Peta Konsep Unsur Intrinsik

Comienza Ya. Es Gratis
ó regístrate con tu dirección de correo electrónico
Peta Konsep Unsur Intrinsik por Mind Map: Peta Konsep Unsur Intrinsik

1. Klimaks

1.1. Saranseniman 1. Ismet mengatakanbahwa ia sakit keras kepada redakturagaria mendapatkan upah darihasilkaryanya yang belum terbit.

1.1.1. Ismet berpura-pura sakit kepala untuk membuat redaktur tersebut ingin menolong. Ismet sebagai seorang seniman dan jika diketahui sebentar lagi mati, redaktur tersebut akan disebut orang-orang disekitarnya karena terakhir ketemu dengan seorang seniman sebelum mati. Hal tersebut merupakan rencana saran untuk Ismet mendapatkan upah dan uang dari hasil karya yang belum diterbitkan.

1.1.2. (Biran 2008, 16) “Kau datanglah ke redaktur itu pura-pura sedang menderita sakit yang sangat.”

1.2. Saran seminan 2,4 senimanakan berpura-pura untukmenjadi penggemar majalahQuartet.

1.2.1. 4 seniman yang temannya Ismet memilikirencana untuk menjadi penggemar majalahQuartet bahwa mereka puji majalahtersebut habis-habisan. Hal tersebutmembuat redaktur merasa gila kesenangandengan majalah yang ia membuat dandiberi surat untuk Ismet mengambilhonorarium. Saran tersebut membuatIsmet merasa lebih tenang dan berkurangrisiko karena hanya mendukung danmembuat redakturnya senang dan sekaliandiberi kesempatan untuk Ismetmendapatkan hal yang ia ingin.

1.2.2. (Biran 2008, 16) “Kami akan berpura-pura menjadi penggemar majalah Quartet itu.”

1.3. Saran ketiga, Ismet menceritakanterusterang kesulitannya kepadaredaktur.

1.3.1. Ismet akhirnya menceritakanapayangsebenarnya terjadi danmengapadiamembutuhkan uang itu.Sayangnya saran ketiga juga tidak berhasildan mereka semua harus mencoba hal lain.

1.3.2. (Biran 2008, 18) “Apalagi mendengarkankeluhkesah Ismet yang kebingungan soalmau kasih hadiah pada pacarnya itu"

2. Anti Kilamks

2.1. Ketiga saran gagal

2.1.1. Ismet dan 4 seniman memiliki 3 saranberbeda. Saran tersebut termasukmengatakan bahwa Ismet sedang sakitkeras untuk redaktur agar ia mendapatkanupah dari hasil pencapaian yang belumterbit, 4 senimanakan id-pura untuk penggemar menjadi majalah Kuartet, dan Ismet menceritakan terusterang kesulitannya kepada redaktor.

2.1.2. (Biran 2008, 18)

2.2. Mereka berenam kembaliketempat redaktur

2.2.1. (Biran 2008, 18)

2.3. Mereka mengambil semua naskah untuk pengisi majalah terbitan nomor mendatang.

3. Penyelesaian

3.1. Redaktur menuduh merek mengambil sesuatu dari kantornya

3.1.1. (Biran 2008, 18)

3.2. Redaktur berjanji taka kan marah atau mengadu ke polisi asal naskah-naskah itu dikembalikan

3.2.1. (Biran 2008, 18)

3.3. Redaktur memberikan Rp 50 kepada Ismed

4. Orientasi

4.1. Tokoh Ismet adalah seorang seniman.

4.1.1. Tokoh Ismet yaitu seorang seniman adalah seorang yang bukan hanya bisa jatuh cinta, tetapi bisa mempunyai atau melakukan pacaran. Selain itu, biasanya seorang seniman jarang mempunyai cukup. Ismet, seorang seniman yang sudah memiliki pacar bernama Norma yang ia sangat kasihi tetapi tidak memiliki uang yang cukup dan ingin berusaha untuk mencari uang untuk ulang tahun Norma

4.1.2. (Biran 2008, 11)

4.2. Norma adalah pacar Ismet. Ia sangatpeduli pada Ismet.

4.2.1. Norma memang adalah pacaran Ismet bahwa dijelaskan bahwa ia betul-betul mencintai Ismet meskipun dia tidak mempunyai uang. Kisah tersebut menjelaskan bahwa Norma lebih mementingkan kasih Ismet dari pada uang karena jarang sekali ada perempuan yang mencintai laki-laki yang tidak memiliki uang yang cukup. Mereka juga disebut sebagai pasangan ideal bahwa artinya mereka pacaran yang sesuai, sempurna, dan saling kasih satu sama lain.

4.2.2. (Biran 2008, 11) “Pacar Ismet itu Norma namanya. Ismet sangat mencintai Norma, …”

4.3. Aku/Biran adalah teman Ismet

4.3.1. Biran adalah teman Ismet bahwa ia mengetahui Ismet suka penulis dan melihat dia sebagai pengarang cerita pendek. Biran juga saling menolong Ismet untuk mendapat uangnya untuk membeli hadiah untuk pacar Ismet. Kami bisa melihat bahwa Biran adalah teman yang mendukung, ingin membantu temannya, dan menunjukkan sikap yang baik kepada Ismet.

4.3.2. (Biran 2008, 11) “Salah satu dari yang ceritanya berbalas itu adalah kawanku Ismet, ….”

5. Komplikasi

5.1. Ismet adalah seorang yang berkerja dengan keras. Ia berusaha mendapati uang agar dapat membahagiakan kekasihnya.

5.1.1. Di kisah ini Ismet adalah pekerja keras dalam menulis dan membuat cerita pendek untuk berusaha mendapat uang yang cukup untuk membeli hadiah untuk Norma. Ismet tersebut kemudian membuat cerita pendek dan mengirimkan ke tempat-tempat penjualan majalah seperti majal Quartet atau tempat yang lain untuk mendapat uang yang ia membutuhkan. Ismet juga pantang menyerah dalam mendapat uangnya sampai harus mencari metode-metode dan berdiskusi dengan teman-temannya untuk mendapat uang yang ia membutuhkan.

5.1.2. (Biran 2008, 13) “ia sanggup mengetiknya terus-menerus tanpa berhenti sebulan suntuk. Biar banyak dapat uang”

5.2. Ismet bertengkar dengan Biran.

5.2.1. Ismar bertengkar bersama Biran karena Ismet bersikap keras kepala untuk harus memberi hadiah untuk pacarnya meskipun merugikan diri. Kisah tersebut menjelaskan bahwa Barin dan Ismet sering bertengkar atau berkelahi yang kemudian akan berbaik dan kemudian lagi akan membentak atau mulai bertengkar dan balik berbaik lagi. Meskipun mereka bertengkar atau berkelahi secara keanakan, hal tersebut membuat mereka lebih dekat dan menjadi temanan yang baik.

5.2.2. (Biran 2008, 14) “Tidak, aku harus memberinya hadiah apa-apa!!” katanya lagi dengan mata melotot. Panas juga hati saya. “Nah kasihlah, itu urusanmu,” kataku sambal memalingkan muka dan terus bersikap tak mau ambil peduli lagi.

5.3. Ismet meminta tolong kepada Biran.

5.3.1. Di kisah tersebut Ismet membutuhkan pertolongan Biran pada dengan kalimat "aku butuh pertolongan kau, Biran" bahwa ia minta pertolongan Biran untuk mencari uang untuk memberi ke ulang tahun Norma. Ismet menggunakan metode seperti perkataan "ulang tahun cuma dijumpai orang sekali saja dalam setahun" untuk membuat Biran merasa simpati terhadap Ismet. Akhirnya Biran setuju untuk menolong Ismet untuk melampirkan cerita pendek dan mencari uang yang cukup bersama-sama.

5.3.2. (Biran 2008, 14) “Aku butuh pertolongan kau, Biran”