Harmonis

Worshop Fasilitator Latsar 2022

登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
Harmonis により Mind Map: Harmonis

1. Mewujudkan Suasana Harmonis dalam Lingkungan Bekerja dan Memberikan Layanan pada Masyarakat

1.1. 1. Pengertian nilai dasar harmonis dalam pelayanan ASN

1.1.1. 1. Harmonis berarti harmoni, seia sekata

1.1.2. 2. Pentingnya suasana harmonis arena data memberikan energi positif dalam peningkatan produktivitas kerja

1.1.3. 3. Membangun tempat kerja yang naaman dan bersinergi

1.1.3.1. a. Membangun tempt kerja yang bersenergi

1.1.3.2. b. Memberikan keleluasaan untuk belajar dan meberikan konstribusi

1.1.3.3. c. Berbagi kebahagiaan bersama seluruh .anggota organisasi

1.2. 2. Etika Publik ASN dalam mewujudkan suasana harmonis

1.2.1. 1. Pengertian Etika dan Kode Etik

1.2.1.1. a. Etika

1.2.1.1.1. Adalah sebuah idea atau keyakinan moral yang mempengaruhi kebiasaan, sikap dan filsafat hidup dari sekelompok orang.

1.2.1.2. b. Kode etik

1.2.1.2.1. Adalah aturan aturan tingkah laku suatu kelompok khusus, memuat hal hal prinsip saja

1.2.2. 2. Etika publik

1.2.2.1. Adalah refleksi tentang standar/norma yang menentukan baik/buruk, benar/salah perilaku, tindakan dan keputusan untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan tanggung jawab pelayanan publik,

1.2.3. 3. Sumber Kode Etik ASN

1.2.3.1. Berupa UU ASN, PP Manajemen PNS, dll

1.2.4. 4. Kode Etik ASN

1.2.4.1. a. Melaksanakan tugasnya dengan jujur, bertanggung jawab, dan berintegritas tinggi.

1.2.4.2. b. Melaksanakan tugasnya dengan cermat dan disiplin

1.2.4.3. c. Melayani dengen pikap hormat, sopan, dan tappa tekanan

1.2.4.4. d. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

1.2.4.5. e. Melaksanakan tugasnya sesuai dengan perintah atasan atau Pejabat yang berwenang sejauh Tidak bbertentangan dengen ketentuan perundang undangan yang berlaku

1.2.4.6. f. Mejaga kerahasiaan yang menyangkut kebijakan negara

1.2.4.7. g. Menggunakan kekayaan dan barang milik negara secara bertanggung jaba, efektif dan efisien

1.2.4.8. h. Mencegah terjadi disharmonis kepentingan dalam melaksanakan tugasnya

1.2.4.9. I. Memberika informasi secara benar dan Tidak menyesatkan kapad pika lain yang memerlukan informasi terkait kepentingan kedinasan

1.2.5. 5. Perilaku ASN

1.2.5.1. a. Toleransi

1.2.5.2. b. Empati

1.2.5.3. c. Keterbukaan terhadap perbedaan

1.2.5.4. d, Perubahan mindset

1.2.5.4.1. 1. Berubah dari penguasa menjadi pelayan

1.2.5.4.2. 2. Merubah dari wewenang menjadi peranan

1.2.5.4.3. 3. Menyadari jabatan Publik adalar amanah

1.2.6. 6. Tata kelola dan etika organisasi

1.2.6.1. Pola-pola lama dalam penyelenggaraan pemerintahan sudah tidak sesuai lagi dengan tatanan masyarakat yang telah berubah

1.2.7. 7. Etika ASN sebagai pelayan publik

1.3. 3. Peran ASN dalam mewujudkan sussana dan budaya harmonis

1.3.1. a. Peran ASN

1.3.1.1. 1. Tugas ASN

1.3.1.1.1. 1. Melaksanakan kebijakan publik yang dibuat oleh Pejabat Pembina Kepegawaian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan

1.3.1.1.2. 2. Memberikan pelayanan publik yang profesional dan berkualitas

1.3.1.1.3. 3. Mempererat persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia

1.3.1.2. 2. Nilai nilai ASN

1.3.1.2.1. a. Netral dan adil

1.3.1.2.2. b. Mengayomi

1.3.1.2.3. c. Toleran

1.3.1.2.4. d. Suka menolong

1.3.1.2.5. e. Problem solver rather than Trouble maker

1.3.2. b. Budaya harmonis

1.3.2.1. Aktualisasi menjadi habituasi harmonis (Perjuangan terus menerus)

2. Keanekaragaman Bangsa dan Budaya Di Indonesia

2.1. Keanekaragaman Bangsa dan Budaya Indonesia

2.1.1. 1. Letak dan kondisi geografis membentuk bermacam bangsa dan budaya, terlihat dari:

2.1.1.1. 1. Kesenian

2.1.1.2. 2. Religi

2.1.1.3. 3. Sistempengetahuan

2.1.1.4. 3. Organisasi sosial

2.1.1.5. 5. Sistem ekonomi

2.1.1.6. 6. Sistem teknologi

2.1.1.7. 7. Bahasa

2.1.2. 2. Nasionalisme adalah manefistasi kesadaran nasional anak bangsa yang memiliki cita cita Bersama untuk membangun dirinya dan masyarakat bangsa Indonesia

2.1.2.1. Kita Tidak boleh memiliki semangat Nasionalisme yang berlebihan (chauvinisme), Tetap mengembangkan skip saling menghormati, menghargai dan bekerjasama dengan bangsa lain.

2.1.3. 3. Nasionalisme pancasila Adalah pandangan atau paham kecintaan manusia Indonesia terhadap bangsa dan Tanah airnya yang didasarkan pada nihai nihai pancasila

2.2. Pentingnya membangun rasa nasionalisme dan persatuan kebangsaan

2.2.1. 1. Sejarah kebesaran bangsa Indonesia (Majapahit dan Sriwijaya) terpecahbelah karena lunturnya "nasionalisme" pada zamannya.

2.2.2. 2. Indonesia perch jatuh Keuangan penjajah. Perjuangan merebut kembali kemerdekaan tidak menemukan hasil karena belum bersatunya anak bangsa hingga akhirnya terbentuk kesadaran persatuan nasional melalui Budi Utomo, Sumpah Pemuda, dan perkumpulan perkumpulan perintis kemerdekaan

2.2.3. 3. Konsep persatuan bangsa dimiliki sejak lama, dengen semboyan Bhineka Tunggal Ika

2.3. Konsep dan teori Nasionalisme kebangsaan

2.3.1. 1. Aliran modernis

2.3.1.1. Bangsa merupakan hasil dari modernisasi dan rasionalisasi

2.3.1.1.1. a. Formasi kebangsaan 5 aspek

2.3.1.1.2. b. Kelemahan 5 aspek

2.3.2. 2. Aliran primordialis

2.3.2.1. Bangsa merupakan sebuah pemberian historis, yang terus hadir dalam sejarah manusia dan memperlihatkan kekuatan inheren pada masa lalu dan generasi masa kini.

2.3.3. 3. Aliran perenialis

2.3.3.1. Bangsa bisa ditemukan di pelbagai zaman sebelum periode modern

2.3.4. 4. Aliran Etnosimbolis

2.3.4.1. Bangsa pasca abad ke-18, merupakan sebuah spesies baru dari kelompok etnis yang pembentukannya harus dimengerti dalam jangka panjang

2.4. Potensi dan tantangan dalam keanekaragaman bagi ASN

2.4.1. Etnosimbolis lebih mendekati kenyataan Indonesia, yang mana para pendiri bangsa telah mengkombinasikan 3 aliran Lainnya (Aliran modern, aliran primordialis, dan parenialis)

2.4.1.1. Manfaat

2.4.1.1.1. 1. Dapat mempererat tali persaudaraan

2.4.1.1.2. 2. Menjadi aset wisata yang dapat menghasilkan pendapatan negara

2.4.1.1.3. 3. Memperkaya kebudayaan Nasional

2.4.1.1.4. 4. Sebagai identitas Indonesia di mata dunia

2.4.1.1.5. 5. Dapat menjadi ikon nasional

2.4.1.1.6. 6. Menciptakan lapangan kerja

2.4.1.1.7. 7. Sumber pengetahuan warga dunia

2.4.1.1.8. 8. Sarana hibguran yang mendildik

2.4.1.1.9. 9. Membangkitkan rasa nasionalisme

2.4.1.1.10. 10. Membuat Indonesia di renal dunia

2.4.1.2. Tantangan

2.4.1.2.1. 1. Potensi tantangan

2.4.1.2.2. 2. Tantangan disharmonis

2.4.1.2.3. 2. Tantangan disharmonis

2.5. Sikap ASN dalam keanekaragaman berbangsa

2.5.1. 1. Gotong royong

2.5.1.1. a. Kedalam

2.5.1.1.1. Kemajemukan dan keanekaragaman harus dipandang secara positf

2.5.1.2. b. Keluar

2.5.1.2.1. Nasionalisme yang memuliakan kemanusiaan universal

2.5.2. 2. Penanganan masalah secara berkesinambungan

2.5.2.1. a. Memperbaiki kebijakan pemerintah

2.5.2.2. b. Penanaman sikap tolerans dan saling menghormati

2.5.2.3. b. Penanaman sikap tolerans dan saling menghormati

2.5.3. 3. Adil dan tidak diskriminatif

2.5.3.1. Bersikap profesional dan berintegritas dalam melayani masyarakat

2.6. Potensi dan tantangan dalam keanekaragaman bagi ASN