Hidup Rukun di Sekolah

Kom i gang. Det er Gratis
eller tilmeld med din email adresse
Hidup Rukun di Sekolah af Mind Map: Hidup Rukun di Sekolah

1. PJOK

1.1. 4.1. Mempraktikkan variasi gerak dasar lokomotor sesuai dengan konsep tubuh, ruang, usaha dan keterhubungan dalam berbagai bentuk permainan sederhana dan tradisional.

1.1.1. Menerapkan variasi gerak dasar lokomotor yang sesuai dengan konsep tubuh, ruang dan usaha dengan menjaga kerukunan antar teman.

1.1.1.1. 1. Siswa melakukan kegiatan olahraga secara berpasangan

1.1.1.2. 2. Siswa menaati aturan yang diberikan oleh guru selama kegiatan olahraga berlangsung.

1.1.1.3. 3. Siswa menolong temannya yang terjatuh saat kegiatan olahraga berlangsung.

2. Bahasa Indonesia

2.1. 3.1 Merinci ungkapan, ajakan, perintah, penolakan yang terdapat dalam teks cerita atau lagu yang menggambarkan hidup rukun

2.1.1. Memahami kaidah atau aturan yang menggambarkan sikap hidup rukun di lingkungan sekitar, salah satunya di sekolah berupa (ungkapan, ajakan, perintah dan penolakan).

2.1.1.1. 1. Sekolah mewajibkan seluruh siswa untuk melaksanakan upacara dengan tertib. Seperti “Upacaralah dengan tertib!” “Jangan mengobrol saat upacara!”

2.1.1.2. 2. Guru mewajibkan siswanya untuk melaksanakan piket kelas sesuai dengan kesepakatan bersama demi menjaga kebersihan dan keindahan kelas. Seperti, “Ayo bersihkan kelas bersama-sama!” “Jangan buang sampah sembarangan!”

2.1.1.3. 3. Siswa diwajibkan untuk menjaga kerukunan antar teman demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Seperti, “Jangan saling bertengkar ya!” “Saling menghormati satu sama lain ya!”

2.2. 4.1 Menirukan ungkapan, ajakan, perintahm penolakan dalam cerita atau lagu anak-anak dengan bahasa yang santun

2.2.1. Menerapkan kaidah atau aturan yang menggambarkan sikap hidup rukun di lingkungan sekitar, salah satunya di sekolah berupa (ungkapan, ajaka, perintah dan penolakan) dengan menggunakan bahasa yang santun.

2.2.1.1. 1. Siswa menasehati teman yang mengobrol saat upacara. “Sutt jangan berisik ya teman” dengan suara pelan.

2.2.1.2. 2. Siswa saling membantu mejaga kebersihan di kelas, “Ayo kita bersihkan kelas bersama-sama” “Aku sapu kelas, kamu bereskan buku ya”

2.2.1.3. 3. Siswa menjaga kerukunan antar teman. Seperti, “Ada yang bisa saya bantu?” “Ayo saling memaafkan kawan!”

3. PPKn

3.1. 2.1. Bersikap bekerja sama, disiplin dan peduli sesuai sila-sila Pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila” dalam kehidupan sehari-hari.

3.1.1. Menerapkan sikap hidup di sekolah sesuai sila-sila pancasila dalam lambang negara “Garuda Pancasila” dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah.

3.1.1.1. 1. Seluruh siswa melakukan upacara benda setiap hari senin dengan tertib dan khikmat (Disiplin)

3.1.1.2. 2. Siswa melaksanakan piket kelas sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama dengan saling gotong-royong. (Bekerjasama)

3.1.1.3. 3. Siswa menjaga kerukunan antar teman, tanpa membeda-bedakan suku, ras, agama maupun budaya. (Peduli)

3.2. 4.1. Menjelaskan hubungan gambar pada lambang negara dengan sila-sila pancasila.

3.2.1. Mengubungkan gambar “Garuda Pancasila” dan sila-sila pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang menggambarkan sikap hidup rukun di lingkungan sekolah

3.2.1.1. 1. Siswa memahami makna lambang Bintang (sila pertama: Ketuhanan Yang Maha Esa) yakni beribadah kepada Tuhan dengan sebaik-baiknya, tidak memaksakan suatu agama atau kepercayaan kepada orang lain, saling menghormati perbedaan keyakinan.

3.2.1.2. 2. Siswa memahami makna lambang Rantai (sila kedua: Kemanusiaan yang adil dan beradab) yakni tidak membeda-bedakan orang lain, saling mencintai antarmanusia, gemar menolong orang lain dan berbicara dengan sopan santun.

3.2.1.3. 3. Siswa memahami makna Pohon Beringin (sila ketiga: Persatuan Indonesia) yakni rela berkorban demi kepentingan bersama, cintah tanah air, mencintai produk lokal, bergaul dengan teman tanpa membedakan suku, ras agama dan budaya.

3.2.1.4. 4. Siswa memahami makna Kepala Banteng (sila keempat: Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmah Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan) yakni tidak memaksakan kehdendak orang lain, melakukan musyawarah demi kepentingan bersama, dan menghargai pendapat orang lain.

3.2.1.5. 5. Siswa memahami makna Padi dan Kapas (sila kelima: Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia) yakni bersikap adil kepada sesama, saling bergotong-royong, meghormati orang lain.