kondisi Ekonomi g. Arus Kas Bebas h. Arus Kas sebagai Validasi

10.5. Rasio

10.5.1. a. Rasio Kecukupan Arus Kas b. Rasio Reinvestasi Kas

11. Pengembalian atas Investasi Modal dan Analisis Profitabilitas

11.1. Hubungan antara laba dengan investasi modal, yang disebut pengembalian atas investasi modal (return on invested capital – ROIC) atau pengembalian atas investasi (return on investment – ROI) mungkin merupaan ukuran kinerja perusahaan yang dikenal luas

11.2. Komponen

11.2.1. Investasi Modal

11.2.1.1. Asset Operasi Bersih Modal Ekuitas Biasa Menghitung Investasi Modal Suatu Periode

11.2.2. Penyesuaian atas Investasi Modal dan Laba

11.2.3. Menghitung Pengembalian Investasi Modal

11.2.3.1. Pengembalian atas Aset Operasi Bersih Pengembalian atas Equitas Pemegang Saham Biasa

11.3. Pengembalian Aset

11.3.1. Pemisahan Pengembalian atas Aset Operasi Bersih

11.3.2. Dampak Leverage Operasi

11.3.3. Hubungan antara Margin Laba dan Perputaran Aset

11.3.3.1. Pemisahan Margin Laba

11.3.3.1.1. 1. Laba Kotor (Gross Profit) 2. Beban Penjualan (Selling expenses) 3. Beban Umum dan Administrasi (General and Administrative Expenses)

11.3.3.2. Pemisahan Perputaran Aset

11.3.3.3. Perputaran Piutang Usaha

11.3.3.4. Perputaran Persediaan

11.3.3.5. Perputaran Aset Operasi jangka Panjang

11.3.3.6. Perputaran Utang Usaha

11.3.3.7. Perputaran Modal Kerja Operasi Bersih

12. Analisis Prospektif

12.1. Analisis prospektif dapat dilakukan hanya setelah laporan keuangan historis disesuaikan untuk mencerminkan kinerja ekonomis perusahaan secara akurat.

12.2. Proses Proyeksi

12.2.1. Proyeksi Laporan Laba-Rugi

12.2.1.1. Tingkat aktivitas ekonomi makro yang diharapkan. Peta Persaingan, Bauran Toko baru dan toko lama.

12.2.2. Proyeksi Neraca

12.2.3. Proyeksi Laporan Arus Kas

12.2.4. Analisis Sensitivitas

12.3. Model penilaian memerlukan estimasi atas 6 parameter sebagai berikut : o Pertumbuhan penjualan o Margin Laba Bersih (laba bersih/ penjualan) o Perputaran Modal Kerja Bersih (penjualan / modal kerja bersih) o Perputaran Aktiva Tetap (penjualan / aktiva tetap) o Leverage keuangan (aktiva operasi / ekuitas) o Biaya modal ekuitas

13. Analisis Kredit (Pemberian Pinjaman)

13.1. Manajemen kredit merupakan proses atau kegiatan mengelola pemberian kredit mulai dari kredit tersebut diberikan sampai dengan kredit tersebut lunas agar dana- dana bank dapat dimanfaatkan dengan baik dan produktif.

13.2. Jenis

13.2.1. Dilihat dari Segi Kegunaan

13.2.1.1. 1) Kredit Investasi 2) Kredit Modal Kerja

13.2.2. Dilihat dari Segi Tujuan Kredit

13.2.2.1. 1) Kredit Produktif 2) Kredit Konsumtif 3) Kredit perdagangan

13.2.3. Dilihat dari Segi Jangka Waktu

13.2.3.1. Kredit Jangka Pendek Kredit Jangka Menengah Kredit Jangka Panjang

13.2.4. Dilihat dari Segi Jaminan

13.2.4.1. 1) Kredit dengan Jaminan 2) Kredit tanpa Jaminan

13.2.5. Dilihat dari Segi Sektor Usaha

13.2.5.1. 1) Kredit pertanian 2) Kredit peternakan 3) Kredit industri 4) Kredit pertambangan 5) Kredit pendidikan 6) Kredit profesi 7) Kredit perumahan 8) Dan sektor-sektor lainnya.

13.3. Unsur

13.3.1. a. Kepercayaan b. Kesepakatan c. Jangka Waktu d. Risiko e. Balas Jasa

14. Analisis Penilaian Ekuitas

14.1. Daya tahan laba secara luas mencakup stabilitas, prediksi, keragaman, dan tren laba. Analisis penilaian ekuitas menekankan laba dan pengukuran akuntansi lain untuk menghitung nilai perusahaan. Peramalan laba memperhitungkan kekuatan laba, teknik estimasi, dan mekanisme pengawasan

14.2. Faktor

14.2.1. a. Tren dan Daya Tahan Laba b. Majemen dan Daya Tahan Laba c. Insentif dan Daya Tahan Manajemen d. Pos Laba yang Bertahan dan Sementara e. Analisis dan Interpretasi Pos Sementara

14.3. Penilaian Ekuitas

14.3.1. Hubungan Antara Harga Saham dengan Data Akuntansi

14.3.2. Perkalian Penilaian Dasar

14.3.2.1. 1) Rasio Harga terhadap Nilai Buku 2) Rasio Harga terhadap Laba

15. Analisis Sekuritas

15.1. Surat hutang yang dapat dengan cepat dijadikan uang atau kas, atau dengan kata lain sekuritas adalah surat hutang yang dapat dijual dengan cepat, karena sekurita memiliki sifat yang likuid.

15.2. Kriteria

15.2.1. a. Risiko tingkat bunga b. Risiko kemampuan membeli ( daya beli ) c. Risiko keuangan d. Risiko likuidasi e. Pajak f. Pengembalian atas sekuritas.

15.3. 1) Variabel Ekonomi Makro 2) Meramal Perubahan Pasar Modal 3) Perubahan Siklis Ekonomi 4) Perubahan Variabel-Variabel Ekonomi Makro

15.4. Analisis Perusahaan

15.4.1. EPS dan Informasi Laporan Keuangan

15.4.1.1. Neraca

15.4.1.2. Laporan Rugi Laba

15.4.1.2.1. o Biaya produksi Biaya ini berkaitan dengan biaya-biaya yang langsung terkait dengan aktivitas produksi barang-barang dan jasa yang akan dijual perusahaan. o Biaya administrasi dan umum Biaya ini berkaitan dengan biaya overhead, biaya gaji, pengiklanan, dan biaya lainnya yang tidak terkait langsung dengan biaya produksi barang dan jasa. o Biaya bunga Biaya ini terkait dengan biaya yang harus dikeluarkan perusahaan sebagai konsekuensi penggunaan hutang. o Biaya pajak penghasilan Biaya ini berkaitan dengan kewajiban perusahaan untuk membayar sejumlah pajak kepada pemerintah.

15.4.1.3. Laporan Arus Kas

15.4.1.3.1. Laporan aliran kas merupakan laporan yang memuat aliran kas yang berasal dari tiga sumber yaitu: o aktivitas operasi perusahaan o aktivitas investasi o aktivitas pendanaan yang dilakukan perusahaan.

15.4.2. Kelemahan Pelaporan EPS dalam Laporan Keuangan

15.4.3. Analisis Rasio Profitabilitas Perusahaan

15.4.3.1. 1) Return on Equity (ROE), yang menggambarkan sejauh mana kemampuan perusahaan menghasilkan laba yang bisa diperoleh pemegang saham. (laba bersih setelah bunga dan pajak dibagi jumlah modal sendiri) 2) Return on Asset (ROA), yang menggambarkan sejauh mana kemampuan aset-aset yang dimiliki perusahaan bisa menghasilkan laba. (EBIT dibagi jumlah aset)

15.4.4. Earning Per Share (EPS)

15.4.5. Price Earning Rate (PER)

15.4.6. Estimasi Nilai Intrinsik Saham

15.4.7. Analisis Perusahaan Menggunakan Ringkasan Laporan Keuangan

16. Analisis Times Series dan Forecasting Data Keuangan

16.1. Analisis perbandingan data dengan data keuangan periode sebelumnya (perbandingan dengan data historis).

16.1.1. Perubahan-perubahan struktural yang akan mempengaruhi tren keuangan suatu perusahaan antara lain: a. Peraturan Pemerintah b. Perubahan Kompetisi c. Perubahan Teknologi d. Akuisi dan Merger (Penggabungan Perusahaan)

16.2. Analisis Data Keuangan

16.2.1. Trend

16.2.1.1. Analisis Siklus

16.2.1.1.1. 1) Menggambar dengan tangan 2) Menggunakan model matematika (metode least square)

16.2.1.2. Trend Sebagai Proyeksi Masa Depan

16.2.1.3. Mengukur Pengaruh Tren

16.2.1.4. Analisis Musiman

16.2.2. Siklus

16.2.3. Musiman

16.2.4. Ketidakteraturan(Irregularities)

16.3. Metode Peramalan

16.3.1. a. Model Penghalusan Eksponensial b. Perbandingan Model-model Forecast

17. Analisis Penilaian Kinerja Keuangan Perusahaan

17.1. Kinerja perusahaan merupakan suatu gambaran tentang kondisi keuangan suatu perusahaan yang dianalisis dengan alat-alat analisis keuangan, sehingga dapat diketahui mengenai baik buruknya keadaan keuangan suatu perusahaan yang mencerminkan prestasi kerja dalam periode tertentu. Hal ini sangat penting agar sumber daya digunakan secara optimal dalam menghadapi perubahan lingkungan.

17.2. 1) Mengelola operasi organisasi secara efektif dan efisian melalui pemitivasian karyawan secara maksimum. 2) Membantu pengambilan keputusan yang bersangkutan dengan karyawan seperti promosi, transfer dan pemberhentian 3) Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan karyawan dan untuk menyediakan kriteria seleksi dan evaluasi program pelatihan karyawan 4) Menyediakan umpan balik bagi karyawan mengenai bagaimana atasan mereka menilai kinerja mereka. 5) Menyediakan suatu dasar bagi distribusi penghargaan

17.3. Laporan Neraca

17.3.1. Aktiva (Assets, Harta)

17.3.1.1. Aktiva Lancar Aktiva Tetap

17.3.2. Aktiva Lain-Lain

17.3.3. Hutang ( Liabilities )

17.3.3.1. Hutang Lancar Hutang Jangka Panjang

17.3.4. Modal

17.4. Laporan Laba Rugi

17.4.1. 1) Pendapatan 2) Biaya 3) Keuntungan 4) Kerugian

17.5. Tahap Penilaian

17.5.1. Tahap Persiapan

17.5.1.1. Penentuan daerah pertanggungjawaban dan manajer yang bertanggungjawab

17.5.1.1.1. 1) Kriteria penetapan tanggungjawab 2) Tipe pusat pertanggungjawaban. 3) Karakteristik Pusat pertanggungjawaban

17.5.1.2. Penetapan kriteria yang dipakai untuk mengukur kinerja

17.5.1.2.1. 1) Dapat diukur atau tidaknya kriteria 2) Rentang waktu sumber daya dan biaya 3) Bobot yang diperhitungkan atas kriteria

17.5.1.3. Pengukuran Kinerja sesungguhnya

17.5.1.3.1. 1) Perataan (smothing) 2) Pencondongan (biasing) 3) Permainan (gaming) Penonjolan dan tindakan meianggar

17.5.2. Tahap Penilaian

17.5.2.1. Pembandingan kinerja sesungguhnya dengan sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya.

17.5.2.2. Penetuan penyebab timbulnya penyimpangan kinerja sesungguhnya dari yang ditetapkan dalam standar

17.5.2.3. Penegakkan perilaku yang diinginkan dan tindakan yang digunakan untuk mendegah perilaku yang tidak diinginkan

17.6. Ukuran Kinerja

17.6.1. a. Ukuran kriteria tunggal (Single criterium). b. Ukuran kriteria beragam (Multiple criterium) c. Ukuran kriteria gabungan (Composite criterium)

18. Analisis Kebangkrutan dan Resiko Keuangan

18.1. Analisis kebangkrutan adalah analisis untuk memperoleh tanda-tanda awal tentang kebangkrutan, Kebangkrutan (bankruptcy) biasanya diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam menjalankan operasi perusahaan untuk menghasilkan laba. (Supardi,2003:79).

18.1.1. 1) Kegagalan Ekonomi (Economic Distressed) 2) Kegagalan Keuangan (Financial Distressed)

18.2. Faktor

18.2.1. Faktor Umum

18.2.1.1. Sektor ekonomi Sektor sosial Sektor teknologi Sektor Pemerintah

18.2.2. Faktor Eksternal

18.2.2.1. Sektor pelanggan/nasabah Sektor kreditor Sektor pesaing/bank lain

18.2.3. Faktor Internal Perusahaan

18.2.3.1. 1. Terlalu besarnya kredit yang diberikan kepada nasabah sehingga menyebabkan adanya penunggakan dalam pembayarannya sampai akhirnya tidak dapat membayar. 2. Manajemen yang tidak efisien, yang disebabkan karena kurang adanya kemampuan, pengalaman, ketrampilan, sikap adaptif dan inisiatif dari manajemen. 3. Penyalah gunaan wewenang dan kecurangan-kecurangan, dimana sering dilakukan oleh karyawan, bahkan manajer puncak sekalipun sangat merugikan apalagi yang berhubungan dengan keuangan perusahaan.

18.3. Indikator

18.3.1. a. Indikator dari lingkungan bisnis b. Indikator internal c. Indikator kombinasi

18.4. Sumber Informasi

18.4.1. a. Aliran Kas Saat ini dan Aliran Kas untuk Masa Mendatang b. Laporan Keuangan Perusahaan

18.5. Prediksi

18.5.1. Analisis Multivariate

18.5.2. Analisis Univariate

18.6. Cara Mengukur dan Mengelola

18.6.1. a. Risiko kredit

18.6.1.1. 1.Melakukan analisis kredit secara baik dan benar; 2.Dokumentasi kredit 3.Pengendalian dan pengawasan kredit 4.Penilaian terhadap resiko khusus

18.6.2. b. Risiko Likuiditas

18.6.2.1. 1.Membuat perencanaan likuiditas 2.Membuat rencana kontingensi 3.Analisis biaya dan penentuan bunga kredit 4.Pengembangan sumber pendanaan

18.6.3. c. Risiko Suku bunga

18.6.3.1. 1. Membuat analisis kepekaan bunga terhadap aktiva 2. Membuat analisis durasi, penilaian bunga antar waktu

18.6.4. d. Risiko leverage

18.6.4.1. 1.Membuat perencanaan modal 2.Analisis pertumbuhan usaha berkelanjutan 3.Memantapkan kebijakan dividen 4.Melakukan penyesuaian resiko terhadap kecukupan modal

18.7. Jenis

18.7.1. 1) Risiko Pasar 2) Risiko Suku Bunga 3) Risiko Kredit 4) Risiko Likuiditas 5) Risiko Operasional 6) Risiko Hukum

18.8. Dampak

18.8.1. Dampak Terhadap Pemegang Saham Dampak Terhadap Karyawan Dampak Terhadap Nasabah Dampak Terhadap Perekonomian