Konsep Dasar Sejarah Sastra Dan Periodisasi Sejarah Sastra Indonesia
Gaby Hutapeaにより
1. Periodisasi H.B.Jassin, 1953 (via Notususanto, 1963: 199-200):
1.1. Sastra Melayu Lama
1.2. Sastra Indonesia Modern
1.2.1. Angkatan 20
1.2.2. Angkatan 33 atau Pujangga Baru
1.2.2.1. Bebas menentukan dirinya sendiri
1.2.2.2. Menggunakan kebebasan dan bagaimana fungsi kebebasan terhadap masyarakat
1.2.2.3. Memiliki kesamaan dengan angkatan 20 yaitu bersifat tendensius dan didaktis
1.2.3. Angkatan 45
2. Periode Boejoeng Saleh (1956:8)
2.1. Sebelum tahun 20-an
2.2. Antara tahun 20-an hingga tahun 1933
2.2.1. Mengemukakan pergulatan para sastrawan dengan bentuk. Dikatakan roman-romannya (Saleh, 1959:18), romannya mengandung unsur-unsur modern di dalam persoalannya.
2.3. Tahun 1933 hingga Mei 1942
2.3.1. Dikatakan bahwa kesusastraan telah tegas merupakan kesusastraan Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu
2.4. Mei 1942 hingga kini (1959)
2.4.1. Tidak Dikemukakan
3. Periodisasi Bakri Siregar
3.1. Periode pertama sejak masa abad ke-20 sampai 1942
3.2. Periode kedua sejak 1942-1945
3.3. Periode ketiga sejak 1945, masa revolusi bergolak, sampai masa surutnya revolusi tahun 1950-an.
3.4. Periode keempat dari 1950 hingga sekarang (1964)
4. Periodisasi Ajib Rosidi (Masa Kelahiran dan Masa Penjadian) (1900-1945)
4.1. Periode awal hingga 1933
4.2. Periode 1933 hingga 1942
4.3. Periodi 1942-1945
5. Periode Balai Pustaka (1920-1945) : berarti bahwa lahirnya Angkatan Balai Pustaka sekitar tahun 1920 dan melemahnya kekuatan serta lenyapnya di sekitar tahun 1940
6. Pengertian Periodisasi Periodisasi sastra merupakan kesatuan waktu dalam perkembangan sastra yang dikuasai oleh suatu sistem norma yang tertentu atau kesatuan waktu yang memiliki sifat dan cara pengucapan yang khas yang berbeda dengan masa sebelumnya.
7. Pengertian Sejarah Sastra Sejarah sastra adalah sejarah perkembangan sastra yang terdiri atas rangkaian peristiwa dalam periode-periode perkembangan sastra suatu bangsa mulai lahir sampai perkembangan terakhir. Untuk kepraktisan pengajaran, pengertian tersebut dapat dirumuskan bahwa Sastra Indonesia ialah sastra berbahasa Indonesia yang sudah berkembang sejak abad ke-20 sebagaimana tampak penerbitan pers (surat kabar dan majalah) dan buku, baik dari usaha swasta maupun pemerintah kolonial.
8. Beberapa tokoh mengklasifikasikan Periodesasi sastra Indonesia menurut perkembangan zaman, tokoh tersebut di antaranya yaitu Buyung Saleh, HB. Jassin, Nugroho Notosusanto dan Ajip Rosidi.
9. Masalah Angkatan dan penulisan Sejarah Sastra Indonesia tentunya memiliki arti yaitu kedua persoalan dalam satu tempat yang sama yaitu persoalan Sejarah Sastra. Sejarah tersebut dapat dibagi mejadi 3 cabang yang terdiri dari :
9.1. Kritik Sastra
9.2. Sejarah Sastra
9.3. Teori Sastra
10. 2 Cara penulisan Sejarah Sastra
10.1. Estetika Resepsi atau Estetika Tanggapan
10.2. Penyusunan rangkaian perkembangan Sastra dari periode ke periode
11. Periode Pujangga Baru (1930-1945) : Para Sastrawan Pujangga Baru telah menulis sajak-sajak sekitar tahun 1920, namun baru sekitar tahun 1930 menunjukkan ciri-ciri periode atau angkatan yang kuat, seperti tampak dalam karya-karya Indonesia Tumpah Darahku (1929).