LANDASAN FISIOLOGIS PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU

Kom i gang. Det er Gratis
eller tilmeld med din email adresse
LANDASAN FISIOLOGIS PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU af Mind Map: LANDASAN FISIOLOGIS PEMBELAJARAN TEMATIK TERPADU

1. Kontruktivisme

1.1. Pengertian: Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan seseorang adalah kontruksi dari manusia itu sendiri

1.2. Tujuan: Mendorong siswa untuk terbiasa membangun pengetahuannya sendiri.

1.3. Prinsip-Prinsip: 1. Pengetahuan dibangun oleh siswa secara aktif 2. Tekanan dan proses belajar terletak pada siswa 3. Mengajar adalah membantu siswa belajar 4. Lebih mengutamakan proses daripada hasil akhir 5. Kurikulum menekankan partisipasi siswa 6. Guru adalah fasilitator

1.4. Implikasi: Implikasi model konstruktivisme dalam pembelajaran adalah kegiatan aktif siswa dalam usaha membangun sendiri pengetahuannya. Siswa diberikan kebebasan untuk mencari arti sendiri dari apa yang mereka pelajari. Ini merupakan proses menyesuaikan konsep dan ide-ide baru dengan kerangka berpikir yang telah ada dalam pikiran mereka dan siswa bertanggung jawab atas hasil belajarnya.

2. Progresivisme

2.1. Pengertian: Progresivisme merupakan aliran filsafat pendidikan yang menghendaki adanya perubahan pelaksanaan pendidikan menjadi lebih maju. Aliran ini berpusat kepada anak dan menjadikan guru sebagai fasilitator dan pembimbing. Dalam progresivisme menekankan bahwa pendidikan tidak hanya sekumpulan pengetahuan namun juga berisi aktivitas yang mengarah pada kecerdasan dan kemampuan berfikir siswa.

2.2. Tujuan: Mengubah praktik pendidikan yang selama ini terkesan otoriter menjadi demokratis dan lebih menghargai potensi anak.

2.3. Prinsip: 1. Siswa merupakan pusat pembelajaran 2. Para siswa adalah aktif bukan pasif 3. Guru sebagai fasilitator 4. Sekolah adalah dunia kecil untuk masyarakat besar 5. Aktivitas di kelas fokus pada pemecahan masalah 6. Atmosfer sekolah harus kooperatif dan demokratis

2.4. Implikasi: Filsafat progresivisme mengakui anak didik memiliki potensi akal dan kecerdasan untuk berkembang dan menghadapi lingkungannya. John Dewey mengungkapkan bahwa pendidikan adalah proses untuk bersosialisasi. Progresivisme menekankan pada pengalaman empiris kepada peserta didik, sehingga terbentuk pribadi yang selalu belajar dan berbuat. Selain itu, progresivisme juga memberikan keterampilan untuk berinteraksi dengan lingkungan.

3. Humanisme

3.1. Pengertian: Humanisme adalah sebuah pemikiran filsafat yang mengedepankan nilai dan kedudukan manusia. Aliran humanisme melihat siswa dari segi keunikan/kekhasannya, potensi, dan motivasi yang dimilikinya.

3.2. Tujuan: Untuk menghargai potensi dan kemampuan setiap peserta didik.

3.3. Prinsip-Prinsip: 1. Siswa memiliki kemampuan alami untuk belajar 2. Kepercayaan diri dan kreativitas lebih berkembang 3. Belajar dengan keterlibatan langsung oleh peserta didik 4. Belajar dengan inisatif sendiri

3.4. Implikasi: Pembelajaran yang humanis akan memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan membuat individu tidak harus menjadi sama seperti orang lain. Dengan demikian, guru dan siswa berada di zona nyaman mereka. Selain itu, model pembelajaran humanistik juga menjadikan proses pembelajaran lebih demokratis.

4. Latar Belakang

4.1. Latar Belakang pembelajaran tematik karena penyajian mata pelajaran secara terpisah atau parsial dinilai kurang mengembangkan anak untuk berpikir holistik dan menyulitkan dalam belajar.