1.1. Hubungan bimbingan dan konseling dengan sekolah sangat erat sekali, Pendidikan tidak lepas dari kehidupan sekolah untuk peserta didik, bimbingan dan konseling sebagai satuan pendidikan dalam mencerdaskan emosi dan menggali potensi diri.
2. Landasan Bimbingan dan Konseling
2.1. Landasan Sosio-kultural Suatu hasil interaksi masyarakat yang telah melekat dan saling terkait dan memiliki nilai-nilai yang terkandung dalam pola pendidikan suatu masyarakat.
2.2. Landasan Pedagogis dalam bidang pendidikan, bimbingan berkembang dengan pesat sehingga pada akhirnya mendapat tempat dan peranan yang sangat penting dalam keseluruhan proses pendidikan
2.3. Landasan Psikologis Dalam proses pendidikan di sekolah, siswa sebagai subjek didik merupakan pribadi-pribadi yang unik dengan segala karakteristiknya. Siswa sebagai individu yang dinamis dalam interaksinya dengan lingkungannya.
2.4. Landasan Yuridis Payung hukum bahwa konselor itu pendidik yang ekplisit tertulis dalam UU No. 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 6, bahwa konselor berada sejajar dengan tenaga pendidik lainnya seperti guru, dosen, widyaiswara dan tutor. Namun, dalam konteks tugas dan ekspetasi kinerja yang unik dan berbeda. dan pertimbangan atau alasan yang menggambarkan bahwa peraturan yang dibentuk untuk mengatasi permasalahan hukum atau mengisi kekosongan hukum dengan mempertimbangkan aturan yang telah ada, yang akan diubah atau akan di cabut guna menjamin kepastian hukum dan rasa keadilan masyarakat.
3. NAMA : ANNISAU QONITATURROHMAH NIM : 200111600494 KELAS : A1B
4. Pengertian Bimbingan dan Konseling
4.1. Bimbingan : suatu proses membantu individu, tanpa ada paksaan kepada individu tersebut untuk menuju ke satu tujuan
4.2. Konseling : Kegiatan yang dilakukan oleh seorang konselor dan konseling dalam memecahkan masalahnya secara tatap muka dan penuh rahasia.
5. Asas, fungsi, prinsip dan tujuan Bimbingan dan Konseling
5.1. Asas bimbingan dan konseling 1. Asas Kerahasiaan 2. Asas Kesukarelaan 3. Asas Keterbukaan 4. Asas Kegiatan 5. Asas Kekinian 6. Asas Kemandirian 7. Asas Kedinamisan 8. Asas Keterpaduan 9. Asas Keharmonisan 10. Asas Keahlian 11. Asas Alih tangan kasus
5.2. Fungsi Bimbingan dan Konseling 1. Fungsi Pemahaman 2. Fungsi Fasilitasi 3. Fungsi Penyesuaian 4. Fungsi Penyaluran 5. Fungsi Adaptasi 6. Fungsi Pencegahan 7. Fungsi Perbaikan 8. Fungsi Penyembuhan 9. Fungsi Pemeliharaan 10. Fungsi Pengembangan
5.3. Prinsip Bimbingan dan Konseling 1. Di peruntukkan bagi semua konseli 2. Sebagai proses individualisasi 3. Untuk menekankan hal-hal yang positif 4. Merupakan suatu usaha bersama 5. Pengambilan keputusan merupakan hal yang esensial dalam bimbingan dan konseling 6. Berlangsung dalam bebagai setting atau adegan dalam kehidupan
5.4. Tujuan Bimbingan dan Konseling 1. Merencanakan kegiatan penyelesaian kegiatan studi, perkembangan karir serta kehidupan di masa yang akan datang 2. Mengembangkan seluruh potensi dan kekuatan yang dimiliki 3. Menyesuaikan diri untuk beradaptasi 4. Mengatasi hambatan dan kesulitan yang dihadapi