Jenis - Jenis Kelompok Sosial

kontol ga bisa di save scamming kontol

登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
Jenis - Jenis Kelompok Sosial により Mind Map: Jenis - Jenis Kelompok Sosial

1. Member group

1.1. Membership group merupakan kelompok di mana setiap orang secara fisik menjadi anggota kelompok tersebut. Anggota-anggota dalam membership group sering melakukan interaksi untuk membentuk kelompok-kelompok tersendiri. Keanggotaan seseorang dalam membership group diukur dari interaksinya dengan kelompok sosial tersebut termasuk para anggotanya.

1.2. Contoh

1.2.1. Hubungan anggota DPR dengan Partai Politiknya

1.2.1.1. Seseorang yang menjadi anggota DPR dan Partai Politik secara bersamaan. Ketika seorang anggota partai politik terpilih untuk menjadi anggota DPR, disini secara langsung DPR akan menjadi membership group bagi dirinya.

2. Reference Group

2.1. Reference group atau kelompok referensi/acuan adalah setiap orang atau kelompok yang dapat mempengaruhi baik secara langsung (tatap muka) ataupun tidak langsung terhadap sikap, perilaku, pendapat, norma ataupun nilai-nilai sebagai kerangka rujukan bagi individu dalam pengambilan keputusan. Kelompok referensi bisa berasal dari teman, saudara, tetangga, artis, pemimpin atau figur-figur lain yang terkemuka dan sudah dikenal.

2.2. Contoh

2.2.1. Kelompok Keagamaan

2.2.1.1. Menurut salah satu sumber menyatakan bahwa dalam kenyataan sosial, jumlah anggota masyarakat yang termasuk dalam reference group relatif banyak, terutama menyangkut kelompok keagamaan. Disini berarti bahwa, banyak orang yang tidak menjadi anggota resmi suatu kelompok keagamaan tertentu, namun mereka tetap berusaha untuk menyesuaikan diri atau menerapkan prinsip-prinsip ajaran agama dari kelompok tersebut. Mereka meyakini bahwa ajaran agama tersebut dapat menciptakan suatu ketenangan hingga kebahagiaan bagi hidupnya.

2.2.2. Hubungan anggota PGRI dengan Koperasi

2.2.2.1. Seorang guru dan merupakan anggota PGRI biasanya juga menjalin hubungan dengan koperasi. Dan dalam kehidupannya, orang tersebut mengembangkan atau menerapkan prinsip-prinsip koperasi dalam kehidupannya untuk mengembangkan ekonomi keluarganya. Sehingga disini koperasi menjadi suatu acuan bagi seseorang sehingga disebut sebagai reference group.

3. Public

3.1. Publik merupakan kelompok yang bukan merupakan kesatuan. Interaksi berlangsung melalui alat-alat komunikasi dan tidak langgeng.

3.2. Contoh

3.2.1. pembicaraan pribadi yang berantai, desasdesus atau gosip, surat kabar, radio, televisi, film, dan sebagainya.

4. Kerumunan

4.1. Kerumunan sosial atau social aggregate adalah sekumpulan orang yang berada di suatu tempat, akan tetapi di antara mereka tidak berhubungan secara tetap.

4.1.1. Bentuk-bentuk kerumunan yang dapat dijumpai dalam kehidupan masyarakat,

4.1.1.1. Kerumunan yang berartikulasi dengan struktur sosial

4.1.1.1.1. 1. Normal audience atau khalayak penonton atau pendengar formal merupakan kerumunan yang mempunyai pusat perhatian dan persamaan tujuan. Contohnya, penonton film, orang-orang yang menghadiri khotbah keagamaan. 2. Expressive group atau kelompok ekspresif adalah kerumunan yang perhatiannya tidak begitu penting, tetapi mempunyai persamaan tujuan yang terpusat dalam aktivitas kerumunan tersebut serta kepuasan yang dihasilkannya. Fungsinya adalah sebagai penyalur ketegangan yang dialami orang karena pekerjaannya sehari-hari. Contohnya, orang yang berpesta atau berdansa.

4.1.1.2. Kerumunan yang bersifat sementara (casual crowd)

4.1.1.2.1. 1. Inconvenient aggregations atau kumpulan yang kurang menyenangkan. Dalam kerumunan tersebut kehadiran orang lain merupakan penghalang terhadap tercapainya maksud atau tujuan seseorang. Contohnya, orang-orang yang antre untuk membeli karcis, orang-orang yang menunggu bus, dan sebagainya. 2. Panic crowds adalah kerumunan orang-orang yang sedang dalam keadaan panik. Mereka merupakan orang-orang yang berusaha menyelamatkan diri dari suatu bahaya. Dorongan dalam diri masing-masing individu dalam kerumunan tersebut cenderung mempertinggi rasa panik. 3. Spectator crowds atau kerumunan penonton ingin melihat kejadian tertentu, kegiatan yang dilakukan umumnya tidak terkendali. Contohnya, kerumunan yang menyaksikan suatu kecelakaan atau musibah bencana alam.

4.1.1.3. Kerumunan yang berlawanan dengan norma hukum (lawless crowds)

4.1.1.3.1. 1. Acting mobs atau gerombolan adalah kerumunan yang bertindak emosional, sifatnya tidak terkendali karena setiap orang tidak mampu mengontrol diri (secara fisik ataupun psikis). Suatu gerombolan cenderung melakukan perbuatan yang destruktif, antisosial bahkan dikategorikan pada pemberontakan. Timbulnya gerombolan disebabkan oleh faktor-faktor yang dapat membakar emosi massa, seperti konflik sosial karena unsur SARA, cemburu sosial, hasutan dan adu domba, kebijaksanaan pemerintah, kekecewaan dan sebagainya. Contohnya, gerombolan pedagang kaki lima mengamuk dan merusak fasilitas umum karena dilarang berjualan di suatu tempat yang dapat mengganggu kelancaran lalu lintas. 2. Immoral crowds adalah kerumunan yang tindakannya berlawanan dengan norma-norma masyarakat. Contohnya, kumpulan orang yang sedang mabuk.

4.1.1.4. Kerumunan rungsional atau functional aggregate

4.1.1.4.1. Kerumunan fungsional terdiri atas sekumpulan orang yang mempunyai tugas atau fungsi tertentu, tetapi mereka tidak dapat dimasukkan dalam pengertian kelompok sosial atau komunitas sosial. Contohnya, daerah-daerah di perkotaan yang dijadikan tempat perdagangan atau pasar.

4.1.1.5. Manifestasi umum (demonstration) atau unjuk rasa

4.1.1.5.1. Kerumunan ini merupakan kesatuan manusia yang mempunyai tempat tinggal yang sama, tetapi tidak saling mengenal. Lokasinya ditemukan di kota-kota besar. Di tengah kota besar banyak orang yang tidak mengenal tetangganya sehingga tidak terjadi hubungan di antara mereka, di pinggiran kota besar, ditemukan kerumunan orang yang disebut gelandangan.

4.1.1.6. Manifestasi umum (demonstration) atau unjuk rasa

4.1.1.6.1. Kerumunan jenis ini bersifat lebih teratur daripada himpunan penonton. Artinya sebelum melakukan kegiatan tersebut orangorang membuat rencana terlebih dahulu walaupun organisasinya sering kurang tegas. Contohnya, demonstrasi menentang kebijaksanaan pemerintah Orde Baru.

4.1.1.7. Kerumunan pasif atau crowd

4.1.1.7.1. Dalam kerumunan ini, individu-individu hanya berkumpul secara fisik, tenang atau tidak mengganggu orang lain, dan tidak mempunyai maksud atau tujuan tertentu. Orang-orang yang berkumpul di tempat tersebut dilatarbelakangi berbagai alasan atau motivasi. Contohnya, orang-orang yang menonton tukang sulap, dan tukang obral.