Albert Bandura: Social Cognitive Theory

登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
Albert Bandura: Social Cognitive Theory により Mind Map: Albert Bandura: Social Cognitive Theory

1. Efficacy

2. Human Agency

3. Triadic Reciprocal Causation

4. Self-regulation

5. Therapy

6. Critique

6.1. Memiliki nilai yang tinggi pada

6.1.1. Ability to generate research

6.1.2. Falsiability

6.1.3. Kemampuan organize knowledge

6.1.4. Kepraktisan dan pedoman yang spesifik

6.1.5. Internal consistency

6.1.6. Parsimony

7. Concept of Humanity

7.1. Optimistic

7.2. Nurture

7.3. Freedom

7.4. In between causality vs. teleology

7.5. Conscious

7.6. Uniqueness

8. Learning

8.1. Asumsi dasar

8.1.1. Manusia fleksibel dan mampu belajar melalui pengalaman atau observasi.

8.2. Observational Learning

8.2.1. Modelling

8.2.1.1. merupakan inti dari observational learning

8.2.1.2. bukan sekadar imitasi, meliputi proses kognitif

8.2.1.3. faktor penentu untuk melakukan modelling

8.2.1.3.1. karakteristik model yang lebih tinggi

8.2.1.3.2. karakteristik observer yang lebih rendah

8.2.1.3.3. konsekuensi dari tingkah laku yang diobservasi, positif atau negatif

8.2.2. Proses yang mengatur

8.2.2.1. Attention

8.2.2.1.1. faktor yang mengontrol

8.2.2.2. Representation

8.2.2.2.1. dalam bentuk

8.2.2.3. Behavioral Reproduction

8.2.2.3.1. Monitor diri

8.2.2.3.2. Evaluasi performa

8.2.2.4. Motivation

8.2.2.4.1. mempengaruhi efektivitas dan performa observational learning

8.3. Enactive Learning

8.3.1. Tingkah laku kompleks dipelajari dengan berpikir & mengevaluasi konsekuensinya

8.3.2. fungsi konsekuensi

8.3.2.1. Menginformasikan dampak perilaku

8.3.2.2. Memotivasi perilaku antisipasi, sehingga bertindak sesuai

8.3.2.3. Reinforcement

9. Dysfuncional Behavior

10. Gambaran Teori

10.1. Penekanan lingkungan yang penting

10.1.1. Pertemuan tidak disengaja/kebetulan (chance encounters)

10.1.2. Pengalaman tak terduga (fortuitous events)

10.2. Asumsi

10.2.1. Plastisitas adalah karakteristik yang maling menonjol dari manusia

10.2.2. Melalui TRC Model, manusia mempunyai kapasitas untuk mengontrol kehidupannya

10.2.3. Agentic perspective: manusia merupakan produk dan produsen sistem sosial

10.2.4. Regulasi tingkah laku manusia melalui faktor internal & eksternal

10.2.5. Manusia mengontrol perilaku melalui agensi moral saat di situasi yang ambigu moral, yang terdiri dari:

10.2.5.1. redefining behavior

10.2.5.2. disregarding the consequences of their behavior

10.2.5.3. blaming the victims of their behavior

10.2.5.4. displacing responsibility for their actions