ADAB ISLAMI Terhadap teman,saudara,tetangga

登録は簡単!. 無料です
または 登録 あなたのEメールアドレスで登録
ADAB ISLAMI Terhadap teman,saudara,tetangga により Mind Map: ADAB ISLAMI  Terhadap teman,saudara,tetangga

1. 1. pengertian

1.1. TETANGGA: orang yang bertempat tinggal di sekitar kita di sebut dengan tetangga

2. 2. Ciri-cirinya adab islami

2.1. TETANGGA:

2.2. Menerapkan 5s

2.3. Menjaga kerukunan bersama

2.4. Menganggap tetangga dekat sebagai saudara

2.5. Perhatian dan kasih sayang

2.6. Silaturahmi

3. 3. Contoh adab nya

3.1. Axl merupakan anak yang sopan, ketika dia lewat ia selalu mengucapkan permisi bu pak… dari kecil dia juga didik oleh kedua orang tua nya untuk selalu menerapkan 5s

4. Hikmahnya

4.1. Menciptakan kerukunan kepada tetangga kita

4.2. Mewudjudkan umat yang selalu mengamalkan ajaran agama islam

4.3. Menjadikan hidup akan lebih terarah dan tenang

4.4. Menjauhkan diri dari hal-hal yang buruk

4.5. Menghindari perpecahan atau permusuhan antar tetangga

5. Cara membiasakan diri

5.1. menggali ilmu atau belajar

5.2. menghindari permusuhan

5.3. menghargai dan menghormati

5.4. berbagi sesama

5.5. menghindari perilaku tamak atau serakah

5.6. mengajak tetangga kita untuk menjalankan perintah ALLAH SWT

5.7. saling membantu atau toleransi antar sesama

6. Dalil

6.1. surat-nisa ayat 36 wa‘budullâha wa lâ tusyrikû bihî syai'aw wa bil-wâlidaini iḫsânaw wa bidzil-qurbâ wal-yatâmâ wal-masâkîni wal-jâri dzil-qurbâ wal-jâril-junubi wash-shâḫibi bil-jambi wabnis-sabîli wa mâ malakat aimânukum, innallâha lâ yuḫibbu mang kâna mukhtâlan fakhûrâ Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak ya tim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnusabil, serta hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi sangat membanggakan diri.

7. Hadist

7.1. حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ، وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ اللهِ بْنِ نُمَيْرٍ، جَمِيعًا عَنِ ابْنِ عُيَيْنَةَ، قَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ: حَدَّثَنَا سُفْيَانُ، عَنْ عَمْرٍو، أَنَّهُ سَمِعَ نَافِعَ بْنَ جُبَيْرٍ يُخْبِرُ، عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْخُزَاعِيِّ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُحْسِنْ إِلَى جَارِهِ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَسْكُتْ Zuhair bin Harb dan Muhammad bin Numair telah menceritakan kepada kami, semuanya dari ibnu Uyainah, Ibnu Numair berkata, Sufyan telah menceritakan kepada kami, dari Amr, bahwa dia pernah mendengar Nafi’ bin Jubair mengabarkan dari Abu Syuraih Al-Khuza’i, bahwa Nabi saw. bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia berbuat baik kepada tetangganya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia memuliakan tamunya. Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah dia mengucapkan perkataan yang baik atau diam.”

8. Hindari sikap

8.1. menjelakan teman dengan perkataan

8.2. menjelekan teman sendiri

8.3. jangan memendam kepada teman

8.4. memfitnah teman