Sejarah Psikologi Pendidikan

登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
Sejarah Psikologi Pendidikan により Mind Map: Sejarah Psikologi Pendidikan

1. Perkembangan psikologi pendidikan dimulai pada permulaan abad kle-20 yang ditandai dengan adanya penelitian-penelitian psikologi yang khusus memberikan dampak besar terhadap teori-teori dan praktek pendidikan. Beberapa Tokoh yang terlibat dalam penelitian tersebut antara lain : Termann, Thorndike, dan Jude. Aliran-aliran psikologi yang berkembang pada permulaan abad ke-20 mempelajari tentang perilaku dan proses belajar dari sudut pandang yang berbeda-beda yang berpengaruh terhadap perkembangan teori dan praktek pendidikan. Teori-teori tersebut antara lain : Behaviorisme (Watson), Psikoanalisis (Freud), dan Gestalt(Kohler,Koffka).

1.1. Sejarah Psikologi Pendidikan menurut para ahli

1.1.1. Democritus

1.1.1.1. Democritus merupakan filsuf pertama yang menekankan pentingnya pengaruh lingkungan dan suasana rumah terhadap perkembangan kepribadian seseorang sehingga lingkungan dan suasana rumah perlu dibina sebaik mungkin supaya suasana menjadi kondusif bagi perkembangan anak.

1.1.2. Plato dan Aristotele

1.1.2.1. Plato dan Aristoteles mengembangkan sistem pendiidkan berdasarkan prinsip-prinsip psikologi. Aristoteles merupakan tohoh yang idenya berkembang menjadi Psikologi Daya. Dalam Psikologi Daya terdapat 3 komponen yang didalamnya saling berkaitan satu sama lain. Komponen tersebut antara lain: 1. Penalaran / Pengertian / Kognitif / cipta 2. Perasaan / emosi / Afektif / Rasa 3. kehendak / Will / Konasi / Karsa

1.1.3. John Amos Comenicu

1.1.3.1. John Amos Comenicu merupakan orang pertama yang melakukan penelitian terhadap anak. Ia mengatakan bahwa anak merupakan individu yang sedang berkembang.

1.1.4. Rousseau

1.1.4.1. Rousseau adalah seorang penganut Naturalis, mendasarkan ide-ide pendidikan berdasarkan prinsip-prinsip perkembangan menusia, Rousseau juga mengatakan pada dasarnya anak adalah baik.

1.1.5. John Locke

1.1.5.1. John Locke seorang penganut paham empirisme mengatakan bahwa sewaktu individu lahir didalam jiwanya belum terdapat apa-apa, dan secara potensial jiwa dalam individu itu sentitif untuk melakukan impresi terhadap dunia luar dengan melalui belajar. Belajar melalui pengalaman dan latihan merupakan sumbangan terbesar dari John Locke dan tokoh-tokoh empirisme lainnya.

1.1.6. John Heinrich Pestalozzi

1.1.6.1. John Heinrich Pestalozzi merupakan tohok yang menyarankan adanya penyelenggaraan pendidikan yang bersifat klasikal (rombongan).