Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

Comienza Ya. Es Gratis
ó regístrate con tu dirección de correo electrónico
Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia por Mind Map: Peran Indonesia Dalam Perdamaian Dunia

1. Pelopor Gerakan Non-Blok

1.1. Indonesia merupakan salah satu pelopor dari Gerakan Non-Blok (GNB). GNB merupakan sebuah perhimpunan dari negara-negara yang tidak beraliansi dengan negara-negara dengan kekuatan besar manapun. GNB muncul akibat terjadinya Perang Dingin antara Blok Timur dan Blok Barat. Kondisi Perang Dingin menyebabka negara-negara yang baru merdeka di Kawasan Asia, Afrika, dan Amerika Latin menjadi target perebutan pertarungan pengaruh. Hal ini mengakibatkan banyak konflik terjadi, seperti Perang Korea dan Perang Vietnam.

1.2. Hal ini memotivasi para pemimpin dari Asia dan Afrika untuk membuat gerakan supaya tidak terpengaruh persaingan tersebut. Gerakan Non-Blok (GNB atau Non Align Movement) dibentuk oleh negara-negara yang khawatir akan menjadi korban Perang Dingin.

2. Pelopor ASEAN

2.1. Indonesia sempat berkonfrontasi dengan Malaysia, tetapi akhirnya kedua negara tersebut berdamai. Kedua negara bersama dengan negara Asia Tenggara lainnya, yakni Singapura, Filipina, dan Thailan merasa perlu untuk mencipatkan perdamaian antar negara di Kawasan Asia Tenggara. Hal tersebut dibuktikan dengan terbentuknya ASEAN pada akhir tahun 1967. ASEAN dibentuk untuk mempererat hubungan sosial, politik, ekonomi, dan keamanan di Asia Tenggara. Jumlah anggota negara ASEA sebanyak 10 negara ditambah 5 negara perluasan.

3. Berperan aktif dalam PBB

3.1. Indonesia menjadi anggota resmi PBB pada tanggal 28 September 1950. Indonesia sempat keluar dari PBB karena perselisihan yang terjadi antara Malaysia dan Indonesia. PBB saat itu mengangkat Malaysia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Menurut Indonesia, Malaysia adalah negara boneka Inggris. Namun, Indonesia kembali masuk menjadi anggota PBB pada era Orde Baru tanggal 28 September 1966.

3.2. Indonesia memiliki berbagai macam peran di PBB. Salah satunya adalah menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB sebanyak tiga kali. Periode pertama pada tahun 1973 – 1974, periode kedua yakni pada tahun 1995 – 1996, dan periode ketiga pada tahun 2007 – 2008. Terpilih dan bergabungnya Indonesia menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB menunjukkan bahwa Indoensia berkontribusi nyata dalam menjaga perdamaian dunia.

4. Pencetus Konferensi Asia Afrika 1955

4.1. Indonesia merupak salah satu negara pelopor tercetusnya Konferensi Asia Afrika 1955. Konferensi tersebut bertujuan untuk menghimpun persatuan dari negara-negara Asia-Afrika yang baru saja memperoleh kemerdekaan, mempromosikan dan meningkatkan kerja sama antar negara, serta menentang segala bentuk penjajahan. Konferensi ini dipelopori oleh 5 pemimpin negara yang salah satunya adalah Indonesia, yakni diwakili oleh PM Ali Sastroamidjojo.

5. Pengiriman Kontingen Garuda (KONGA)

5.1. PBB membentuk suatu komando PBB yang disebut United Nations Emergency Fores (UNEF) pada tanggal 5 November 1956. Komando tersebut adalah pasukan khusus PBB yang dibentuk untuk memelihara perdamaian di Timur Tengah. Indonesia dalam rangka mendukung perdamaian dunia menyetujui untuk berpartisipasi dengan menyumbangkan pasukan pada UNEF mulai tanggal 8 November 1965. Indonesia pun membentuk pasukan Indonesia yang disebut Pasukan Garuda pada 28 Desember 1956. Pasukan tersebut dikirim ke Timur Tengah pada Januari 1957.

5.2. Indonesia mengirimkan Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda (KONGA), seperti (1) Pengiriman Pasukan Garuda atau Kontingen Garuda II dan III untuk menjaga perdamaian di Kongo; (2) Pengiriman Pasukan Garuda IV, V, dan VII untuk menjaga stabilitas Indocina karena Perang Vietnam; (3) Pengiriman Pasukan Garudan VI dan VII ke Timur Tengah. Hingga kini Pasukan Garuda masih aktif berpartisipasi dalam menjaga perdamaian dunia.

6. Pendirian Pusat Perdamaian dan Keamanan di Indonesia

6.1. Peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia adalah dengan mempunyai Pusat Perdamaian dan Keamanan atau Indonesia Peace and Security Center (IPSC). Kawasan Pusat Perdamaian dan Keamanan tersebut diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 7 April 2014 di Sentul, Bogor, Jawa Barat. IPSC merupakan sebuah fasilitas pelatihan dan perkantoran berbagai institusi keamanan, kementrian/ lembaga, baik sipil ataupun militer. Kawasan tersebut disebut Canti Dharma dan bertempat di Sentul, Bogor, Jawa Barat.