2. 1. Muhamamd Ali Pasha (1765-1849 M) Muhammad Ali Pasha lahir bulan Januari 1765 di Kawalla Albania Yunani dekat pantai Macedonia dan meninggal di Mesir pada tahun 1849. Negeri ini telah menjadi bagian negara Daulah Usmani sejak ditaklukkannya oleh Sultan Muhammad II al-Fatih pada tahun 857 H/1453 M dan baru dapat melepaskan diri dari kekuasaan Istanbul pada tahun 1245/1829 M. Ayah Muhammad Ali Pasha bernama Ibrahim Agha, seorang imigran Turki, kelahiran Yunani. Sejak kecil, Muhammad Ali Pasha memiliki keterampilan dan kecerdasan luar biasa.
3. 2. Jamaluddin Al-Afghani (1838-1897 M) Jamaluddin Al-Afghani dilahirkan di Asadabad, dekat Kanar di Distrik Kabul, Afghanistan, pada tahun 1838 M (1254 H). Al-Afghani menghabiskan masa kecilnya di Afghanistan, beliau tidak hanya menguasai ilmu keagamaan tetapi juga mendalami filsafah, hukum, sejarah, metafisika, kedokteran, sains, astronomi dan astrologi. Jamaluddin al-Afghani adalah salah seorang pemimpin pergerakan Islam pada akhir abad XIX. Ayah Afghani, adalah Sayyid Sand, dikenal dengan gelar Shadar Al- Husaini.
4. 4. Muhammad Rasyid Ridha (1865 - 1935 M) Muḥammad Rasyid Rida lahir di Qalamun, Lebanon dekat dengan Tripoli (Suriyah), 27 Jumadil Ula 1282 H, atau 23 September 1865 M nama lengkapnya adalah Muhammad Rasyid bin Ali Ridha bin Syamsuddin bin Baha'uddin Al-Qalmuni Al-Husaini. Ia dilahirkan dan dibesarkan di lingkungan keluarga terhormat dan taat beragama. Rasyid Ridha memulai pendidikan dengan membaca Al-Qur'an, menulis dan berhitung di kampungnya, Qalamun, Suriyah.
5. D. IBRAH
6. 5. Muhammad Iqbal (1877 – 1938 M) Muhammad Iqbal terlahir di Sialkot, Punjab, India, 9 November 1877. Leluhurnya termasuk dari kalangan kasta Brahmana dari Kashmir yang telah memeluk agama Islam sekitar tiga abad sebelum Iqbal lahir. Muhammad Iqbal terkenal sebagai seorang sastrawan, filsuf, sekaligus negarawan pada abad XX. Muhammad Iqbal berkelana belajar ke Eropa selama tiga tahun; Dia meninggalkan Eropa dengan gelar sarjana hukum dari Inggris dan gelar doktor dari Jerman dengan tesis tentang Mistisisme Persia. Dalam sastra Urdu, Muhammad Iqbal merupakan salah satu tokoh yang penting. Karya-karnya banyak ditulis dalam bahasa Urdu dan Persia
7. 1. Memiliki semangat ukhuwah kebangsaan dan keislaman. 2. Memiliki sikap, tindakan yang menyebabkan orang lain senang atas kehadiran dirinya. 3. Menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar. 4. diwujudkan dalam bentuk memperbaharui lembaga-lembaga pendidikan yang mampu mencetak generasi baru yang berwawasan luas dan rasional dalam memahami agama sehingga mampu menghadapi tantangan zaman. 5. Meningkatkan peranan wanita dalam bidang pendidikan, sosial dan pembangunan sumberdaya manusia. 6. Mengembangkan budaya literasi, yaitu dengan membiasakan membaca berbagai bacaan yang memberikan ilmu dan kebaikan, khususnya tentang ilmu sejarah peradaban Islam.
8. 3. Muhammad Abduh (1849 – 1905 M) Muhammad Abduh lahir di pedusunan delta Nil Mesir pada tahun 1849. Keluarganya terkenal berpegang teguh kepada ilmu dan agama. Dalam usia 12 tahun Muhammad Abduh telah hafal al-Qur’an. Kemudian, pada usia 13 tahun ia dibawa ke Tanta untuk belajar di Masjid Al-Hamdi. Di masjid ini Muhammad Abduh menghapal dan belajar al-Qur’an selama 2 tahun
9. A. Pengertian Pembaruan Dalam Islam
10. C. Pemikiran Tokoh-tokoh Dalam Pembaharuan Islam
11. 4. Muhammad Rasyid Ridha Dalam pengembaraan ilmiahnya di Mesir, Muhammad Rasyid Ridha bertemu bertemu dengan Muhammad Abduh sebagai gurunya. Pergulatan ilmiah dengan Muhammad Abduh menjadikan waktu Muhammad Rasyid Ridha semakin sibuk menambah pengetahuannya tentang pembaruan Islam.
12. 3. Muhammad Abduh Ide-ide Pembaruan Muhammad Abduh; a. Faktor Utama Kemunduran Umat Islam adalah Jumud b. Bidang masalah ijtihad c. Bidang Ilmu Pengetahuan Islam (Pendidikan) d. Bidanv keluarga dan wanita
13. 5. Muhammad Iqbal Menurut pandangan Iqbal terdapat beberapa sebab kemunduran umat Islam : a. Fakta sejarah menunjukan bahwa kehancuran Baghdad, banyak mempengaruhi peradaban ummat Islam. b. Ada kecenderungan ummat Islam terjerembab pada paham fatalisme, c. Awal kegagalan Islam dalam mengikuti perkembangan modern salah satunya disebabkan hilangnya semangat ijtihad.
13.1. Untuk mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi umat Islam, maka Muhammad Iqbal menawarkan beberapa solusi yang harus diterapkan yaitu : a. Secara konsisten menerapkan konsep dinamisme Islam, umat Islam harus membangkitkan kembali tradisi keilmuan. b. Hukum Islam tidak bersifat statis, tetapi dinamis dan berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. c. Intisari hidup adalah gerak. Karenanya, Iqbal menyeru agar umat Islam bangun dan menciptakan dunia baru.
14. adalah upaya-upaya untuk menyesuaikan paham keagamaan Islam dengan perkembangan baru yang ditimbulkan oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi modern. Dalam bahasa Arab, gerakan pembaruan Islam disebut tajdid. Secara harfiah, tajdid berarti pembaruan dan pelakunya disebut muja
15. 2. Jamaluddin Al-Afghani Kembalinya Jamaluddin Al-Afghani ke India untuk kedua kalinya setelah pergi meninggalkan Mesir karena ketidak senangan Inggris yang telah menghasut kaum teolog untuk melawan Jamaluddin Al-Afghani atas kegiatan-kegiatannya yang menyebabkan banyaknya orang Kristen yang masuk Islam. Di sini, Al-Afghani menuliskan risalah yang sangat terkenal, Risalah fi Ar-Radd al-Masihiyah (Pembuktian Kesalahan Kaum Materialis), risalah ini menimbulkan gejolak besar kalangan materialis.
16. 1. Muhamamd Ali Pasha (1765-1849 M) Muhammad Ali Pasha melakukan pembenahan ekonomi dan militer di Mesir. Atas saran para penasihatnya, ia juga melakukan program pengiriman tentara untuk belajar di Eropa.