1. Pelaksanaan sila pertama Mengusahakan terwujudnya ketakwaan warga negara dan masyarakat kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Ancaman dan usaha mengubah Pancasila sebagai dasar negara
2.1. Suasana kebatinan dalam perumusan dan pengesahan Pancasila sebagai dasar negara
2.1.1. Suasana kebatinan adalah situasi atau kondisi yang dihadapi saat konstitusi negara disusun
2.1.2. Suasana kebatinan diselimuti oleh keadaan negara yang masih dijajah oleh negara lain
2.2. Ancaman dan usaha mengubah Pancasila sebagai dasar negara
2.2.1. Periode 1945-1950 1. Pemberontakan PKI di Madiun 2. Pemberontakan DI/TII di Jawa Barat
2.2.2. Periode 1950-1959 1. Pemberontakan RMS 2. Pemberontakan PRRI 3. Pemberontakan Permesta
2.2.3. Periode 1959-1966 Pemberontakan PKI ( G30S PKI ) dipimpin D.N. Aidit
2.2.4. Periode 1966-1998 ( Orde baru ) Presiden seolah-olah berada di atas lembaga-lembaga lain. Dengan demikian, penerapan Pancasila masih jauh dari harapan
2.2.5. Masa Reformasi 1. Adanya kelompok-kelompok yang ingin mengganti ideologi Pancasila dengan ideologi lain 2. Pancasila seakan tidak memiliki kekuatan untuk memengaruhi dan menuntun masyarakat
3. Dinamika nilai-nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
3.1. Hakikat nilai
3.1.1. Nilai adalah patokan/ukuran terhadap segala sesuatu
3.1.2. Pancasila termasuk dalam nilai kerohanian yang mengakui nilai material, dan nilai vital
3.2. Nilai Pancasila
3.2.1. Makna nilai sila pertama Percaya dan takwa kepada Tuhan
3.2.2. Makna nilai sila kedua Mengakui persamaan derajat, hak, dan kewajiban
3.2.3. Makna nilai sila ketiga Menjaga persatuan dan kesatuan
3.2.4. Makna nilai sila keempat Mengutamakan musyawarah
3.2.5. Makna nilai sila kelima Bersikap adil dan menghormati hak orang lain
3.3. Dinamika nilai-nilai Pancasila sesuai dengan perkembangan zaman
3.3.1. Ideologi mengandung unsur-unsur 1. Seperangkat gagasan yang disusun secara sistematis 2. Pedoman tentang cara hidup 3. Tatanan yang hendak dituju oleh suatu kelompok 4. Dipegang teguh oleh kelompok yang meyakininya
3.3.2. Ideologi dibedakan menjadi dua 1. Terbuka : memiliki kemampuan menyesuaikan diri dengan pertumbuhan dan perkembangan masyarakat 2. Tertutup : tidak mau menerima pandangan baru Pancasila adalah ideologi terbuka dan tertutup
3.3.3. Keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai 1. Nilai dasar : hakikat kelima sila Pancasila yang terdiri dari nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan, dan keadilan. Nilai-nilai dasar tersebut merupakan esensi dari sila-sila Pancasila yang sifatnya universal 2. Nilai instrumental : penjabaran lebih lanjut dari nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD NRI tahun 1945 3. Nilai praksis : realisasi dari nilai-nilai instrumental dalam bentuk pengamalan nyata dalam kehidupan sehari-hari
3.3.4. Pancasila mengandung tiga dimensi 1. Dimensi realitas : ideologi itu bersumber dari nilai-nilai riil yang hidup dalam masyarakat Indonesia 2. Dimensi idealitas : ideologi perlu mengandung cita-cita yang ingin dicapai dalam berbagai bidang kehidupan 3. Dimensi fleksibilitas : ideologi memiliki keluwesan yang memungkinkan untuk pengembangan pemikiran-pemikiran baru tanpa menghilangkan hakikat dan jati diri yang terkandung dalam nilai dasarnya
3.4. Perwujudan nilai-nilai Pancasila di berbagai bidang
3.4.1. Politik Demokrasi yang dikembangkan adalah demokrasi Pancasila
3.4.2. Ekonomi Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan ( UUD NRI 1945 pasal 33 ayat 1 )
3.4.3. Sosial budaya Sistem nilai sosial dan budaya dalam masyarakat dikembangkan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila
3.4.4. Pertahanan dan keamanan Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembelaan negara dan usaha pertahanan dan keamanan negara ( UUD NRI 1945 pasal 27 ayat 3 dan pasal 30 ayat 1 )