1.3. Temperamen atau kepribadian, proses epigenetik, evolusi budaya merupakan hal-hal yang dapat mempengaruhi emosi.
1.4. Emosi pada dasarnya menyiapkan sumber untuk terus-menerus memotivasi dan memberikan informasi yang menjadi panduan dalam kognisi dan tindakan
2. Tahap-Tahap Emosi
2.1. Usia 0-3 tahun. Pada usia ini anak mulai mampu mengekpresikan diri walau terbatas, seperti tersenyum jika merasa nyaman dan senang.
2.2. Usia 3-6 tahun. Pada usia ini anak mampu berinisiatif sendiri, dan memahami timbal balik anatar peristiwa dan emosi.
2.3. Usia 6-9 tahun. Pada usia ini anak mulai suka menjadi bagian dari kelompok tertentu, mulai bisa membedakan fakta, fiksi, dan fantasi, dan mengalami perubahan emosi ekstrem namun cepat kembali lagi ke sedia kala.
2.4. Usia 9-12 tahun. Pada usia ini anak dapat membaca perspektif dan emosi orang lain, dan mampu mengendalikan reaksinya pada suatu hal.
2.5. Usia Remaja. Mereka sudah mampu menganalisis dan mengevaluasi cara mereka merasakan atau memikirkan sesuatu, anak yang hampir memasuki masa remaja ini, sudah dapat merasakan bentuk empati yang lebih dalam.
3. Faktor Yang Mempengaruhi Emosi
3.1. Faktor kematangan
3.2. Kedekatan yang dijalin antara orangtua dan anak
3.3. Sikap empati yang dimiliki oleh anak
3.4. Proses adaptasi anak yang dilakukan di dalam sebuah kelompok
4. Fungsi Utama Emosi
4.1. Penyesuaian Diri dan Kelangsungan hidup (adaption and survival)
4.2. Pengaturan (Regulation)
4.3. Komunikasi (Communication)
5. Bentuk-Bentuk Emosi
5.1. Rasa Takut, meliputi rasa malu, cemas, panik, dll.
5.2. Amarah, meliputi mengamuk, benci, cemburu, dll.