TELAAH KURIKULUM

Comienza Ya. Es Gratis
ó regístrate con tu dirección de correo electrónico
TELAAH KURIKULUM por Mind Map: TELAAH KURIKULUM

1. Kurikulum Setelah Otonomi Daerah

1.1. Pengembangan kurikulum setelah era otonomi daerah terdiri atas: Kurikulum 2014 (Kurikulum Berbasis Kompetensi), Kurikulum 2006 (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang berbasis Kompetensi), Kurikulum 2013 (Kurikulum yang menekankan pengembanganpengetahuan, keterampilan, dan sikap secara holistik,juga berbasis kompetensi).

2. Landasan Kurikulum 2013

2.1. Kurikulum 2013 dikembangkan berdasarkan landasan yuridis, landasan filosofis, landasanempirik, dan landasan teoretis. Landasan yuridis merupakan ketentuan hukum yang dijadikan dasar untuk pengembangan kurikulum. Landasan filosofis adalah landasan yang mengarahkan kurikulum kepada manusia apa yang akan dihasilkan kurikulum. Landasan empirik memberikan arahan berdasarkan pelaksanaan kurikulum yang sedang berlaku di lapangan. Landasan teoritik memberikan dasar-dasar teoritik pengembangan kurikulum sebagai dokumen dan proses.

3. Model Problem Based Learning

3.1. 1. Kelebihan PBL a. Siswa didorong untuk memiliki kemampuan memecahkan masalah dalam situasi nyata b. Siswa memiliki kemampuan membangun pengetahuannya sendiri melalui aktivitas belajar. c.Pembelajaran berfokus pada masalah sehingga materi yang tidak ada hubunganna tidak perlu saat itu dipelajari oleh siswa. Hal ini mengurangi beban siswa dengan menghafal atau menyimpan informasi. d.Terjadi aktivitas ilmiah pada siswa melalui kerja kelompok e.Siswa terbiasa menggunakan sumber-sumber pengetahuan baik dari perpustakaan, internet, wawancara dan observasi. f.Siswa memiliki kemampuan menilai kemajuan belajarnya sendiri ƒ Siswa memiliki kemampuan untuk melakukan komunikasi ilmiah dalam kegiatan diskusi atau presentasi hasil pekerjaan mereka. g.Kesulitan belajar siswa secara individual dapat diatasi melalui kerja kelompok dalam bentuk peer teaching. 2.Kekurangan PBL a.PBL tidak dapat diterapkan untuk setiap materi pelajaran, ada bagian guru berperan aktif dalam menyajikan materi. PBL lebih cocok untuk pembelajaran yang menuntut kemampuan tertentu yang kaitannya dengan pemecahan masalah b.Dalam suatu kelas yang memiki tingkat keragaman siswa yang tinggi akan terjadi kesulitan dalam pembagian tugas c.PBL kurang cocok untuk diterapkan di sekolah dasar karena masalah kemampuan bekerja dalam kelompok. PBL sangat cocok untuk mahasiswa perguruan tinggi atau paling tidak sekolah menengah d.PBL biasanya membutuhkan waktu yang tidak sedikit sehingga dikhawatirkan tidak dapat menjangkau seluruh konten yang diharapkan walapun PBL berfokus pada masalah bukan konten materi e.Membutuhkan kemampuan guru yang mampu mendorong kerja siswa dalam kelompok secara efektif, artinya guru harus memilki kemampuan memotivasi siswa dengan baik

4. Model Project Based Learning

4.1. 1. Kelebihan dari pembelajaran berbasis proyek ( Project Based Learning) antara lain: a.Meningkatkan motivasi, dimana siswa tekun dan berusaha keras dalam mencapai proyek dan merasa bahwa belajar dalam proyek lebih menyenangkan dari pada komponen kurikulum lain. b.Meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, dari berbagai sumber yang mendeskripsikan lingkungan belajar berbasis proyek membuat siswa menjadi lebih aktif dan berhasil memecahkan problem kompleks. c.Meningkatkan kolaborasi, pentingnya kerja kelompok dalam proyek memerlukan peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan keterampilan komunikasi. d.Meningkatkan keterampilan mengelola sumber, bila diimpelementasikan secara baik maka peserta didik akan belajar dan praktik dalam mengorganisasi proyek, membuat alokasi waktu dan sumbersumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas. e.Meningkatkan ketrampilan peserta didik dalam mengelola sumber belajar. f.Mendorong peserta didik untuk mengembangkan dan mempraktikan keterampilan komunikasi g.Menyediakan pengalaman belajar yang melibatkan peserta didik kompleks dan dirancang untuk berkembang sesuai dunia nyata. h.Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. 2.Kelemahan Model Project Based Learning (Project Based Learning) adalah: a.Membutuhkan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan menghasilkan produk b.Membutuhkan biaya yang cukup c.Membutuhkan guru yang terampil dan mau belajar d.Membutuhkan fasilitas, peralatan, dan bahan yang memadai e.Tidak sesuai untuk peserta didik yang mudah menyerah dan tidak memiliki pengetahuan serta ketrampilan yang dibutuhkan. f.Kesulitan melibatkan semua peserta didik dalam kerja kelompok

5. Penilaian Proses dan Hasil Belajar

5.1. Penilaian proses dilaksanakan saat proses pembelajaran berlangsung. Penilaian proses merupakan penilaian yang menitikberatkan sasaran penilaian pada tingkat efektivitas kegiatan belajar mengajar dalam rangka pencapaian tujuan pengajaran. Penilaian proses belajar mengajar menyangkut penilaian terhadap kegiatan guru, kegiatan siswa, pola interaksi guru-siswa dan keterlaksanaan proses belajar mengajar. Sudjana (2005) mengatakan bahwa penilaian hasil belajar adalah proses pemberian nilai terhadap hasil-hasil belajar yang dicapai siswa dengan kriteria tertentu. Hal ini mengisyaratkan bahwa objek yang dinilainya adalah hasil belajar siswa

6. Dokumen SKL, KI-KD, Silabus, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Tingkat SMA/MA/SMK

6.1. Standar kompetensi kelulusan ( skl ) adalah seperangkat kompetensi lulusan yang dilakukan dan diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik. Standar ini harus dapat diukur dan diamati untuk memudahkan pengambilan keputusan bagi guru, dosen,tenaga pendidik lain, peserta didik, orang tua dan penentu kebijakan. Standar ini bermanfaat sebagai dasar penilaian dan pemantauan proses kemajukan dan hasil belajar peserta didik ( muhqimin, 2014).

7. Buku Teks

7.1. Buku teks pelajaran adalah buku yang tersedia di sekolah yang memuat materi pembelajaran hingga mencapai visi dan misi pendidikan. Menteri Pendidikan Nasional, No 11 tahun 2005 mengungkapkan bahwa buku teks pelajaran harus dipergunakan oleh guru dan siswa dalam proses belajar mengajar Fungsi Buku Teks yaitu Sebagai bahan referensi atau bahan rujukan oleh peserta didik, sebagai bahan evaluasi, sebagai alat bantu pendidik dalam melaksanakan kurikulum, sebagai salah satu penentu metode atau teknik pengajaran yang akan digunakan pendidik dan sebagai sarana untuk peningkatan karir atau jabatan

8. Dokumen SKL, KI-KD, Silabus, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Tingkat SD/MI

8.1. Standar kompetensi kelulusan ( skl ) adalah seperangkat kompetensi lulusan yang dilakukan dan diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik. Standar ini harus dapat diukur dan diamati untuk memudahkan pengambilan keputusan bagi guru, dosen,tenaga pendidik lain, peserta didik, orang tua dan penentu kebijakan. Standar ini bermanfaat sebagai dasar penilaian dan pemantauan proses kemajukan dan hasil belajar peserta didik ( muhqimin, 2014).

9. Kurikulum

9.1. Fungsi kurikulum PA yaitu fungsi penyaluran, fungsi pengembangan, fungsi perbaikan, fungsi pencegahan, fungsi penyesuaian dan sumber nilai serta fungsi kurikulum PAI di Madrasah yaitu sebagai alat untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam yang diinginkan dan sebagai pedoman untuk mengatur kegiatan Pendidikan Agama Islam di Madrasah.

10. Landasan Pengembangan Kurikulum

10.1. 1. Landasan Filosofis 2. Landasan Psiologis 3. Landasan Sosiologis 4. Landasan Pengembangan IPTEK

11. Prinsip Pengembangan Kurikulum

11.1. 1. Prinsip Relevansi 2. Prinsip Fleksibelitas 3. Prinsip Kontunitas 4. Prinsip Praktis atau Eisiensi 5. Prinsip Efektivitas

12. Model Pengembangan Kurikulum

12.1. 1. Model Administratif 2. Model dari bawah 3. Model Demonstrasi 4. Model Tayler 5. Model Taba 6. Model Beaucham 7. Model Wheeler 8. Model Nicholls 9. Model Dynamic Skilbeck

13. Kurikulum Sebelum Otonomi Daerah

13.1. kurikulum sebelum era otonomi daerah terdiri atas: Kurikulum 1947, Kurikulum 1964, Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984, Kurikulum 1994, dan Kurikulum SMK 1999 (Kurikulum 1994 yang disempurnakan)

14. Model Discovery

14.1. Metode discovery adalah metode penemuan, merupakan metode yang lebih menekankan pada pengalaman langsung. Pembalajaran dengan metode discovery lebih mengutamakan proses dari pada hasil belajar Ada beberapa langkah dalam metode discovery yaitu 1. Adanya masalah ya ng akan dipecahkan 2. Sesuai dengan tingkat perkembangan kognitif peserta didik 3. Konsep atau prinsip yang harus ditemukan oleh peserta didik melalui kegiatan tersebut perlu dikemukakan dan ditulis secara jelas 4. Harus tersedia alat dan bahan yang diperlukan 5. Susunan kelas diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan terlibatnya arus bebas pikiran peserta didik dalam proses pembelajaran 6.Guru harus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengumpulkan data.

15. Model Inquiry

15.1. Menurut Udin Syaefudin (2008: 169) mengemukakan bahwa metode inkuiri merupakan metode yang dipe rgunakan dalam proses pembelajaran berdasarkan pada pencarian dan penemuan melalui proses berfikir secara sistematis. Pengetahuan bukanlah sejumlah fakta hasil dari mengingat, akan tetapi hasil dari proses menemukan sendiri. Tindakan guru bukan memberikan materi pembelajaran untuk dihafalkan, melainkan merancang pembelajaran yang memungkinkan peserta didik menemukan sendiri materi yang harus dipahaminya. Langkah-langkah sistematis dalam metode inkuiri yaitu pertama merumuskan masalah, mengajukan hipotesis, ketiga mengumpulkan data, keempat menguji hipotesis berdasarkan data yang dikumpulkan dan kelima embuat kesimpulan

16. Dokumen SKL, KI-KD, Silabus, Pendidikan Agama dan Budi Pekerti Tingkat SMP/MTs

16.1. Standar kompetensi kelulusan ( skl ) adalah seperangkat kompetensi lulusan yang dilakukan dan diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik. Standar ini harus dapat diukur dan diamati untuk memudahkan pengambilan keputusan bagi guru, dosen,tenaga pendidik lain, peserta didik, orang tua dan penentu kebijakan. Standar ini bermanfaat sebagai dasar penilaian dan pemantauan proses kemajukan dan hasil belajar peserta didik ( muhqimin, 2014).