2.1. Proses interaksi antara konselor dengan konseli baik secara langsung maupun tidak langsung dalam rangka untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya atau pun memecahkan permasalahan yang dialaminya.
3. Sejarah BK
3.1. Muncul pertama kali tahun 1909 di Amerika
3.2. Masuk dan dikenal di Indonesia tahun 1960
3.3. Tahun 1970-an mendapat perhatian di pendidikan formal
3.4. BK memiliki ruang gerak dan pengakuan tahun 1990-an
3.5. Kedudukan BK diperkuat oleh beberapa regulasi
4. Kesalahpahaman tentang BK di Sekolah
4.1. Layanan BK hanya untuk siswa yang bermasalah
4.2. BK semata-mata pemberian nasehat
4.3. BK melayani orang yang sakit dan kurang normal
4.4. Konselor dianggap sebagai polisi sekolah
4.5. Konselor yang harus aktif sedangkan klien pasif
4.6. Layanan BK dapat dilakukan oleh siapa saja
4.7. Menyamaratakan cara pemecahan masalah bagi semua klien
4.8. BK hanya menangani masalah-masalah insidental
4.9. Guru Bimbingan dan Konseling bekerja sendiri
4.10. Hasil pekerjaan BK harus segera dilihat
4.11. BK hanyalah menangni masalah yang dianggap ringan