PENCAMPURAN ANTARA PELARUT POLAR DAN NON POLAR
19-119_ Ajeng Tanvira Mavodyにより
1. Syarat Bercampurnya Pelarut 1. Memiliki tingkat kepolaran yang sama 2. Memiliki gugus pengenal yang sama ( pelarut harus memiliki gugus pengenal yang sama dengan senyawa yang diinginkan 3. Perbandingan pelarut yang sama
2. Faktor - Faktor Kepolaran a. Perbedaan Keelektronegatifan Semakin besar perbedaan keelektronegatifan pada unsur suatu senyawa maka sifat senyawanya semakin polar b. Banyaknya Atom C Semakin banyak atom C pada struktur suatu senyawa maka sifat senyawanya semakin non polar c. Banyaknya gugus -OH Semakin banyak gugus -OH pada struktur suatu senyawa maka sifat senyawa semakin polar d. Momen Dipol Semakin tinggi nilai momen dipol suatu struktur senyawa maka sifat senyawa semakin polar e. Konstanta Dielektrik Semakin besar nilai konstanta dielektrik pada suatu struktur senyawa maka sifatnya semakin polar f. Bentuk Struktur Apabila bentuk struktur suatu senyawa simetris maka senyawa tersebut bersifat non polar sedang strukturnya berbentuk asimetris maka senyawa tersebut bersifat polar g. Kelarutan Di dalam Air Apabila pelarut dapat larut dalam air maka pelarut bersifat polar dan apabila pelarut tidak dapat dalam air maka pelarut bersifat non polar
3. Mengapa Judul Ini Penting? Karena di dalam setiap judul praktikum KBAH tidak pernah lepas dari penggunaan pelarut. Dimana dengan memahami percobaan ini kita dapet mengerti dan memahami jenis, karakteristik, sifat dan ciri - ciri dari suatu pelarut
4. Jenis Pelarut Non Polar yang Paling Polar dan Pelarut Non Polar Pelarut non polar yang memiliki karakteristik seperti pelarut polar
4.1. Contoh : Kloroform, dimana pada strukturnya terdapat atom H yang berikatan langsung dengan atom C sehingga Kloroform memiliki karakteristik seperti pelarut polar
5. Pembagian Sistem Pelarut a) Pelarut Polar - Polar b) Pelarut Polar - Non Polar c) Pelarut Non Polar - Non Polar
5.1. Contoh : a. Air - Metanol dan Asam Asetat - Air b. Air - Kloroform, Metanol - Benzene dan Asam asetat - Dietil eter c. Benzene - Kloroform dan dietil eter - Toluena
6. Pembagian Pelarut 1. Pelarut Protik Polar Protik menunjukkan atom hidrogen yang menyerang atom elektronegatif yang dalam hal ini adalah oksigen. Contoh : air, metanol dan asam asetat 2. Pelarut Aprotik Dipolar Aprotik menunjukkan molekul yang tidak mengandung ikatan O-H dlatau N-H. Contoh : aseton dan etil asetat 3. Pelarut Non polar Pelarut yang memiliki tingkat kepolaran yang rendah. Contoh : benzena, kloroform, dan dietil eter
7. Hal Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memilih Pelarut 1. Selektifitas 2. Kelarutan 3. Viskositas 4. Kerapatan 5. Reaktifitas 6. Titik didih
8. Perbedaan Terdistribusi Dan Becampur Terdistribusi adalah adanya ikatan tetapi ada yang sebagian dan ada yang keseluruhan (terbagi) Bercampur adalah dua zat menjadi campuran homogen