1. sifat laporan keuangan
1.1. manfaat yang telah ditatat
1.2. prinsip -- prinsip dalam akuntansi
1.3. pendapatan pribadi
2. pendapatan pribadi
2.1. aktivitas perencanaan
2.1.1. fungsi pokok
2.1.2. menggordinasikan rencana yang bersifat luas
2.1.3. mendeskripsikan maksud dan tujuan perusahaan, stategi, dan taktik
2.1.4. membantu manajer memutusakan usaha dan mengidentik=fikasi kesempatan dan rintangan
2.2. aktivitas pendanaan
2.2.1. untuk mendapatkan uang untk kebutuhan perusahaan
2.2.2. imbal hasil
2.2.3. distribusi laba
2.2.4. pendanaan ekuitas
2.2.4.1. tunai
2.2.4.2. jasa
2.2.4.3. penawaran saham suwasta
2.2.4.4. penawaran saham publik
2.2.5. kreditor
2.2.5.1. utang
2.2.5.2. oprasi
2.3. aktivitas investasi
2.3.1. mengeluarkan uanag untuk meninyimpan uang dengan harapan mendapat keuntungan finansila
2.3.1.1. obligasi
2.3.1.2. tanah
2.3.1.3. gedung
2.3.1.4. ansuransi
2.3.1.5. pekatihan untuk karywan
2.4. aktivitas oprasi
2.4.1. pelaksanaan bisnis yang terdapat pada
2.4.1.1. aktivitas pendanaan
2.4.1.2. aktivitas investasi
2.4.2. penelitian
2.4.3. pembelian
2.4.4. produksi
2.4.5. pemasaran
2.4.6. adiminstrasi
3. beberapa konsep metematis yang umum digunakan dalam keuangan
3.1. rasio likuiditas
3.1.1. rasio lancar = aset lancar/liabilitas jangka pendek
3.1.2. rasi cepat = aset lancar - persedian/liabilitas jangka pendek
3.2. rasio manajeman aset
3.2.1. rasio perputaran persedian = penjualan/persediam
3.2.2. jlmlh hari penjualan belum tertagih DSO = jml hari penjulan blm tertagih = piutang / rata - rata perhari = piutang/penjualan tahunan/365
3.2.3. rasio perputaran ase tetap = penjualan/aset tetap neto
3.2.4. rasio perputaran total aset
3.3. rasio manajeman utang
3.3.1. total utang terhaadaptotal aset (rasio utang = t. utang / t.aset
3.3.2. rasio kelipatan bunga (rasio kelipatan bunga = EBIT/Beban bunga
3.3.3. rasio Cakupan EBITDA (RCE = EBITDA + Pembayaran sewa guna usaha / bunga + pembayaran + pem,bayaran sewa guna usaha )
3.4. rasio profitabilitas
3.4.1. margin laba atas penjualan + laba neto/penjualan
3.4.2. imbal hasil atas aset ROA = laba neto/ total aset
3.4.3. rasio kemampuam dasar untuk mengasilkan laba = EBIT / T. aset
3.4.4. imbal hasil atas ekuitas = l. neto/ekuitas
3.5. rasio nilai pasar
3.5.1. rasio harga/ laba (rasio harga terhadap laba (P/E) = HARGA PER SAHAM / LABA PER SAHAM )
3.5.2. rasio harga terhadap arus kas = harga per saham / arus kas per saham
3.5.3. rasio nilai pasar terhadap nilai buku (nilai buku per saham = ekuitas biasa / jmlp saham beredar )
4. aspek keperilakuan dari pengendalian keuangan komprehensif
4.1. perencanaan
4.2. operasi
4.3. umpan balik
5. aspek keprilakuan dalam prekayasaan pengendalian keuangan
5.1. proses sederhana
5.2. proses kompleks
5.3. proses biaya variabel
5.4. prntingnys proses variabel
5.4.1. bahan baku
5.4.2. upah langsung
6. keuangan dan fungsinya
6.1. mengatur pencarian sumber dana perusahaan yang kemudian mengatur dana yang diperolej
6.1.1. internal
6.1.1.1. transaksi jual beli
6.1.2. ekternal
6.1.2.1. kredit dari bank
6.1.2.2. utang dagang jk pendek dan panjang
6.1.2.3. hutang hipotek
6.1.2.4. obligasi
7. arti penting laporan keuangan
7.1. mengetahui tingkat profitabilitas
7.2. tingkat risiko keuangan perusahaan
7.2.1. mengetahui tingkat profitabilitas
7.3. bermanfaat bagi pihak
7.3.1. infestor
7.3.2. kreditor
7.3.3. pemerintahan
7.3.4. bankir
7.3.5. pihak manajeman perusahaan
8. aspek dimensi keperilakuakan dalam pengendalian keuangan
8.1. umpan balik mekanikal versus respons perilaku
8.2. perluasan konsep tradisional
8.2.1. memperkerjakan karyawan yang akan mekasanakan tangun gjawab dengan kompeten dan penuh intergritas
8.2.2. menghindari fungsi yang tidak harmonis dengan memisahkan tugas dan tangung jawab
8.2.3. mendefinisikan wewenang yang terkait engan posisi sehinggakeesuaian transaksi dilaksanakan dan dapat dievaluasi
8.2.4. menepatkan metode yang sistemasi guna memastikan bahwa transaksi telah dicatat dengan akurat 'memastikan bahwa dikumntasi memadai
8.2.5. menjaga aste dengan mendesai prosedur yang membatasu akses terhdap aset tersebut
8.2.6. mendesain pengevekan independen untuk meningkatkan akurasi
9. aspek keprilakuan atasan pengendalian keuangan dari faktor kontkstual
9.1. ukuran
9.1.1. pelusng
9.1.1.1. memberi manfaat bukan sebagai stategi pengendalian
9.1.2. hambatan
9.1.2.1. pertunbuhan ekonomi meneyebabkan terjadinya eliminasi terhadao stategi pengendalian
9.2. stabilitas lingkungan
9.3. motif keuntugan
10. aspek keprilakukan dalam pertimbangan rancangan
10.1. antisipas terhadap konsekuensi logis
10.1.1. antisipas terhadap konsekuensi logis
10.2. relevan dengan teori agensi
10.3. pengelolaan perubahan
11. aspek keprlakuan pengendalian keuangan dalam kerangka pembedaayaan perusahaan
11.1. membangun sistem oengendalian diagnostik
11.2. membangun sistem keepercayaam
11.3. membangun sistem batasan
11.4. membangun sistem pengendalian interaktif
11.4.1. memfokuskan pada informasi yang berubah secara konstan dan didentikikasikan oelh para manajer puncak sbf infroamsi yang petensional bersifat strategis
11.4.2. informasi menuntut perhatian rutin yang cukup signifikan dari manajer operasiona; selurh tingkat organisasi
11.4.3. data yang dihasilkan dijabarkan dan didiskuiskan dalam rapat langsung yang dihindi o;eh penyella, bwahan, dan rekan sejawat
11.4.4. debat hanya akan berlangsung mengenai data, asumsi, dan tindakan perencanaan.