Biooptik
Mhd Salehにより
1. peran cahaya pada proses melihat
1.1. Cahaya memantulkan obyek dan mengirim pada garis lurus menuju mata Anda. Cahaya melalui kornea, menuju pupil dan diteruskan ke lensa mata. Kornea dan lensa membelokkan (membiaskan) cahaya agar di fokuskan ke retina. Photoreceptors pada retina mengkonversi cahaya menjadi gelombang elektrik
2. pemerosesan informasi pada penglihatan manusia
2.1. Cahaya melalui kornea, menuju pupil dan diteruskan ke lensa mata. Kornea dan lensa membelokkan (membiaskan) cahaya agar di fokuskan ke retina. Photoreceptors pada retina mengkonversi cahaya menjadi gelombang elektrik. Gelombang elektrik melalui saraf optik menuju otak.
3. proses kerja alat bantu melihat pada manusia
3.1. Kacamata adalah alat bantu penglihatan untuk mereka yang mengalami kerusakan pada mata. Untuk penderita miopi atau rabun jauh dibutuhkan kacamata negatif dengan lensa cekung agar dapat melihat normal. Sementara untuk penderita hipermetropia atau rabun dekat dibutuhkan kacamata positif dengan lensa cembung agar dapat melihat dengan normal membutuhkan. Dan bagi penderita presbiopia atau mata tua dapat ditolong dengan menggunakan kacamata positif dan negatif.
4. pengertian poto resptor dan perannya pada mahluk hidup
4.1. Cahaya yang masuk melalui kornea dan diatur jumlahnya oleh pupil akan diterima oleh reseptor yang ada pada retina. Reseptor ini disebut sebagai fotoreseptor, yang terdiri dari sel batang dan sel kerucut. ... Dari kombinasi tiga jenis sel tersebut, mata dapat menerima rangsangan warna dari spektrum merah hingga ungu
4.2. Fungsi utama fotoreseptor batang adalah untuk mendeteksi masuknya cahaya. Hal tersebut berarti fotoreseptor batang membuat manusia dapat melihat dalam kondisi intensitas cahaya yang rendah (remang-remang atau gelap).
5. proses melihat pada mata majemuk
5.1. Cahaya masuk ke mata faset. Rhabdom memfokuskan cahaya yang masuk. Cahaya kemudian dipantulkan masuk dalam sel optikus yang bertugas menerjemahkan bayangan.
6. konsep pemikiran pada bunglon
6.1. jika bunglon merasa terancam, dia akan langsung mengubah warna kulitnya, serupa dengan warna sekitar sehingga keberadaannya tersamarkan, fungsi penyamaran demikian disebut memikir, hal ini beda dengan kamuflase, yakni penyamaran struktur atau warna binatang yang menyerupai mahluk hidup pautan
7. pengertian bioooptik
7.1. Subtopic 1Biooptik merupakan susunan atas kata bio dan optik. Bio berkaitan dengan makhluk hidup atau zat hidup atau bagian tertentu dari makhluk hidup, sedangkan optik dikenal sebagai bagian ilmu fisika yang berkaitan dengan cahaya atau berkas sinar.
8. struktur dan fungsi organ mata manusia
8.1. fungsinya untuk melihat cahaya atau menangkap cahaya. - Iris, berfungsi untuk memberikan warna pada mata dan mengatur besar kecilnya pupil. - Pupil, berfungsi untuk mengatur sedikit atau banyaknya cahaya yang masuk ke dalam mata.
9. kelainan refraksi pada mata
9.1.  Kelainan Refraksi adalah kondisi di mana cahaya yang masuk ke dalam mata tidak dapat difokuskan dengan jelas. Hal ini membuat bayangan benda terlihat buram atau tidak tajam. Penyebabnya bisa karena panjang bola mata terlalu panjang atau bahkan terlalu pendek, perubahan bentuk kornea, dan penuaan lensa mata.
10. konsep mata majemuk/pacet pada serangga
10.1. Mata majemuk terdiri dari kelompok unit masing-masing tersusun dari sistem lensa dan sejumlah kecil sensori. Sistem lensa ini fungsinya untuk memfokuskan sinar menuju elemen fotosensitif dan keluar dari sel sensori berjalan kebelakang menuju lobus optik dari tiap otak tiap faset terdiri dari satu unit yang disebut ommatidia (Hadi, 2009). Menurut Jumar (2000), serangga dewasa memiliki 2 tipe mata, yaitu mata tunggal dan mata majemuk. Mata tunggal dinamakan ocellus (jamak: ocelli). Mata tunggal dapat dijumpai pada larva, nimfa, maupun pada serangga dewasa. Mata majemuk sepasang dijumpai pada serangga dewasa dengan letak masing-masing pada menampung semua pandangan dari berbagai arah. Mata majemuk (mata faset), terdiri atas ribuan ommatidia. Hadi (2009), menyatakan bahwa masing-masing ommatidia terdiri dari: Bagian optik yang terdiri dari lensa kutikuler dan membentuk lensa cornea biconveks dan dibawah kornea terdapat 4 buah sel semper, pada kebanyakan serangga menghasilkan crystallin cone. Cristalin cone , dan bagian sensori terdiri dari sel retinula, rhadomere,sel pigmen sekunder, dan serabut syaraf.
11. konsep warna pada bulu merak
11.1. Bulu merak memiliki warna yang indah warna-warni pada bulu mereka bukan disebabkan oleh pigmen warna pada bulu, tetapi karena difraksi dan interferensi cahaya.Permukaan dari bulu mikroskopik burung merak terdiri atas keratin yang menopang sel-sel batang melanin berwarna coklat tua dengan pola-pola biasa (kuku anda terbuat dari keratin, dan melanin adalah pigmen gelap yang ada pada pigmen manusia). Sel-sel batang yang mengandung melanin ini terpisah dengan orde mikrometer, sehingga permukaan bulu ini berfungsi sebagai kisi difraksi. Seberkas cahaya monokromatis jika dilewatkan pada kisi difraksi akan membentuk pola gelap terang. Namun jika cahaya polikromatis/putih dari cahaya matahari melewati kisi difraksi, cahaya tersebut akan terurai menjadi berbagai macam warna. Warna-warni yang terobservasi pada bulu merak menunjukan antara warna akan mengalami sudut difraksi yang berbeda.