PENDIDIKAN INKLUSI

pendidian inklusi hilda

Kom i gang. Det er Gratis
eller tilmeld med din email adresse
PENDIDIKAN INKLUSI af Mind Map: PENDIDIKAN INKLUSI

1. manfaatnya bagi pemerintah (pengawas sekolah, kepala seksi pendidikan, dinas pendidikan, dll)

1.1. kebijakan pendidikan terlaksana.

1.2. anak berkebutuhan khusus mendapatkan hak pendidikan yang sama dan mendapatkan kesempatan pendidikan lebih luas.

1.3. mempercepat penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun

1.4. pendidikan terlaksana berlandaskan pada azas demokrasi, berkeadilan dan tanpa deskriminasi

2. manfaat pendidikan inklusi

2.1. manfaat dari sekolah penyelenggara pendidikan inklusi

2.1.1. Memahami dan menerima perbedaan sebagai sesuatu yang wajar

2.1.2. Mengasah kepekaan

2.1.3. Menunjukkan perbuatan Menghargai perbedaan

2.1.4. Memudahkan penyesuaian sosial

2.2. manfaatnya bagi guru /kepala sekolah /administrasi sekolah

2.2.1. Mempermudah proses belajar mengajar

2.2.2. Mengembangkan kreativitas dalam mengelola pembelajaran

2.2.3. Mengajar menjadi lebih menyenangkan dan efektuf

2.2.4. Tertantang untuk terus belajar melalui perbedaan yang dihadapi di kelas

2.2.5. Melatih dan membiasakan untuk memiliki budaya kerja yang positif, kreatif, inovatif,

2.2.6. fleksibel dan akomodatif terhadap semua anak didiknya dengan segala perbedaannya

2.3. manfaatnya bagi siswa

2.3.1. Menciptakan suasana belajar yang kooperatif

2.3.2. mengembangkan sikap toleran

2.3.3. memudahkan sosial interaksi di antara teman

2.3.4. Memunculkan rasa percaya diri melalui sikap penerimaan dan pelibatan di dalam kelas

2.3.5. Melatih dan membiasakan untuk menghargai dan merangkul perbedaan dengan

2.3.6. menghilangkan budaya “labeling” atau memberi cap negatif.

2.3.7. manfaatnya bagi guru /kepala sekolah /administrasi sekolah

2.3.7.1. Mempermudah proses belajar mengajar

2.3.7.2. Mengembangkan kreativitas dalam mengelola pembelajaran

2.3.7.3. Mengajar menjadi lebih menyenangkan dan efektuf

2.3.7.4. Tertantang untuk terus belajar melalui perbedaan yang dihadapi di kelas

2.3.7.5. Melatih dan membiasakan untuk memiliki budaya kerja yang positif, kreatif, inovatif,

2.3.7.6. fleksibel dan akomodatif terhadap semua anak didiknya dengan segala perbedaannya

2.4. manfaatnya bagi orangtua

2.4.1. Mengetahui sistem belajar di sekolah

2.4.2. Meningkatkan kepercayaan terhadap guru dan sekolah

2.4.3. memperkuat tanggung jawab pendidikan anak di sekolah dan di rumah

2.4.4. mengetahui dan mengikuti perkembangan belajar anak

2.4.5. semakin terbuka dan ramah bekerja sama dengan guru

2.4.6. mempermudah mengajak anak belajar ke sekolah

2.5. manfaatnya bagi masyarakat

2.5.1. mengontrol terlaksananya sekolah penyelenggara pendidikan inkusi di lingkungannya

2.5.2. meningkatkan tanggung jawab terhadap pendidikan anak di sekolah dan di masyarakat

2.5.3. ikut menjadi sumber belajar

2.5.4. semakin terbuka dan ramah bermitra dengan sekolah

3. Aspek pendidikan inklusi

3.1. Terbuka, adil, tanpa diskriminasi

3.2. Peka terhadap setiap perbedaan

3.3. Relevan and akomodatif terhadap cara belajar

3.4. Berpusat pada kebutuhan dan keunikan setiap individu siswa

3.5. inovasi dan fleksibel

3.6. Kerjasama dan saling mengupayakan bantuan

3.7. kecakapan hidup yang mengefektifkan potensi individu siswa dengan potensi lingkungan

4. Tujuan pendidikan inklusi

4.1. Memastikan bahwa semua anak memiliki akses terhadap pendidikan yang terjangkau, efektif, relevan dan tepat dalam wilayah tempat tinggalnya

4.2. Memastikan semua pihak untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif agar seluruh anak terlibat dalam proses pembelajaran

5. Perbedaan Pendidikan Inklusi dengan Integrasi dan Segrasi

5.1. pendidikan segrasi lebih mengarah kepada pemisahan kegiatan belajar antara anak yang memiliki kebutuhan khusus dengan anak umum. (di sekolah SLB) menggunakan kurikulum terpisah

5.2. Pendidikan integrasi sudah mulai mencampurkan antara anak berkebutuhan khusus dengan anak umum namun guru tidak di wajibkan untuk menyiapkan persiapan khusus, jadi anak-anak difabel lebih mengikuti apapun yang berlaku di sekolah tersebut. menggunakan kurikulum yang berlaku di sekolah

5.3. pendidikan inklusi menyatukan anak berkebutuhan kusus dalam pembelajaran di kelas dengan anak-anak umum lainnya, namun pada pendidikan iklusi guru lebih memantau dan beradaptasi dengan siswa berkebutuhan khusus dengan kata lain mempersiapkan/dirancang sesuai kebutuhan anak, serta perlu adanya persiapan.