Keberagaman dalam Hidup Bermasyarakat menurut ajaran Gereja Katolik.

Tugas BAB 3 Pelajaran agama Katolik kelas 12 semester 1.

Get Started. It's Free
or sign up with your email address
Keberagaman dalam Hidup Bermasyarakat menurut ajaran Gereja Katolik. by Mind Map: Keberagaman dalam Hidup Bermasyarakat menurut ajaran Gereja Katolik.

1. Persatuan & Kesatuan dalam Katolik

1.1. ayat tentang Menjaga persatuan & kesatuan dalam Kitab Suci

1.1.1. Roma 12:16 Hendaklah kamu sehati sepikir dalam hidupmu bersama; janganlah kamu memikirkan perkara-perkara yang tinggi, tetapi arahkanlah dirimu kepada perkara-perkara yang sederhana. Janganlah menganggap dirimu pandai!

1.1.2. Roma 14:19 Sebab itu marilah kita mengejar apa yang mendatangkan damai sejahtera dan yang berguna untuk saling membangun.

1.1.3. Roma 12: 15 Demikian juga kita, walaupun banyak, adalah satu tubuh di dalam KRISTUS; tetapi kita masing-masing adalah anggota yang seorang terhadap yang lain.

1.1.4. 1 Korintus 1:10 Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita YESUS KRISTUS, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

1.1.5. 2 Korintus 13:11 Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!

1.2. Ajaran-ajaran Gereja Katolik

1.2.1. Nostra Aetate (NA)

1.2.1.1. Gereja katolik mengajak umatnya untuk mengormati agama-agama lain dan tradisi-tradisi iman yang ada

1.2.1.2. Gereja mengecam setiap dikriminasi antara orang-orang atau penganiayaan berdasarkan keturunan atau warna kulit, kondisi hidup atau agama, sebagai berlawanan dengan semangat kristus.

1.2.2. Gaudium et Spes art. 24

1.2.2.1. Allah menghendaki agar mereka semua merupakan satu keluarga, dan saling menghadapi dengan sikap persaudaraan.

1.2.2.2. Cinta kasih terhadap Allah dan sesama merupakan perintah yang pertama dan terbesar dan sangat penting bagi orang-orang yang semakin saling tergantung dan bagi dunia yang semakin bersatu.

1.3. Refleksi Iman yang sejalan dengan Bhineka Tunggal Ika

1.3.1. Kehidupan bernegara harus dipersembahkan sebagai sebuah ibadah bagi kemuliaan Bapa dan dimanfaatkan dalam rangka saling melayani oleh kasih (Gal 5:13)

1.3.2. Nyatakan iman katolik melalui keberagaman

1.3.3. Salurkan berkat Tuhan kepada saudara sebangsa setanah air

2. Perdamaian untuk Indonesia

2.1. Ayat-ayat tentang perdamaian

2.1.1. Yesaya 11:1-9

2.1.1.1. Injil mengubah sifat dan pikiran orang-orang yang tulus menerimanya, dan membuat siapa saja yang menginjak-injak orang-orang yang lemah lembut di bumi bukan hanya lemah lembut seperti mereka, tetapi juga sayang terhadap mereka. Ketika Paulus, yang telah menganiaya orang-orang kudus, menggabungkan diri dengan mereka, pada saat itulah serigala tinggal bersama domba.

2.1.2. Matius 5:9, 21-25

2.1.2.1. Kasih dan kemurahan hati jauh lebih baik daripada korban sembelihan dan korban-korban bakaran, sedemikian baiknya hingga Allah lebih menghendaki bila perdamaian dengan saudara yang disakiti itu diselesaikan terlebih dahulu sebelum persembahan kepada diri-Nya sendiri dihaturkan. Ia lebih suka menunggu daripada menerima persembahan yang kita berikan dalam keadaan masih bersalah dan terlibat perselisihan dengan seorang saudara.

2.1.2.2. Banyak orang hanya menghancurkan diri mereka sendiri karena bersikeras dengan pelanggaran yang mereka lakukan terhadap orang lain, padahal sebenarnya masalahnya dapat didamaikan asalkan mereka mau bersedia pada awalnya.

2.1.3. Roma 5:1-21

2.1.3.1. Kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah (ay. 1). Dosalah yang menimbulkan permusuhan antara kita dengan Allah.

2.1.3.2. Selain penghentian permusuhan, ada lebih banyak hal lagi di dalam pendamaian ini. Di dalamnya ada persahabatan dan kasih sayang, sebab Allah adalah lawan yang paling buruk atau sahabat yang paling baik

2.2. Ajaran Gereja

2.2.1. Gaudium et Spes art. 78

2.2.1.1. keadaan damai bukan hanya merupakan suatu suasana dunia yang tenang tanpa perang, hilangnya konflik, melainkan keadaan damai lahir karena adanya keadilan dalam hidup masyarakat.

2.2.1.2. perdamaian akan tercipta bila setiap manusia mampu menghormati martabat sesamanya dan mampu menghidupi semangat persaudaraan.

2.2.1.3. damai yang tercipta di dunia adalah berkat rahmat cinta kasih Allah, yang telah dicurahkan kepada manusia melalui perantaraan Yesus Kristus, Putera-Nya. Melalui wafat dan kebangkitan Kristus, mengalirlah buah perdamaian. Sebab, dengan jalan pengurbanan diri Kristus atas dosa umat manusia, segala bentuk kebencian dan permusuhan yang ada di muka bumi ini dilenyapkan.

2.2.1.4. mengajak segenap umat Kristen mampu bekerja dengan siapa saja yang punya perhatian dan minat untuk membangun serta menciptakan perdamaian dunia.

2.3. upaya Gereja Katolik dalam upaya menciptakan perdamaian dan persatuan

2.3.1. Gereja menunjukkan keprihatinannya dengan jalan mengupayakan secara aktif, untuk membangun dan menciptakan perdamaian dunia. Melalui teks Gaudium et Spes art. 78, Gereja “angkat bicara” tentang hakikat perdamaian.

2.3.2. Gereja kerap kali mengadakan kerja sama dan dialog dengan agama-agama lain, terlebih dalam usaha untuk membangun perdamaian dunia.

2.3.3. Gereja Indonesia tidak hanya berdoa bagi keselamatan dan terciptanya perdamaian bagi rakyat Indonesia pada umumnya, tetapi terlebih khusus bagi mereka yang sedang mengalami ketidakadilan dan berbagai tindak kekerasan lainnya.

2.4. upaya kita untuk menciptakan perdamaian

2.4.1. Jadilah Pribadi yang Baik tanpa Mengharapkan Imbalan

2.4.2. Berhenti Menghakimi Orang Lain

2.4.3. Berhenti Berperan sebagai Korban

2.4.4. Cintai Orang Lain

2.4.5. Ciptakan Suasana Damai di Rumah

2.4.6. Sisihkan Waktu dan Bantu Orang Lain

3. refleksi

3.1. kita selalu menyatakan kita satu tanah air yaitu Indonesia, kita hidup dalam Bhinneka Tunggal Ika, tetapi apakah kita sudah mampu menerima kelompok lain yang sama-sama hidup di Indonesia sampai jarak sosial yang paling dekat.

3.2. Janganlah selalu mencari perbedaan antar kelompok karena pada akhirnya akan memunculkan superioritas sebuah kelompok dibandingkan kelompok lain.

3.3. Kenapa tidak mencari persamaan-persamaan yang positif sehingga dapat mengurangi prasangka dan perilaku diskriminasi.

4. Keberagaman di Indonesia

4.1. jenis-jenis

4.1.1. wilayah & Lingkungan

4.1.1.1. Sabang sampai Merauke

4.1.1.2. Setiap wilayah mempunyai keunggulan masing-masing

4.1.2. suku bangsa & budaya

4.1.2.1. suku bangsa

4.1.2.1.1. ciri

4.1.2.2. budaya

4.1.2.2.1. pengaruh

4.1.3. agama

4.1.3.1. yang diakui secara sah

4.1.3.1.1. Islam

4.1.3.1.2. Kristen

4.1.3.1.3. Katolik

4.1.3.1.4. Hindu

4.1.3.1.5. Budha

4.1.3.1.6. Konghucu

4.1.4. ras

4.1.4.1. Ras Malayan-Mongoloid di Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan dan Sulawesi.

4.1.4.2. Ras Melanesoid di Papua, Maluu dan Nusa Tenggara Timur.

4.1.4.3. Ras Asiatic Mongoloid seperti orang Tionghoa, Jepang dan Korea yang tersebar di seluruh Indonesia.

4.1.4.4. Ras Kaukasoid yaitu orang India, Timur Tengah, Australia, Eropa dan Amerika.

4.1.5. golongan

4.1.5.1. administrasi kependudukan

4.1.5.2. usia penduduk

4.1.5.3. ekonomi

4.1.5.4. pendidikan

4.1.5.5. politik

4.1.5.6. Mata pencaharian

4.1.6. jenis kelamin & gender

4.1.6.1. jenis kelamin

4.1.6.1.1. laki-laki

4.1.6.1.2. perempuan

4.1.6.2. gender

4.2. Bhineka Tunggal Ika

4.2.1. berasal dari bahasa Jawa Kuno yang artinya adalah “Berbeda-beda tetapi tetap satu".

4.2.2. Diambil dari kitab Sutasoma karya Mpu Tantular.

4.2.3. cara menghayati

4.2.3.1. Perilaku inklusif

4.2.3.2. Mengakomodasi sifat pluralistik

4.2.3.3. Tidak mencari menang sendiri

4.2.3.4. Musyawarah untuk mufakat

4.2.3.5. Dilandasi rasa kasih sayang dan rela berkorban

5. Tantangan

5.1. Tindakan yang mengancam Bhineka Tunggal Ika

5.1.1. prasangka

5.1.1.1. Penilaian terhadap kelompok sendiri cenderung lebih positif

5.1.1.2. Menilai kelompok lain cenderung negatif.

5.1.1.3. dengan adanya perbedaan, dengan etnis dan suku lain, maka akan menyebabkan perasaan superioritas

5.1.2. diskriminasi

5.1.2.1. menimbulkan pengalaman yang tidak menyenangkan bagi yang mengalami sehingga memunculkan emosi negatif dan memori yang sangat kuat.

5.1.3. jarak sosial

5.1.3.1. tingkat

5.1.3.1.1. kebersediaan menerima anggota kelompok lain sebagai teman sekolah,

5.1.3.1.2. kebersediaan menerima anggota kelompok lain sebagai teman kantor,

5.1.3.1.3. menerima anggota kelompok lain sebagai tetangga,

5.1.3.1.4. menerima anggota kelompok lain sebagai saudara,

5.1.3.1.5. menerima anggota kelompok lain sebagai pasangan dan anggota keluarga

5.2. Konflik antar agama

5.2.1. contoh kasus

5.2.1.1. Pelarangan dekorasi Natal dan mengucapkan Selamat Natal

5.2.1.2. Diserang Saat Ibadat Rosario

5.2.1.3. sengketa lahan untuk tempat beribadah

5.2.1.4. Perselisihan agama di Aceh

5.2.1.5. Konflik Papua

5.2.1.6. Konflik Tanjungbadai

5.2.2. penyebab

5.2.2.1. Penyalah artian ayat dalam kitab suci

5.2.2.2. terlalu fanatik dengan agama sendiri

5.2.2.3. Pemikiran radikal

5.2.2.4. kurang mengenal agama lain

5.2.3. akibat

5.2.3.1. Terputusnya Tali Silaturahmi Antar Pihak Yang Berkonflik

5.2.3.2. Memutus Rasa Solidaritas Antar Umat Beragama

5.2.3.3. Timbulnya Kerusuhan dan Bentrokan

5.2.3.4. Ujaran Kebencian Semakin Merajalela

5.2.3.5. Tercerai Berainya Persatuan dan Kesatuan dalam Berbangsa.

5.2.3.6. Menimbulkan Tindakan Kriminalitas.

5.2.3.7. Munculnya Rasa Ketakutan dan Tidak Aman

5.2.3.8. Lumpuhnya Perekonomian