1. Mip Mapping Endrow Seftian 202011022
2. IMPLEMENTASI AJARAN ISLAM DALAM MASYARAKAT MULTIKULTURAL
2.1. 1. Apa pengertian masyarakat multikultural?
2.1.1. Masyarakat artinya adalah satu kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut sistem adat istiadat tertentu yang bersifat terus menerus dan terikat oleh perasaan bersama. Multikultural merupakan kehadiran atau keberadaan dua realitas budaya atau kultural yang ada dalam suatu masyarakat yang saling berinteraksi, saling berdampingan, saling menghormati, saling toleransi dan kedua budaya atau lebih tersebut mengakui adanya toleransi, kesetaraan, dan persamaan diantaramereka
2.2. 2. Bagaimana karakteristik masyarakat multikultural ?
2.2.1. Memiliki kebudayaan majemuk (beragam), Memiliki nilai dan norma yang disepakati bersama, Bersatu melalui proses integrasi yang relatif lambat dan atas dasar ketergantungan
2.3. 3. Bagaimana pandangan al-Quran tentang konsep multikultural?
2.3.1. Pertama, pada mulanya manusia itu satu, yang menjadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku ialah Tuhan, dan yang mengukur kemuliaan adalah Tuhan. Jadi ada lingkaran yang berawal dan berakhir pada tuhan, theosentrisme. Kedua, manusia secara objektif memang berbangsa-bangsa dan besuku-suku. Manusia itu secara ontologis (berdasar kenyataan) memang makhluk sosial, sehingga mereka berkelompok dalam bangsa dan suku. Dalam istilah “bangsa dan suku” mesti dimasukkan agama, kelas, budaya, partai dan sebagainya
3. Konsep akhlak islam dan peranannya dalam pengembangan budaya, sains dan teknologi
3.1. 1. Apa perbedaan akhlak, etika, dan moral?
3.1.1. Akhlaq adalah akhlaq yang baik diwujudkan dengan sikap, ucapan dan perbuatan yang baik sesuai ajaran islam. Etika adalah tingkah laku manusia yang diwujudkan dalam bentuk perbuatan, ucapan dan pikiran
3.2. 2. Apa saja dampak pengembangan IPTEK di era modern?
3.2.1. positif : pertukaran sebuah informasi yang menjadi lebih mudah dan cepat memudahkan pekerjaan yang dapat dilakukan oleh satu orang menjadi lebih efektif dan efisien. Negatif : masuknya budaya luar yang tidak mudah untuk diterima oleh anak anak di indonesia
3.3. 3. Bagaimana sikap umat Islam dalam pengembangan IPTEK?
3.3.1. Mendekatakan pada kebenaran Allah dan bukan menjauhkannya, Dapat membantu umat merealisasikan tujuan-tujuan yang baik. Dapat menyelesaikan persoalan umat
4. KONSEPSI ISLAM TENTANG SENI SEBAGAI ESTETIKA
4.1. 1. Bagaimana pandangan al-Quran tentang seni?
4.1.1. Al-Quran tidak melarang untuk menggunakan kesenian dan seniseni yang diciptakan bahkan dalam beberapa hal justru dianjurkan, namun mereka yang berlaku berlebihan dalam menggunakan seni dan simbol-simbol keduniaan, maka mereka adalah orang-orang yang lalai dari Tuhan. Al-Quran pun mencela golongan manusia jenis ini
4.2. 2. Apa saja batasan Islam tentang seni?
4.2.1. Pertama: Seni sebagai media untuk menyampaikan ajaranajaran agama dan prinsip-prinsip fitrawi manusia serta membuat manusia tetap menaruh perhatian terhadap kehidupan akhirat. Kedua: dalam pelaksanakannya, seni tidak boleh menyalahi dan menyimpang aturan-aturan yang telah digariskan oleh agama.
4.3. 3. Bagaimana peran seni dalam kehidupan sehari-hari?
4.3.1. Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hasrat mengungkapkan atau menyatakan perasaan pribadi mengenai aspek-aspek pokok kehidupan sehari-hari tentang kelahiran, cinta, perkawinan, iri hati, kematian dan lain-lainny
5. KONTRIBUSI AKHLAK TERHADAP ETOS KERJA
5.1. 1. Apa pengertian etos kerja?
5.1.1. Etos berasal dari bahasa yunani yaitu ethos yang artinya sikap, keyakinan,kepribadian, watak serta sesuatu
5.2. 3. Bagaimana konsep profesionalitas dalam pandangan Islam?
5.2.1. profesional sebagai untuk selalu berfikir, berpandirian, bersikap dan bekerja sungguhsungguh, kerja keras, bekerja sepenuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi dan penuh dedikasi demi keberhasila pekerjaannya
5.3. 2. Bagaimana pandangan al-Quran tentang
6. KONSEP ISLAM TENTANG LINGKUNGAN
6.1. 1. Bagaimana konsep al-Quran tentang lingkungan?
6.1.1. Konsep Islam tentang lingkungan dalam pengertian luas merupakan upaya untuk merevitalisasi misi asal ekologi. Misi asal ekologi adalah untuk mengkaji keterhubungan timbal balik antar komponen dalam ekosistem. Dengan demikian, visi Islam tentang lingkungan adalah visi lingkungan yang utuh menyeluruh, holistik integralistik.
6.2. 2. Bagaimana pandangan Islam tentang konsepvasi?
6.2.1. Islam memandang lingkungan sebagai suatu sistem yang terdiri atas komponen-komponen yang bekerja secara teratur sebagai suatu kesatuan, sehingga apabila ada salah satu bagian yang rusak, maka akan menimbulkan kerusakan pada yang lainnya
6.3. 3. Bagaimana peran manusia terhadap lingkungan?
6.3.1. Manusia sebagai makhluk dominan yang mempunyai pengaruh besar terhadap lingkungannya mempunyai peran positif untuk menjaga keseimbangan lingkungan hidupnya.
6.4. Agama islam adalah agama serba lengkap, yang didalamnya mengatur seluruh aspek kehidupan manusia baik kehidupan spiritual maupun kehidupan material termasuk di dalamnya mengatur masalah etos kerja.
7. 2. Bagaimana relevansi sunnah dalam kehidupan modern?
7.1. Berbagai kontroversi seputar sunnah, baik yang kuno maupun modern, harus dipandang sebagai akibat wajar yang esensial dari upaya orang Muslim untuk menyesuaikan doktrin terhadap perubahan keadaan. Karena sunnah merupakan sumber kesinambungan dengan masa lalu, tak ada perselisihan ajaran, taka da kontroversi hokum, tak ada pembahasan tafsir, yang dapat dilakukan tanpa merujuk kepada sunnah
8. Konsep Manusia sebagai makhluk bertuhan
8.1. 1. Bagaimana konsep manusia dalam perspektif al-Quran?
8.1.1. Sedikitnya ada enam konsep yang digunakan Al-Qur'an untuk menunjukkan pada makna manusia, namun secara khusus memiliki penekanan pengertian yang berbeda. An-Nas, insan, basyr, Bani Adam, Abd Allah, Al-ins
8.2. 2. Bagaimana karakteristik manusia dalam al-Quran?
8.2.1. Ada 4 yaitu tidak adil, zalim dan bodoh, lemah, mengeluh dan kikir
8.3. 3. Mengapa manusia harus percaya kepada keagungan Tuhan?
8.3.1. Percaya pada Allah adalah pertimbangan insan yang paling mendasar. Mengakui adanya Pencipta seseorang merupakan pondasi dalam berupaya mengenal-Nya secara lebih dalam.
9. Peran agama dalam membangun peradaban
9.1. 2. Bagaimana konsep al-Quran dalam membangun peradaban manusia?
9.1.1. Ayat-ayat Alquran dibaca dan dimaknai dalam spirit transformasi keilmuan dan kemanusiaan dari kemunduran dan keterbelakangan menjadi kemajuan, dari kemiskinan menuju kemakmuran dan kesejahteraan, dari ketimpangan menuju keadilan sosial, dan dari budaya kekerasan dan perang menjadi budaya damai, toleransi, harmoni dan persatuan
9.2. 3. Bagaimana mempraktikkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari?
9.2.1. Dalam islam mempratikkan nilai dengan cara sabar, ikhlas, istiqomah, penuh amanah, harus tawakkal dan atau menyerahkan segala sesuatu tentang apa yang telah dilakukan kepada Dzat Yang Maha Kuasa.
9.3. 1. Bagaimana peran agama dalam membangun peradaban?
9.3.1. Ada 4 yaitu periode klasik, Pertengahan, dan modern
10. Al quran sebagai inspirasi peradaban
10.1. 1. Mengapa al-Quran dianggap sebagai sumber peradaban?
10.1.1. Al-Quran telah menginspirasi terbentuknya sebuah peradaban yang didasari oleh membaca dan menulis. Sebuah peradaban yang sangat tinggi. Ayat-ayat pertama Al-Quran adalah perintah untuk membaca
10.2. 2. Apa Bukti oresinilitas al-Quran?
10.2.1. Faktor pertama adalah perbedaan dalam memahami dan menafsirkan teks. Faktor kedua adalah di sisi lain para pemikir siapa, kapan dan apa pun objek pemikirannya
10.3. 3. Mengapa Terjadi perbedaan pendapat dalam menafsirkan al-Quran?
11. Sunnah sebagai contoh dan inspirasi budaya
11.1. 1. Apa pengertian sunnah?
11.1.1. Hadis disebut juga 'Sunnah', yang secara istilah berarti segala perkataan (sabda), perbuatan, ketetapan dan persetujuan dari Nabi Muhammad SAW yang dijadikan landasan syariat Islam
11.2. 3. Bagaimana menyikapi perbedaan pendapat dikalangan ulama?
11.2.1. hadapilah perbedaan pendapat dengan penuh kearifan. Ajaklah orang yang berbeda pendapat dengan kita dialog dan diskusi. Jangan sampai hanya karena beda pendapat kita menyesatkan dan mengafirkan orang lain
12. Ijitihad sebagai mekanisme kontekstualisasi alquran dan sunnah
12.1. 1. Apa pengertian ijtihad?
12.1.1. ta ijtihad berakar dari kata al-juhd,yang berarti al-thaqah (daya,kemampuan,kekuatan) atau dari kata al-jahd yang berarti almasyaqqah (kesulitan,kesukaran).
12.2. 2. Apa saja syarat-syarat seorang mujtahid?
12.2.1. Menguasai dan mengetahui arti ayat-ayat hukum yang terdapat dalam Al-Qur’an, baik menurut bahasa maupun syari’ah, Menguasai dan mengetahui hadis-hadis tentang hukum, baik menurut bahasa maupun syari’at, Mengetahui nasakh dan mansukh dari Al-Qur’an dan As-Sunah, supaya tidak salah dalam menetapkan hukum, namun tidak disyaratkan harus menghafalnya, Mengetahui permasalahan yang sudah ditetapkan melalui ijma’ ulama, sehingga ijtihad-nya tidak bertentangan dengan ijma’, Mengetahui qiyas dan berbagai persyaratan serta meng-istinbatnya, karenaqiyas merupakan kaidah dalam berijtihad, Mengetahui bahasa Arab dan berbagai disiplin ilmu yang berkaitan dengan bahasa, serta berbagai problematikanya
12.3. 3. Urgensi ijtihad dalam kehidupan
12.3.1. Ijtihad merupakan sumber hukum Islam yang ketiga setelah AlQur’an dan hadis, Ijtihad merupakan sarana untuk menyelesaikan persoalan-persoalan baru yang muncul dengan tetap berpegang pada Al-Qur’an dan sunah, Ijtihad berfungsi pula sebagai suatu cara yang di isyariatkan untuk menyesuaiakan perubahanperubahan sosial dengan ajaran-ajaran Islam