1. SILANG DALAM ( CLOSE BREEDING )
1.1. METODE
1.1.1. INBREEDING
1.1.1.1. Perkawinan antar ternak yang memiliki hubungan kekerabatan relative lebih dekat dibandingkan dengan rataan hubungan kekerabatan denan ternak lain dalam suatu populasi
1.1.2. LINE BREEDING
1.1.2.1. Bentuk inbreeding dengan cara mengawinkan ternak yang masih satu nenek moyang guna menghasilkan breed tertetu dengan tujuan mendapatkan produk tertentu dengan kualitas tertentu.
1.1.2.1.1. Mild Linebreeding
1.1.2.1.2. Intense Linebreeding
1.2. DAMPAK
1.2.1. + Melestarikan sifat yang diinginkan. + Seleksi pada gen - gen yang tidak diinginkan. + Menghasilkan ternak yang sesuai dengan yang diinginkan.
1.2.2. - Menurunnya performa ternak. - Terjadi ketidaknormalan fisik. - Menurunnya jumlah pasangan gen yang heterozygot dengan meningkatnya gen yang homozygot. - Meningkatkan frekuensi ternak yang memiliki gen kurang baik.
2. SILANG LUAR ( OUT BREEDING )
2.1. MACAM - MACAM
2.1.1. CROSS BREEDING
2.1.1.1. Persilangan antar ternak yang tidak sebangsa, menghasilkan : - Saling substitusi sifat yang diinginkan. - Memanfaatkan keunggulan ternak dalam keadaan heterozygot.
2.1.1.1.1. Terminal System
2.1.1.1.2. Rotational System
2.1.1.1.3. Rotaterminal System
2.1.1.1.4. Composite System
2.1.1.2. Hasil Perkawinan
2.1.1.2.1. Ayam Magon ( Ayam pama + Ayam Saigon)
2.1.2. BACK CROSSING
2.1.3. GRADING UP
2.1.4. OUT CROSS
2.1.5. RESIPROK
2.2. AKIBAT
2.2.1. PERUBAHAN FENOTIPIK
2.2.1.1. Heterosis
2.2.1.2. Complementaruty Effect
2.2.2. PERUBAHAN GENETIC
2.2.2.1. Makin jauh perbedaan genotype antar ternak yang dikawinkan makin tinggi tingkat heterosigositas
2.3. METODE
2.3.1. PERSILANGAN ANTAR GALUR
2.3.2. PERSILANGAN ANTAR BANGSA
2.3.3. PERSILANGAN ANTAR SPESIES