1. A. SUMBER BELAJAR
1.1. Menurut Association for Educational Communications and Technology (AECT, 1977), sumber belajar adalah segala sesuatu atau daya yang dapat dimanfaatkan oleh guru, baik secara terpisah maupun dalam bentuk gabungan, untuk kepentingan belajar mengajar dengan tujuan meningkatkan efektivitas dan efisiensi tujuan pembelajaran. Menurut hamalik dalam herigunawan, bahwa sumber belajar bisa diartikan semua sumber yang dapat dipakai oleh peserta didik, baik secara individual atau kelompok untuk memudahkan proses terjadinya belajar. Sumber belajar ditetapkan sebagai informasi yang disajikan dan disimpan dalam berbagai bentuk media, yang dapat membantu siswa dalam belajar sebagai perwujudan dari kurikulum.Bentuknya tidak terbatas baik dalam bentuk cetakan, video, format perangkat lunak atau kombinasi dari berbagai format yang dapat digunakan oleh siswa ataupun guru.
2. PENGERTIAN TINGKAH LAKU
2.1. Secara biologis tingkah laku memperhatikan adalah suatu kegiatan atau aktivitas seseorang yang bersangkutan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dalam mengamati suatu hal. Secara oprasional tingkah laku dapat diartikan suatu respon seseorang terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Sedangkan menurut Ensiklopedi Amerika, tingkah laku adalah suatu aksi reaksi organisme terhadap lingkungan. Tingkah laku timbul apabila ada sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi, yakni disebut dengan rangsangan. Menurut Ribert Kwick (1974) tingkah laku adalah tindakan atau prilaku suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Secara umum prilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai monivestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
2.2. Adakah permasalahan² dalam tingkah laku,berikan contohnya dan bagaimana solusinya..?
2.2.1. permasalahan dalam tingkah laku itu ada, contohnya ketika seorang anak membantah dan kurang ajar kepada orang tua, berbohong, berkata kasar, dll. ketika anak membantah dan kurang ajar kepada orang tua, kita bisa mengatasinya dengan cara : 1. Tetap kalem dan katakan kalau Moms hanya mau berbicara dengan Si Kecil jika ia menggunakan sikap dan bahasa yang sopan. 2. Tegaskan secara spesifik perilaku yang tidak boleh dilakukan dan konsekuensinya, seperti “Saat Moms memintamu untuk membereskan mainan, kamu harus langsung mengerjakannya. Kalau tidak, maka waktu bermain gadgetmu akan dikurangi.” 3. Berikan batasan dengan mengajarkan anak kalau tidak semua keinginannya bisa terpenuhi, terutama jika ia tidak belajar mengekspresikan rasa marah dan kecewanya secara sehat.Berikan pujian bila Si Kecil merespon Moms dengan baik, dan selalu berikan contoh perilaku yang sesuai.”
2.3. Bagaimana lingkungan membentuk perilaku manusia?
2.3.1. Lingkungan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi terhadap pembentukan dan perkembangan perilaku individu, baik lingkungan fisik maupun lingkungan sosio-psikologis, termasuk didalamnya adalah belajar. lingkungan juga terkadang sering disebut patokan utama pembentukan prilaku. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa lingkungan menjadi faktor penting yang menentukan apakah seseorang berperilaku baik atau buruk. “Seorang manusia terdiri dari kumpulan sifat baik dan buruk. Kita adalah makhluk yang bergantung pada situasi. Jika lingkungan di sekeliling kita baik, maka kita cenderung berbuat baik. Demikian pula sebaliknya. Terhadap faktor lingkungan ini ada pula yang menyebutnya sebagai empirik yang berarti pengalaman, karena dengan lingkungan itu individu mulai mengalami dan mengecap alam sekitarnya. Manusia tidak bisa melepaskan diri secara mutlak dari pengaruh lingkungan itu, karena lingkungan itu senantiasa tersedia di sekitarnya.
3. PENGERTIAN SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
3.1. B. MEDIA PEMBELAJARAN
3.1.1. Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harifah berarti “tengah, perantara atau pengantar” . dalam bahasa sarab , media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Gerlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa manpu memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap.dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan sekolah maupun media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar mengajar cendrung diartikan sebagai alat-alat grafis, fhotografis, Atau elektronis untuk menangkap, memperoleh dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media pembelajaran bisa dikatakan sebagai alat yang bisa merangsang siswa untuk supaya terjadi proses belajar. Sanjaya (2008) menyatakan bahwa media pembelajaran meliputi perangkat keras yang dapat mengantarkan pesan dan perangkat lunak yang mengandung pesan.
3.1.2. Yang menjadi perhatian utama konselor behavioral adalah perilaku yang tampak, dengan alasan ini banyak asumsi yang berkembang tentang pola hubungan konselorklien lebih manupulatif- mekanistik dan sangat tidak Pribadi, namun salah satu aspek yang essensial dalam terapi behavioral adalah proses penciptaan hubungan Pribadi yang baik. Untuk melihat hubungan konselor-klien dalam seting konseling behavioral dapat kita perhatikan dari proses konseling behavioral. Proses konseling behavioral yaitu sebuah proses membantu orang untuk belajar memecahkan masalah interpersonal, emosional, dan keputusan tertentu. Jika kita perhatikan lebih lanjut, pendekatan dalam konseling behavioral lebih cenderung direktif, karena dalam pelaksanaannya konselor-lah yang lebih banyak berperan. Peran Konselor :
3.1.2.1. 1) Menyebutkan tingkah laku maladaptip 2) Memilih tujuan-tujuan yang masuk akal 3) Mengarahkan dan membimbing keluarga untuk merubah tingkah laku yang tak sesuai Penerapan teori tingkah laku ke dalam konseling keluarga menekankan 3 hal pokok: Menciptakan konseling yang positip 1) Mendiagnosis problem-problem keluarga ke dalam istilah tingkah laku 2) Mengimplementasikan prinsip-rinsip tingkah laku dari penguat dan model 3) Penggunaan model dan permainan peranan dalam proses penyembuhan.
4. FUNGSI SUMBER BELAJAR DAN MEDIA PEMBELAJARAN
4.1. A. MEDIA PEMBELAJARAN
4.1.1. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pengetahuan akan semakin abstrak jika hanya disampaikan melalui bahasa verbal. Hal tersebut akan memungkikan terjadinya verbalisme, yakni siswa hanya mengetahui tentang kata tanpa mengetahui dan mengerti makna yang dimiliki kata tersebut. Selain itu, penyampaian informasi yang hanya melalui bahasa verbal, akan menurunkan gairah siswa dalam menangkap pesan pada saat proses pembelajaran. Padahal untuk memahami sesuatu idealnya memerlukan pengalaman langsung yang melibatkan fisik maupun psikis siswaPada kenyataannya, memberikan pengalaman langsung pada siswa bukanlah sesuatu yang mudah, karena tidak semua pengalaman dapat langsung dipelajari oleh siswa. Misalnya jika ingin menerangkan kondisi di permukaan bulan, maka tidak mungkin pengalaman tersebut didapat langsung oleh siswa. Oleh karenanya di sini media pembelajaran berperan sangat penting dalam suatu kegiatan belajar mengajar. Guru dapat menggunakan TV, film, atau gambar dalam memberikan informasi pada siswa. Dengan media pembelajaran hal yang bersifat abstrak bisa menjadi lebih konkret.
4.1.1.1. Sebutkan beberapa fungsi media
4.1.1.1.1. a) Dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para siswa. Pengalaman tiap siswa berbeda-beda, tergantung dari faktor-faktor yang menentukan kekayaan pengalaman anak, seperti ketersediaan buku, kesempatan berwisata, dan sebagainya. Hal tersebut bisa diatasi dengan media pembelajaran. Jika siswa tidak mungkin dibawa ke obyek langsung yang dipelajari, maka obyeknyalah yang dibawa ke siswa. b) Dapat melampaui batasan ruang kelas. Banyak hal yang tidak mungkin dialami secara langsung di dalam kelas oleh para siswa tentang suatu obyek, yang disebabkan, karena: · obyek terlalu besar · obyek terlalu kecil · obyek yang bergerak terlalu lambat · obyek yang bergerak terlalu cepat · obyek yang terlalu kompleks · obyek yang bunyinya terlalu halus c) Memungkinkan adanya interaksi langsung antara siswa dengan lingkungannya. d) Menghasilkan keseragaman pengamatan e) Menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. f) Membangkitkan keinginan dan minat baru. g) Membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. h) Memberikan pengalaman yang menyeluruh dari yang konkritsampai dengan abstrak
4.1.1.2. APA SAJA MANFAAT MEDIA PEMBELAJARAN?
4.1.1.2.1. Manfaat media pembelajaran menurut Sujana dan Riafai (1992) mengemukakan bahwa: 1. Pembelajaran akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menumbukhan motivasi belajar 2. Bahan pembelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami oleh siswa dan memungkinkannya menguasai dan mencapai tujuan pembelajaran 3. Metode mengajar akan lebih bervariasi, tidak semata-mata komunikasi verbal melalui penuntutan kata-kata oleh guru, sehingga siswa tidak bosan dan guru tidak kehabisan tenaga, apalagi guru mengajar pada setiap jam pelajaran. 4. Siswa dapat lebih banyak melakukan kegiatan belajar sebab tidak hanya mendengarkan uraian guru, tetapi juga aktivitas lain seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan, dll.
4.1.1.3. Konseling Behavioral adalah salah satu dari teori-teori konseling yang ada pada saat ini. Konseling behavioral merupakan bentuk adaptasi dari aliran psikologi behavioristik, yang menekankan perhatiannya pada perilaku yang tampak. Pada hakikatnya konseling merupakan sebuah upaya pemberian bantuan dari seorang konselor kepada klien, bantuan di sini dalam pengertian sebagai upaya membantu orang lain agar ia mampu tumbuh ke arah yang dipilihnya sendiri, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu menghadapi krisis-krisis yang dialami dalam kehidupannya. Pengertian konseling tidak dapat dipisahkan dengan bimbingan karena keduanya merupakan sebuah keterkaitan.
4.1.1.3.1. Konseling adalah hubungan tatap muka yang bersifat rahasia, penuh dengan sikap penerimaan dan pemberian kesempatan dari konselor kepada klien, konselor mempergunakan pengetahuan 2 dan keterampilannya untuk membantu kliennya dalam mengatasi maslahmasalahnya. Sedangkan pengertian behavioral/ behaviorisme adalah satu pandangan teoritis yang beranggapan, bahwa persoalan psikologi adalah tingkah laku, tanpa mengaitkan konsepsi-konsepsi mengenai kesadaran dan mentalitas. Aliran Behaviorisme ini berkembang pada mulanya di Rusia kemuadian diikuti perkembangannya di Amerika oleh JB. Watson (1878-1958). Dari pengertian koneling dan behaviorisme yang dipaparkan di atas kita dapat menarik kesimpulan bahwa yang dimaksud dengan konseling behavioral adalah sebuah proses konseling (bantuan) yang diberikan oleh konselor kepada klien dengan menggunakan pendekatan-pendekatan tingkah laku (behavioral), dalam hal pemecahan masalah-masalh yang dihadapi serta dalam penentuan arah kehidupan yang ingin dicapai oleh diri klien. Menurut Krumboltz & Thoresen. konseling behavioral adalah suatu proses membantu orang untuk belajar memecahkan masalah interpersonal, emosional, dan keputusan tertentu.
4.2. APA MANFAAT SUMBER BELAJAR?
4.2.1. Sumber belajar merupakan bagian terpenting dari proses pembelajaran, sebagaimana menurut Ali Muhtadi dalam Heri Gunawan diantaranya : ü Sumber belajar dapat memberikan pengalaman belajar yang kongkritdan langsung kepada peserta didik. ü Sumber belajar dapat mengatasi segala keterbatasan waktu,ruang dan keadaan. ü Sumber belajar dapat memberikan informasidengan jelas, teliti, terbaru. ü Sumber belajar dapat membantu memecahkan masalah pendidikan. ü Sumber belajar dapat memberikan motivasi yang positif. ü Sumber belajar dapat memberikan yang positif, bersikap, dan berkembang lebih lanjut.
4.3. BAGAIMANA CIRI-CIRI SUMBER BELAJAR?
4.3.1. Sumber belajar dapat memberikan kekuatan dalam proses belajar mengajar sehingga tujuan pembelajaran tersebut dapat terwujud. Sumber belajar mempunyai nilai-nilai intruksional edukatif, yaitu dapat membawa perubahan sempurna dalam tingkah laku. Sumber belajar dapat dipergunakan sendiri, juga dapat dipergunakan secara kombinasi. Sumber belajar dapat dibedakan menjadi dua, pertama sumber belajar yang dirancang, dan yang kedua sumber belajar tinggal pakai/jadi.
5. HUBUNGAN KONSELOR DENGAN KLIEN
5.1. Contoh Penerapan Pendekatan Konseling Psikoanalisis. Pertama-tama konselor harus membuat suatu hubungan kerjasama dengan klien dan kemudian melakukan serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan. Konselor memberikan perhatian kepada resistensi atau penolakan klien. Sementara klien berbicara, konselor mendengarkan dan memberikan penafsiran yang memadai fungsinya adalah pempercepat proses penyadaran hal-hal yang tersimapan dalam ketidaksadaran. Menata proses teraputik yang demikian dalam konteks pemahaman struktur kepribadian dan psikodinamika memungkinkan konselor merumuskan masalah klient secara yang sesungguhnya. Sebab satu fungsi sentral konselor adalah mengajar klient mengenal makna proses ini sehingga klient dapat memperoleh tilikan terhadap masalahnya, peningkatan kesadarannya terhadap cara-cara mengubah dan mendapatkan kontrol yang lebih rasional terhadap hidupnya. Klient harus ada kemauan untuk menyanggupi dirinya sendiri untuk melakukan proses terapi dalam jangka panjang. Setiap pertemuan biasanya berlangsung satu jam. Setelah beberapa pertemuan tatap muka dengan konselor, klient kemudian melakukan kegiatan asosiasi bebas, yaitu klient mengatakan apa saja yang terlintas dalam pikiranya. Proses asosiasi bebas ini dikenal sebagai aturan yang fundamental dalam psikoanalisa. Selama terapi, klient maju melalui tahapan-tahapan tertentu yaitu: pengembangan suatu hubungan dengan analisis, mengalami krisis penyembuhan, mendapatkan tilikan terhadap pengalaman masa lampau yang tidak disadari, pengembangan resistensi untuk memahami diri sendiri, pengembangan hubungan transparansi dengan konselor, bekerja dengan hal-hal yang resistensi dan tertutup, dan mengakhiri terapi.
6. APA PENGERTIAN TINGKAH LAKU DAN PSIKOLOGI TINGKAH LAKU?
6.1. Secara biologis tingkah laku memperhatikan adalah suatu kegiatan atau aktivitas seseorang yang bersangkutan yang dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung dalam mengamati suatu hal. Secara oprasional tingkah laku dapat diartikan suatu respon seseorang terhadap rangsangan dari luar subjek tersebut. Sedangkan menurut Ensiklopedi Amerika, tingkah laku adalah suatu aksi reaksi organisme terhadap lingkungan. Tingkah laku timbul apabila ada sesuatu yang dapat menimbulkan reaksi, yakni disebut dengan rangsangan. Menurut Ribert Kwick (1974) tingkah laku adalah tindakan atau prilaku suatu organisme yang dapat diamati dan bahkan dapat dipelajari. Secara umum prilaku manusia pada hakekatnya adalah proses interaksi individu dengan lingkungan sebagai monivestasi hayati bahwa dia adalah makhluk hidup.
6.2. Menurut Drs. Sunaryo M.Kes tingkah laku adalah aktivitas yang timbul karena adanya stimulus dan respon serta dapat diamati secara langsung maupun tidak langsung. Jadi, Psikologi Perilaku mempelajari bagaimana mengembangkan perilaku hidup seseorang dalam menanggapi kondisi tertentu. Pengkondisian klasik dan operan mendefinisikan Perilaku Psikologi. Psikologi perilaku didasarkan pada teori bahwa perilaku semua dipelajari melalui pengkondisian. Perilaku Psikologi, juga dikenal sebagai behaviorisme, bahwa semua perilaku yang diperoleh oleh interaksi dengan lingkungan, melalui dua jenis utama conditioning, operant conditioning dan pengkondisian klasik. Perilaku psikologi berteori bahwa semua perilaku dapat dipelajari dan dinilai tanpa mempertimbangkan keadaan mental internal. Tingkah laku mempunyai beberapa dimensi, yaitu: 1. Fisik, dapat diamati, digambarkan dan dicatat baik frekuensi, durasi dan intensitasnya. 2. Ruang, suatu perilaku mempunyai dampak kepada lingkungan (fisik maupun sosial) dimana perilaku itu terjadi. 3. Waktu, suatu perilaku mempunyai kaitan dengan masa lampau maupun masa yang akan datang
7. ALIRAN LATIHAN MENTAL
7.1. Aliran ini berkembang sampai dengan abad 20, yang mengemukakan bahwa struktur otak manusia terdiri atas gumpalan-gumapalan otot, agar ini kuat, maka harus dilatih dengan beban, makin banyak latihan dan beban yang makin berat,maka otot atau otak itu makin kuat pula, oleh karna itu jika anak atau siswa ingin pandai, maka ia harus dilatih otaknya dengan cara banyak berlatih memahamidan mengerjakan soal-soal yang benar, makin sukar materi itu makin pandai pula anak tersebut. Struktur kurikulum pada masa itu berisikan materi-materi pelajaran yang sulit, sehingga orang sedikit yang bersekolah karna tidak kuat untuk mengikutinya. Disamping faktor lain seperti keturunan, biaya, dan kesadaran akan pentingya sekolah.
8. Secara garis besar sumber belajar mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1. Sumber belajar harus mampu memberikan kekuatan dalam proses belajar mengajar,sehingga tujuan instruksional dapat terapai dengan maksimal 2. Sumber belajar harus mempunyai nilai-nilai instruksional edukatif yaitu dapat mengubah dan membawa perubahan yang sempurna terhadap tingkah laku sesuai dengan tujuan yang ada 3. Dengan adanya klasifikasi sumber belajar, maka sumber belajar yang dimanfaatkan mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: 1) Tidak terorganisasi dan sistematis baik dalam bentuk maupun isi 2) Hanya dipergunakan menurut keadaandan tujuan tertentu 4. Sumber belajar yang dirancang (resource by signed)
9. PENDEKATAN TEORI PSIKOANALISIS
9.1. Bagaimana kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaan pendekatan teori psikoanalisis?
9.1.1. Kelebihan dari teori psikoanalisis : 1. Membantu untuk menjadikan individu percaya akan kemampuan dirinya yang selama ini tidak disadari dengan baik. Dengan teknik dalam teori psikoanalisis, seseorang akan mampu menemukan kemampuan dirinya dalam menyelesaikan masalah yang ada. 2. Mampu menggabungkan teknik teknik dalam psikoterapi dengan teori psikologi kepribadian. 3. Dapat memahami kehidupan psikologi seorang individu dan memahami lebih dalah mengenai sifat manusia. 4. Membantu mengatasi kecemasan melalui analisa terhadap mimpi, resistensi, dan transferensi. 5. Konselor dapat memiliki kerangka konseptual yang jelas dalam memahami tingkah laku dan mengetahui fungsi dari simptomatologi. 6. Teori psikoanalisis mengajarkan sangat pentingnya masa kanak kanak dalam perkembangan kepribadian seseorang. Kekurangan Teori Psikoanalisis: 1. Teknik dan penekanan yang dilakukan terkadang terlalu merendahkan martabat manusia meskipun tidak selalu disadari dengan baik. 2. Terlalu menekankan pada masa lalu sehingga seolah olah tanggung jawab individu menjadi berkurang meskipun maksudnya tidak demikian. 3. Perilaku seseorang ditentukan oleh Energi psikis adalah teori yang maish meragukan dan kerap kali psikoanalisis meminimalkan rasional. 4. Efisiensi waktu yang biaya yang kurang baik jika teori psikoanalisis di terapkan. Hal ini dikarenakan untuk mengali masa lalu dan membantu pasien menemukan kemampuan dirinya tidaklah cukup dengan hanya satu atau dua kali pertemuan saja melainkan lebih dari itu. 5. Dapat menimbulkan kebosanan dan kelelahan pada pasien karena proses yang cukup panjang dan tidak segera menemukan keinginan yang diharapkan.
9.2. Psikoanalisis itu merupakan suatu pendekatan, proses, atau metode dalam konseling untuk membantu konseli dalam mengatasi masalah psikologis atau emosinalnya, contoh : gejala kecemasan ketika berhadapan dengan orang lain, ini bisa ditangani lewat proses terapi konseling dengan langkah2 atau tahapan2 yang terdapat dalam psikoanalisis
10. PENERAPAN PSIKOANALISIS
10.1. Bagimana penerapan teori psikoanalisis dalam kehidupan sehari hari...?
10.1.1. Contoh Penerapan Pendekatan Konseling Psikoanalisis. Pertama-tama konselor harus membuat suatu hubungan kerjasama dengan klien dan kemudian melakukan serangkaian kegiatan mendengarkan dan menafsirkan. Konselor memberikan perhatian kepada resistensi atau penolakan klien. Sementara klien berbicara, konselor mendengarkan dan memberikan penafsiran yang memadai fungsinya adalah pempercepat proses penyadaran hal-hal yang tersimapan dalam ketidaksadaran. Menata proses teraputik yang demikian dalam konteks pemahaman struktur kepribadian dan psikodinamika memungkinkan konselor merumuskan masalah klient secara yang sesungguhnya. Sebab satu fungsi sentral konselor adalah mengajar klient mengenal makna proses ini sehingga klient dapat memperoleh tilikan terhadap masalahnya, peningkatan kesadarannya terhadap cara-cara mengubah dan mendapatkan kontrol yang lebih rasional terhadap hidupnya. Klient harus ada kemauan untuk menyanggupi dirinya sendiri untuk melakukan proses terapi dalam jangka panjang. Setiap pertemuan biasanya berlangsung satu jam. Setelah beberapa pertemuan tatap muka dengan konselor, klient kemudian melakukan kegiatan asosiasi bebas, yaitu klient mengatakan apa saja yang terlintas dalam pikiranya. Proses asosiasi bebas ini dikenal sebagai aturan yang fundamental dalam psikoanalisa. Selama terapi, klient maju melalui tahapan-tahapan tertentu yaitu: pengembangan suatu hubungan dengan analisis, mengalami krisis penyembuhan, mendapatkan tilikan terhadap pengalaman masa lampau yang tidak disadari, pengembangan resistensi untuk memahami diri sendiri, pengembangan hubungan transparansi dengan konselor, bekerja dengan hal-hal yang resistensi dan tertutup, dan mengakhiri terapi.
11. PENGERTIAN MOTIVASI
11.1. Motivasi adalah suatu proses yang mendorong atau mempengaruhi seseorang untuk mendapatkan atau mencapai apa yang diinginkannya baik itu secara positif maupun negatif. Motivasi akan memberikan perubahan pada seseorang yang muncul akibat dari perasaan, jiwa dan emosi sehingga mendorong untuk melakukan tindakan sesuatu yang disebabkan karena kebutuhan, keinginan dan tujuan tersebut. Secara etimologi motivasi berasal dari bahasa Inggris motivation yang memiliki kata dasar motif yang berarti tujuan atau segala upaya untuk mendorong seseorang dalam melakukan sesuatu. Motivasi bisa menjadi suatu kekuatan, tenaga atau daya, untuk bergerak ke arah tujuan tertentu, baik itu disadari maupun tidak disadar.
11.2. APA SAJA JENIS-JENIS MOTIVASI?
11.2.1. ada dua jenis penyebab timbulnya motivasi yaitu oleh dirinya sendiri (intrinsik/internal) maupun pengaruh dari luar (ekstrinsik/eksternal).
11.2.1.1. ❖ Motivasi Intrinsik Motivasi Intrinsik merupakan motivasi yang bersumber pada faktor-faktor dari dalam diri sendiri tanpa paksaan, akan lebih menguntungkan karena tumbuh dari dalam diri sendiri sehingga memberikan kemauan yang kuat dan bertahan lama. Contoh Motivasi Intrinsik : memiliki dorongan keinginan dari sendiri untuk mengetahui informasi dan pemahaman, mendapat ketrampilan tertentu, mengembangkan sikap, menikmati kehidupan dan lain sebagainya. ❖ Motivasi Ekstrinsik Motivasi Ekstrinsik merupakan motivasi yang bersumber akibat pengaruh dari luar individu yang sulit dikendalikan dan dapat cepat hilang karena dipengaruhi oleh ajakan, suruhan, maksud tertentu, ucapan atau paksaan dari orang lain. Contoh Motivasi Ekstrinsik : ingin sekedar mendapat hadiah, mendengar ucapan atau membaca dari motivator, memiliki tujuan karena perintah teman, orang tua, guru atau atasan dan lain sebagainya. Motivasi sangat diperlukan untuk maksud dan tujuan keinginan seorang. Jika seseorang tidak memiliki motivasi maka tidak akan mungkin mendapatkan keinginan tersebut dengan baik.
11.3. APA FUNGSI DAN TUJUAN MOTIVASI?
11.3.1. • Menentukan Arah Langkah Motivasi akan dapat menuntun Anda dalam menentukan langkah dalam hidup. Baik seperti cita-cita yang akan dicapai, prestasi yang akan didapatkan maupun segala hal yang Anda inginkan. Motivasi inilah yang akan menggerakkan Anda untuk selalu melakukan hal-hal terbaik dalam hidup. Sehingga, motivasi juga dapat menentukan kesuksesan Anda dalam hidup. • Menentukan Keputusam Tindakan Saat menjalani kehidupan, tentu akan banyak tindakan-tindakan yang diambil, baik yang beresiko kecil hingga besar. Tujuan dan motivasi itu sendiri adalah untuk menentukan setiap tindakan yang diambil. Apakah suatu keputusan dalam mengambil tindakan sudah tepat? Bagaimana dampak dan resiko ke depannya? Itu semua tergantung motivasi yang ada di dalam diri Anda. Jadi, kembangkan motivasi Anda dengan baik, agar segala keputusan memberikan dampak baik dalam kehidupan. • Menyeleksi Perbuatan Melalui motivasi, Anda akan dapat menentukan berbagai perbuatan yang perlu dan tidak perlu. Artinya, Anda akan mampu menentukan perbuatan yang memberikan hasil baik ke depannya. Anda pun akan mempu berbuat dengan resiko paling kecil. Jadi, itulah beberapa hal penting yang berkaitan dengan motivasi. Jangan pernah abaikan pentingnya motivasi, karena motivasi akan membangun diri Anda sendiri, dalam menjalani aktivitas kehidupan.
12. PENGERTIAN TEORI KONSELING BEHAVIORAL
13. PENGERTIAN BEHAVIORISME
13.1. Behaviorisme adalah suatu pandangan ilmiah tentang tingkah laku manusia. Dalil dasarnya adalah bahwa tingkah laku itu tertib dan bahwa eksperimen yang yang dikendalikan dengan cermat akan menyingkapkan hukum-hukum yang mengendalikan tingkah laku. Behaviorisme ditandai oleh sikap membatasi metode-metode dan prosedur-prosedur pada data yang diamati. Dalam pembahasannya Burrhus frederic skinner (1904-1990), menyebutkan bahwa para behaviorist radikal menekankan manusia sebagai dikendalikan oleh kondisi-kondisi lingkungan. Pendirian deterministik mereka yang kuat berkaitan erat dengan komitmen terhadap pencarian pola-pola tingkah laku yang dapat diamati.
13.1.1. Teori belajar behavioristik adalah
13.1.1.1. sebuah teori yang dicetuskan oleh Gage dan Berliner tentang perubahan tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman. Teori ini lalu berkembang menjadi aliran psikologi belajar yang berpengaruh terhadap arah pengembangan teori dan praktik pendidikan dan pembelajaran yang dikenal sebagai aliran behavioristik. Aliran ini menekankan pada terbentuknya perilaku yang tampak sebagai hasil belajar. Tokoh-tokoh aliran behavioristik di antaranya adalah Thorndike, Watson, Clark Hull, Edwin,Guthrie, dan skinner. Tetapi behavioral berbeda dengan sebagian besar pendekatan terapi lainnya, ditandai dengan: a. pemusatan perhatian pada tingkah laku yang tampak dan spesifik, b. kecermatan dan penguraian-penguraian tujuan treatment, c. perumusan prosedur treatment yang spesifik dan sesuai dengan masalah, d. penaksiran objektif atas hasil terapi.
14. PENDEKATAN BEHAVIORISTIK
14.1. Terapi dengan pendekatan behaviorisme dinamakan behavior therapy. Tetapi pada psikoanalisis disebut dengan insight therapy. Perbedaan antara insight therapy dan behavior therapy adalah : insight therapy(dinamakan jugaterapi tradisional) yang dipelopori oleh Freud pada dasarnya masihmempertahankan model penyakit yang diterapkan pada keadaan mental.
15. APA SAJA ALIRAN PSIKOLOGI TINGKAH LAKU?
15.1. Pandangan belajar menurut aliran tingkah laku tidak lain adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respons. Adapun aliran psikologi tingkah laku, yaitu : Teori Belajar Thorn Dike Thorndike memandang belajar sebagai suatu usaha memecahkan problem. Berdasarkan eksperimen yang dilakukannya ia memperoleh tiga buah hukum dalam belajar, yaitu :
15.1.1. a. Hukum Akibat (Law of effect) menyatakan bahwa tercapainya keadaan yang memuaskan akan memperkuat hubungan antara stimulus dan respon. Maksudnya, bila respon terhadap stimulus menimbulkan sesuatu yang menimbulkan sesuatu yang memuaskan (mengenakkan) maka bila stimulus itu muncul lagi subjek akan memberikan respons yang lebih cepat, tepat, dan intens. b. Hukum Latihan (Law of axercise) menyatakan bahwa respons terhadap stimulus dapat diperkuat dengan seringnya respons itu dipergunakan. Hal ini menghasilkan implikasi bahwa pratik , khususnya pengulangan dalam pelajaran adalah penting dilakukan. c. Hukum Kesiapan (Law of readiness) mengajarkan bahwa dalam memberikan respons subjek harus siap dan disiapkan. Hukum ini menyangkut syarat kematangan dalam pengajaran, baik dalam pengajaran fisik maupun mental dan intelek Menurut Thorndike, belajar adalah proses interaksi antara stimulus dan respon. Stimulus adalah apa yang merangsang terjadinya kegiatan belajar seperti pikiran, perasaan, atau hal-hal lain yang dapat ditangkap melalui alat indera. Sedangkan respon adalah reaksi yang dimunculkan peserta didik ketika belajar, yang dapat pula berupa pikiran, perasaan, atau gerakan/tindakan. Jadi perubahan tingkah laku akibat kegiatan belajar dapat berwujud konkrit, yaitu yang dapat diamati, atau tidak konkrit yaitu yang tidak dapat diamati.