1.1. Kongres ke-2 terjadi di Medan selama lima hari. Topik utama diskusi dalam kongres ini adalah tentang PUEBI dari perspektif nusantara.
2. Kongres III (28 Oktober - 3 November 1978)
2.1. Kongres ke-3 terjadi di Jakarta selama enam hari. Topik utama diskusinya adalah kemajuan bahasa Indonesia setelah mengalami perubahan.
3. Kongres IV (21 November - 26 November 1983)
3.1. Kongres ke-4 terjadi di Jakarta selama enam hari. Topik utama diskusinya adalah langkah-langkah untuk lebih mengembangkan bahasa Indonesia agar dapat digunakan dengan baik dan benar.
4. Kongres V (27 Oktober - 3 November 1988)
4.1. Kongres ke-5 terjadi di Jakarta selama delapan hari. Topik utama diskusinya adalah persembahan Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa.
5. Kongres VI (28 Oktober - 2 November 1993)
5.1. Kongres ke-6 terjadi di Jakarta. Topik utama diskusinya adalah mengusulkan peningkatan Pusat Pengembangan dan Pengembangan Bahasa menjadi Lembaga Bahasa Indonesia, serta mengusulkan penyusunan UU Bahasa Indonesia.
6. Kongres X (8 – 31Oktober 2013)
6.1. Kongres Ke-10 dilaksanakan di Jakarta,dihadiri oleh sekitar 1.168 peserta dari seluruh Indonesia dan luar negeri, seperti Jepang, Rusia, Pakistan, Jerman, Belgia, Brunei Darussalam, Singapura, Malaysia, China, Italia dan Timor Leste.
7. Kongres IX (28 Oktober-1 November 2008)
7.1. Kongres ke-9 terjadi di Jakarta. Topik utama diskusinya adalah Bahasa Indonesia, bahasa daerah, penggunaan bahasa asing, kelas bahasa dan sastra, dan bahasa media massa.
8. Kongres VIII (14-17 Oktober 2003)
8.1. Kongres ke-8 para pakar dan pemerhati bahasa Indonesia menyimpulkan bahwa berdasarkan Kongres Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang menyatakan bahwa para pemuda memiliki satu bahasa, yakni bahasa Indonesia. Bulan Oktober ditetapkan sebagai bulan bahasa.
9. Kongres VII (26-30 Oktober 1998)
9.1. Kongres ke-7 terjadi di Jakarta. Topik utama diskusinya adalah mengusulkan pembentukan Badan Pertimbangan Bahasa.