UH 3: "Pengajuan Skrip Naskah"

登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
UH 3: "Pengajuan Skrip Naskah" により Mind Map: UH 3: "Pengajuan Skrip Naskah"

1. Latar

1.1. Tempat

1.1.1. Meskipun tidak diucapkan, sangat mungkin bahwa latar tempatnya adalah sekitar daerah tempat tinggal Andi dan Shani, di kota atau kampung mereka. Jika tidak di rumah Andi atau Shani, maka latar tempat mungkin adalah sekolah.

1.1.1.1. Bukti dari bagian prolog: "Andi adalah anak sekolah".

1.2. Waktu

1.2.1. Scene 1

1.2.1.1. Hari setelah Andi mengirim naskahnya ke penerbit.

1.2.1.1.1. "Malah kemarin aku kirim ke penerbit.", kata Andi pada dialog ke-3-nya.

1.2.2. Scene 2

1.2.2.1. Beberapa waktu (kemungkinan hari) setelah Scene 1, setelah penerbit sudah menyuruh Andi untuk melakukan revisi.

1.2.2.1.1. "Beberapa waktu kemudian.", kata narasi.

1.2.3. Epilog

1.2.3.1. Masa setelah buku Andi diterbitkan.

1.2.3.1.1. "Novel karangan fantasi Andi pun diterbitkan dan digemari oleh banyak pembaca.", kata narasi pada epilog.

1.3. Suasana

1.3.1. Scene 1

1.3.1.1. Santai

1.3.1.1.1. Dari bahasa sangat informal yang dipakai oleh Shani.

1.3.2. Scene 2

1.3.2.1. Sedih dan akhirnya penuh harapan (setelah Shani membantu Andi).

1.3.2.1.1. Dibuktikan dari keluhan Andi pada dialog pertamanya di Scene 2, dan penuh harapan setelah Shani berkata dialog pertamanya di Scene 2.

2. Amanat

2.1. Untuk janganlah menyerah dan terus meraih cita-cita kita, meskipun kita menghadapi kesusahan.

2.1.1. Dibuktikan dari Andi, yang bercita-cita untuk menjadi penulis novel fantasi. Namun, ia menghadapi masalah saat naskahnya tidak langsung diterima oleh penerbit, yang meminta revisi. Tetapi Andi tetap berjuang dan memperbaiki ceritanya, sehingga akhirnya bukunya diterbitkan dan banyak pembaca yang menyukainya.

2.2. Untuk terus mendukung teman apabila mereka sedang sedih atau menghadapi kesulitan, karena itu akan berarti banyak ke mereka dan mungkin dapat mengefek hidup mereka dengan sangat baik.

2.2.1. Dibuktikan dari Shani, yang terus membantu Andi dan membantunya untuk menerbitkan buku dan mencapai impian.

2.3. Untuk menjadikan kritik sebagai cara untuk memperbaiki diri, bukan hantaman yang akan menggugurkan kita (secara metafor).

2.3.1. Dibuktikan dari Andi, yang setelah dibantu Shani menggunakan kritik dari penerbit buku sebagai cara untuk memperbaiki naskahnya dan tidak menyerah, sehingga dapat akhirnya menerbitkan buku.

3. Tema

3.1. Cita-cita

3.1.1. Dibuktikan dari topik pembicaraan tokoh-tokoh, yaitu cita-citanya protagonis (Andi) untuk menjadi penulis novel, dan kesusahan yang ditemunya dalam perjalanan ingin mencapai cita-cita-nya.

3.2. Persahabatan

3.2.1. Dibuktikan dari Shani, yang terus mendukung Andi dengan mendoakan naskahnya diterima oleh penerbit, yang membantu Andi yang sedih setelah naskahnya disuruh oleh penerbit untuk direvisi.

3.3. Cara menerima kritik

3.3.1. Dibuktikan dari perkataan dan sikap Shani saat membantu Andi, yaitu amanat tersirat untuk kita jangan langsung berpikir buruk saat menghadapi halangan, dan untuk terus mencari jalan agar menerima kritiknya dan menggunakannya untuk memperbaiki hal yang dikritik.

4. Alur

4.1. Alur dalam "Pengajuan Skrip Naskah" disusun dalam bentuk alur maju, yaitu diceritakan secara kronologis, dari kejadian pertama hingga akhir.

5. Tokoh

5.1. Andi

5.1.1. Kreatif (sifat yang diperlukan untuk menulis novel), berimajinasi besar, pandai menulis, pantang menyerah.

5.1.1.1. Sifat imajinasinya yang besar dibuktikan dari kreatifitasnya, impiannya dan percaya dirinya untuk dapat mencapai cita-cita, dan cita-cita sebelumnya yang dikatakan pada dialog Shani pada Scene 1, tentang ingin menjadi Astronot dan berkelana ke planet lain.

5.1.1.2. Kepandaiannya menulis dibuktikan dari fakta bahwa penerbit buku tetap ingin menerbitkan bukunya dan memberikannya kesempatan, yang tidak akan ia lakukan jika tulisan Andi tidak bagus.

5.1.1.3. Pantang menyerah dibuktikan dari sikapnya yang hanya memerlukan dukungan sedikit dari Shani untuk tidak lagi sedih tentang kritik penerbit untuk merivisi naskah untuk kembali berjuang atas impiannya.

5.2. Shani

5.2.1. Santai, tidak terlalu memikirkan masa depan, berpikir realistis, teman yang baik, setia.

5.2.1.1. Sikap santainya dibuktikan dari gaya bahasa yang sering digunakan Shani yang sangat kasual dan informal, seperti "Widih!" dan cara ia berbicara.

5.2.1.2. Pikiran "realistis"-nya dibuktikan dari dialog pertamanya, diaman ia berkata bahwa impian Andi dulu untuk menjadi Astronot adalah "gila". Sebenarnya, menjadi Astornot tetap bisa, meskipun mungkin lebih susah dari menjadi penulis.

5.2.1.3. Kesetiaan dan sifatnya sebgaai teman yang baikdan dekat ke Andi dapat dilihat bahwa ia percaya dengan kemampuan Andi untuk menjadi penulis, dan saat dia mengingatkan dan membantu Andi setelah penerbit menyuruh temannya untuk melakukan revisi naskah, serta bahwa di Epilog, dikatakan bahwa Shani terus mendukung Andi. Shani juga merasa cukup nyaman dengan Andi sehingga mereka saling memanggil dengan panggilan seperti "Ndi" dan "Shan".

5.3. Penerbit buku

5.3.1. Dapat memberikan kritik yang konstruktif, dan menganggap naskah Andi secara serius meskipun Andi tetap muda.

5.3.1.1. Banyak penerbit mungkin tidak akan memberi kesempatan kepada penulis muda karena menganggap belum cukup berpengalaman. Penerbit ini pasti tetap dapat melihat potensi, tanpa memedulikan umur.