1. Basa
1.1. Definisi Basa
1.1.1. Basa adalah subtansi yang dapat menangkap atau bersenyawa dengan ion H dari sebuah larutan
1.2. Macam Macam Basa
1.2.1. Basa Kuat
1.2.1.1. Natrium Hidrosikda (NaOH)
1.2.2. Basa lemah
1.2.2.1. Natrium bikarbonat (NaHCO3)
2. Asam
2.1. Definisi Asam
2.1.1. Asam yaitu Subtansi yang mengandung 1 atau lebih H yang dapat di lepaskan dalam larutan
2.2. macam-macam tipe Asam
2.2.1. Asam volatil
2.2.1.1. ciri ciri asam volatil 1.mudah menguap 2.CO2
2.2.2. Asam non volatil
2.2.2.1. ciri ciri Asam Non volatil : 1. disekresikan lewat ginjal 2.Asam sulfat,asam laktat,dan asam keton
3. Ketidakseimbangan Asam dan Basa
3.1. jenis jenis ketidakseimbangan asam dan basa
3.1.1. Metabolik gangguan primer pada kadar karbonat
3.1.1.1. Alkolosis metabolik peningkatan HCO3
3.1.1.2. Asidosis Metabolik penurunan HCO3
3.1.2. Respiratorik gangguan primer pada kadar CO2
3.1.2.1. Asidosis respiratorik CO2 (hipoventilasi)
3.1.2.2. Alkalosis respiratorik CO2 (hiperventilasi)
4. Definisi Buffer
4.1. Buffer atau larutan penyangga adalah larutan yang di gunakan untuk mempertahankan nilai pH tertentu agar tidak banyak berubah selama reaksi kimia berlangsung
4.2. Buffer - Buffer yang penting dalam tubuh a. ECF:HCO3- b. ICF :HPO4=H2PO4- dan protein (Hb) c.Karbonat tulang (CO3)
5. Sistem Buffer Kimiawi
5.1. Sistem Buffer Asam karbonat -Bikarbonat
5.1.1. Derajat pH di tentukan oleh perbandingan sodium bikarbonat (NaHCO3) dengan asam karbonat (H2CO3)
5.2. Sistem Buffer Phosphat
5.2.1. Berperan oenting dalam mempertahankan derajat asam basa cairan dalam tubulus ginjal
5.2.2. Derajat pH di tentukan oleh naik atau turunnya eksresi ion hidrogen
5.3. Sistem Buffer Protein
5.3.1. Sistem buffer protein adalah sistem buffer terbesar dan terkuat
5.3.2. sering di jumpai HB,Plasma protein dan protein intraseluller
5.3.3. Protein dalam Hb plasma dan intraseluller akan mempertahankan derajat asam basa dengan mempertahankan ion hidrogen dan CO2 ketika berdifusi melalui membran sel-sel dalam sel