Comienza Ya. Es Gratis
ó regístrate con tu dirección de correo electrónico
SEJARAH HADIS por Mind Map: SEJARAH HADIS

1. Periode Keempat Abad II (101 - 200H)

1.1. Periode ini dengan sebutan Masa Penulisan dan Pembukuan Hadis. Disebut demikian, karena penulisan dan pembukuan Hadis secara resmi yang diselenggarakan berdasarkan perintah resmi Khalifah baru diadakan, eskipun secara individual sudah ada sejak Nabi Saw. atas perintah dan ijinnya. Beberapa hal yang melatar belakangi khalifah memerintahkan penulisan Hadis tersebut :

1.1.1. Telah dibukukuannya Al-Quran secara resmi di masa Khalifah Usman bin Affan tanpa ada perselisihan antar para sahabat dan telah tersebarnya dikalangan umat islam menghilangkan kekhawatiran tercampurnya Al-Quran dengan Hadis.

1.1.2. Banyaknya para saahabt yang meninggal dunia, baik karena faaktor usia maupun karena peperangan, dikhawatirkan dapat mengancam eksistensi Hadis sebagai sumber ajaran islam.

1.1.3. Kompleksitas permasalahan yang dihadapi umat islam akibat meluasnya wilayah islam memerlukan petunjuk dari Hadis-hadis Rasulullah Saw., disamping AL-Quran itu sendiri.

2. Periode Kelima Abad III Hijriyah

2.1. Pada periode ini disebut Masa Pemurnian, Pembenaran dan penyempurnaan, yang dimulai pada akhir pemerintahan dinasti Abbasiyah angkatan pertama (Khalifah Al-Ma'mun) sampai akhir pemerintahan dinasti Abbasiyah angkatan kedua (Khalifah Al-Muqtadir).

2.1.1. Kitab Shahih : Pada sistem penulisan kitab shahih, Hadis-hadis disusun dengan cara menghimpun Hadis-hadis yang berkualitas shahih dan tidak memasukkan Hadis-hadis yang tidak shahih.

2.1.2. Kitab Sunan pada sistem penulisan kitab sunan, Hadis-hadis disusun dengan cara menghimpun Hadis-hadis yang berkualitas shahih dan dha'if, dimana yang dha'if dengan syarat tidak sampai berkualitas mungkar dan terlalu lemah, disamping penyusunannya juga menenrangkan kedha'ifannya.

2.1.3. Kitab Musnad pada sistem penulisan kitab musnad, Hadis-hadis disusun dengan cara menghimpun seluruh hadis yang diterima penyusun. Kemudian penyusun menertibkan susunannya.

3. Perkermbangan Hadis Pada Masa Rasulullah SAW

3.1. Kebijakan Rasulullah Terhadap Hadis

3.1.1. Dalam Hadis riwayat Muslim dari Abu Said Al-Hudriy, Rasulullah pernah melarang sahabat menulis selain Al-Quran dan memerintahkan mereka untk menghapuskannya. Meskipun demikin, Rasulullah tidak melarang untuk menyebarkannya dari mulut melalui hafalan mereka. Dan di penghujung Hadis dijelaskan ahwa siapa pun yang memalsukan Hadis Rasulullah SAW. diancam dengan siksaan api neraka.

3.2. Kumpulan Catatan Hadis Pada Masa Rasulullah SAW

3.2.1. Dr. Muhammad Musthafa Al-A'zamy dalam penelitiannya menetukan tidak kurang dari 50 orang sahabat yang memiliki kumpulan catatan Hadis (bahasa arab: Shahifah). Dari shahifah-shahifah para sahabat ini terhimpun lebih dari 10.000 Hadis.

4. Periode Kedua Abad I Hijriyah (10 - 40 H)

4.1. Khalifah Abu Bakar dan Umar

4.1.1. Pada periode ini, kedua khalifah menyerukan pada umat islam agar sangat hati-hati dalam meriwayatkan Hadis. Untuk itu, keduanya meminta para sahabat agar menyelidiki riwayat Hadis yang beredar.

4.2. Khalifah Utsman dan Ali

4.2.1. Kebijakan pada masa kedua khalifah terakhir periode ini tidak jauh berbeda dengan kedua khalifah pendahulunya, yakni sangat selektif dalam meriwayatkan Hadis. Sebagaimana diketahui kkhalifah Usman fokus pada penyempurnaan penulisan Al-Quran menjadi mushaf, sehingga Hadis tidak menjadi perhatian utamanya.

5. Periode Ketiga Abad I Hijriyah (41 - 100H)

5.1. Ahli sejara Hadis menamai periode ini dengan sebuatn 'Ash Intisyar alRiwayah ila Al-Amshaar' (masa tersebarnya periwayatan hadis ke erbagai negeri). Dengan demikian, pada periode ini terjadi penyebaran periwayatan Hadis-hadis ke seluruh wilayah Jazirah Arab, sekaligus perawatan keilmuan dalam rangka menelusuri Hadis. Meskipun demikian, Menurut Dr. Subhi Al-Shalih, pada periode ini dan periode khulafa Rasyidin, kaum muslimin masih berpegangan pada pendapat bahwa penulisan suatu selain Al-Quran, termasuk hadis, adalah terlarang karena dapat memalingkan umat dari selain Al-Quran. Kaum muslimin memilih menyebarkan Hadis lewat metode hafalan yang ditransmisikan dari mulut ke mulut, baik secara lafdziyah maupun maknawiyah.