1. 13. Kesehatan Lingkungan, Polusi, dan Toksikologi
1.1. Kesehatan Lingkungan
1.1.1. Ditentukan oleh beberapa faktor, salah satunya tingkat industrialisasi.
1.1.1.1. Masyarakat Primitif
1.1.1.1.1. Daerah yang minim industrialisasi memiliki kualitas lingkungan yang lebih sehat.
1.1.1.2. Masyarakat Urban
1.1.1.2.1. Revolusi industri menyebabkan berbagai masalah kesehatan lingkungan di area kota yang berkepanjangan.
1.2. Polusi dan Toksikologi
1.2.1. Istilah polusi mengacu pada keadaan lingkungan yang tercemar akibat konsumsi atau produksi zat-zat yang berbahaya untuk lingkungan.
1.2.1.1. Kategori polusi
1.2.1.1.1. Agen infektif
1.2.1.1.2. Logam berat beracun
1.2.1.1.3. Senyawa organik
1.2.1.1.4. Agen aktif hormonal
1.2.1.1.5. Radiasi nuklir
1.2.1.1.6. Polusi termal
1.2.2. Toksikologi adalah bidang studi yang mempelajari zat kimia yang beracun.
2. 14. Energi dan lingkungan
2.1. Suplai dan penggunaan yang terbatas menjadi salah satu masalah dari energi
2.2. Energi dan pekerjaan perlu adanya pembagian yang jelas sehingga dapat di atur dengan baik
2.3. Tipe bahan bakar
2.3.1. Bahan bakar fosil
2.3.1.1. Pengiriman bahan bakar fosil sangat diperlukan pengamanan yang ketat, terjadinya kebocoran dapat menyebabkan bahaya yang sangat besar,, khususnya bagi lingkungan hidup
2.3.1.2. Ekstraksi yang berlebihan dapat merusak struktur bahkan pergerakan bumi, sehingga perlu adanya langkah yang tepat
2.3.2. Batubara
2.3.2.1. Ekstraksi batubara menjadi salahsatu penyumbang polusi terbanyak di dunia
2.3.2.2. Penggunaan batubara menjadi faktor yang sangat berpengaruh pada polusi dunia
2.3.3. Solar, panas bumi
2.3.4. Air
2.3.5. Biomasa
2.3.6. Nuklir
2.4. Pengatasan masalah
2.4.1. Penyimpanan sumber energi yang tepat perlu diadakan dalam rangka menjaga dari kebocoran ataupun kerusakan yang menghancurkan alam
2.4.2. Konservasi menjadi hal yang penting dikarenakan penggunaan perlu dibarengi dengan adanya perawatan
3. **15. Atmosfir bumi dan iklim**
3.1. Iklim dunia semakin hangat secara cepat
3.2. Penyebab perubahan iklim
3.2.1. Keseimbangan energi bumi
3.2.2. Energi matahari yang berubah
3.2.3. Siklus milankovitch
3.2.4. Gunung merapi
3.2.5. Debu
3.2.6. Arus laut
3.2.7. El nino
3.2.8. Efek rumah kaca
3.2.8.1. Manusia menjadi kontribusi terbesar karena CO2 mengkontribusi 50—60% terjadinya efek rumah kaca
3.2.8.2. Perilaku manusia menggunakan AC secara berlebihan, merusak lingkungan, membuat polusi, membakar pohon yang menyebabkan efek rumah kaca
3.3. Memanasnya bumi sangat berbahaya untuk manusia, hewan, maupun tumbuhan
3.4. Cara manusia sebagai manajer alam untuk memperlambat memanasnya bumi
3.4.1. Mengurangi produksi dan pelepasan gas rumah kaca
3.4.2. Mengambil tindakan dan mendinginkan iklim
3.4.3. Mencari cara untuk menyimpan efek rumah kaca
4. 16. Manajemen Limbah
4.1. Contoh limbah
4.1.1. Cairan organik
4.1.2. Besi berat
4.1.2.1. Merkuri
4.1.2.2. Zinc
4.1.3. Minyak
4.1.4. Pigmen
4.1.5. Cairan asam
4.1.6. Sianida
4.2. Cara industri mengatur limbah
4.2.1. Reuse
4.2.1.1. Menggunakan barang dengan kualitas bagus dan tahan lama
4.2.1.2. Menggunakan kembali koran, kardus, dan bubble wrap yang masih layak sebagai packaging
4.2.2. Reduce
4.2.2.1. Menggunakan packaging yang lebih simpel
4.2.3. Recycle
4.2.3.1. Mendesain automobiles dengan kode untuk mempermudah proses recycle
4.2.3.2. Membuat tas canvas daur ulang
4.3. Cara mengatur limbah padat
4.3.1. Menggunakan mesin pencacah untuk menghancurkan limbah dapur
4.3.2. Mengkompos limbah organik menjadi pupuk
4.3.3. Menimbun sampah dibawah tanah agar diuraikan oleh organisme tanah (cacing, tupai, akar tanaman)
4.4. Pencegahan limbah bagi industri
4.4.1. membeli barang mentah secukupnya
4.4.2. membeli barang mentah secukupnya, mengganti bahan kimia dengan bahan yang lebih ramah lingkungan
4.4.3. Memperbaiki mesin dan proses manufaktur agar lebih efisien dan limbah menjadi berkurang
5. 17. Rencana menuju masa depan yang berkelanjutan
5.1. Lingkungan yang ideal
5.1.1. Memiliki energi yang berkelanjutan
5.1.2. Dapat mengelola mata air agar selalu jernih dan dapat digunakan manusia dan ekosistem
5.1.3. Mempertahankan biodiversitas
5.2. Rencana pembangunan
5.2.1. Membuat regulasi hukum yang ramah lingkungan
5.2.2. Menciptakan keseimbangan kepentingan antara kebutuhan masa kini dan keterjangkauan masa depan
5.3. Sejarah hukum internasional mengenai alam
5.3.1. 1820 : Kapal Rusia menemukan antartika
5.3.2. 1960 : berbagai negara mengklaim antartika untuk mengeksploitasi mineral dan sumber fosil
5.3.3. 1961 : dibuat perjanjian untuk menjadikan antartika sebagai cagar alam
5.3.4. 1991 : Protocol Madrid membatasi akses menuju antartika dan membuat "White Continent" sebagai warisan alam
5.4. Tugas generasi muda
5.4.1. Terus melakukan penjagaan alam yang adil
5.4.2. Meminimalisir overpopulasi, deforestasi, dan polusi tanah, air, hingga angin
5.4.3. Membuat dan mendukung hukum mengenai polutan dan global warming
6. 11. Ekologi Restorasi
6.1. Restorasi melibatkan kombinasi tindakan manusia dan proses alami suksesi ekologis. Singkatnya, restorasi ekologis merupakan usaha untuk mengembalikan ekosistem yang rusak atau terdegradasi ke kondisi aslinya.
6.2. Usaha yang dapat manusia lakukan untuk melakukan restorasi alam, antara lain:
6.2.1. Reboisasi: Penanaman kembali pohon-pohon yang telah ditebang.
6.2.2. Rehabilitasi lahan: Mengembalikan lahan yang telah terdegradasi akibat aktivitas manusia
6.2.3. Penanaman terumbu karang
6.2.4. Konservasi air dan pengelolaan daerah aliran sungai untuk membantu mempertahankan kualitas air.
6.2.5. Pengurangan polusi
7. 12. Pertumbuhan Populasi Manusia
7.1. Populasi manusia adalah masalah lingkungan yang mendasar, karena sebagian besar kerusakan lingkungan saat ini berasal dari jumlah manusia yang sangat banyak di Bumi dan kekuatan mereka yang besar untuk mengubah lingkungan.
7.2. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi masalah lingkungan yang disebabkan oleh populasi manusia yang besar:
7.2.1. Meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai isu-isu lingkungan dan pentingnya pelestarian sumber daya alam.
7.2.2. Mengembangkan kebijakan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan efisien.
7.2.3. Mendorong pengembangan dan penggunaan teknologi yang lebih ramah lingkungan
7.2.4. Mendorong kebijakan keluarga yang bertanggung jawab, seperti perencanaan keluarga dan akses terhadap layanan kesehatan reproduksi.
7.2.5. Menetapkan kebijakan lingkungan yang kuat dan melaksanakannya secara efektif.